Konflik Panas Iran-AS Kerek Rupiah ke Rp13.680

Ekonomi – Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.860 per dolar AS atau sebesar 0,29 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (9/1) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.900 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (8/1).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat sebesar 0,85 persen ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan baht Thailand 0,12 persen.

Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada yen Jepang sebesar 0,10 persen, lira Turki 0,05 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen.

Baca juga : Harga Emas Nyari Sentuh Rp800 Ribu per Gram

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,10 persen, dolar Australia menguat 0,11 persen, dolar Kanada 0,04 persen, diikuti euro yang menguat sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.

Kendati menguat, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah akan kembali melemah hari ini disebabkan oleh sentimen hubungan situs judi online Iran dengan AS yang masih panas.

“Kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik antara AS dan Iran masih ada, sehingga mungkin rupiah dapat kembali melemah hari ini,” kata Ariston.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah merespon serangan Iran ke pangakalan AS. Trump menyebut langkah Iran merupakan hal yang sia-sia, dan akan membuat Iran mundur.

Trump pun kemudian mengaku akan memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Namun dia belum mengungkapkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Iran. AS sampai saat ini masih menimbang sanksi seperti apa yang akan diberlakukan.

Baca juga : IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Akhir Tahun

Diketahui, terdapat serangan militer balasan dari Iran ke basis militer AS di Irak dengan cara menembakkan beberapa rudal, pada Rabu (8/1) dini hari.

Menurut Ariston, serangan balasan sbobetuk ini bisa memicu aksi saling balas, dan dapat berujung perang di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi perekonomian secara global.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.800 hingga Rp13.950 per dolar AS pada hari ini.

IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Akhir Tahun

Ekonomi – Analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin (6/1). Investor diyakini kembali meramaikan transaksi perdagangan usai libur akhir tahun.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan aktivitas perdagangan cenderung sepi sepanjang pekan lalu. Kondisi itu tercermin dari nilai transaksi link alternatif maxbet akhir pekan di bawah rata-rata hanya Rp5,73 triliun.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat cenderung terbatas,” katanya dalam riset.

Baca juga : Daftar Penurunan Harga Pertamax di Jakarta

Ia meramal indeks saham bergerak di level support 6.263 dan resistance 6.350.

Dari global, lanjutnya, ketegangan antara AS-Iran menyelimuti pasar. Kondisi Timur Tengah memanas pasca tewasnya komandan Pasukan Quds Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Qasem Soleimani, akibat serangan udara AS di Bandara Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1). Serangan itu dikhawatirkan memicu aksi balasan dari Iran.

“Akibatnya sebagian besar saham di Asia menghapus keuntungan,” ujarnya.

Senada, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksi IHSG menguat pada awal pekan situs judi online.

Ia bilang kenaikan IHSG ditopang data inflasi 2019 yang cukup baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Desember 2019 sebesar 0,34 persen. Secara tahunan, inflasi hanya 2,27 persen lebih rendah dari inflasi 2018 sebesar 3,13 persen dan 2017 yakni 3,61 persen.

Selain inflasi, laju indeks saham diperkuat dengan aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar. Dalam sepekan, capital inflow di seluruh pasar terpantau sebesar Rp2,14 triliun.

“Ini akan menopang kenaikan IHSG dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Baca juga : IHSG Diproyeksi Perkasa Buka Perdagangan Awal 2020

Ia memperkirakan IHSG melaju di rentang support 6.198 dan resistance 6.402.

Pekan lalu, IHSG menghijau ke posisi 6.323. Indeks saham ditutup menguat 39,88 poin atau 0,63 persen pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/1). Namun demikian, IHSG justru mengalami koreksi 0,09 persen dalam sepekan.

Sementara itu, saham-saham indomaxbet Wall Street kompak melemah. Indeks Dow Jones turun 0,81 persen ke posisi 28.634, S & P 500 koreksi 0,71 persen menjadi 3.234, dan Nasdaq Composite melemah 0,79 persen menjadi 9.020.

Daftar Penurunan Harga Pertamax di Jakarta

Ekonomi – PT Pertamina (Persero) melakukan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) Umum jenis bensin jenis Pertamax dan solar jenis Dex di awal 2020.

Lewat keterangan login maxbet resminya, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan penurunan harga Pertamax dan Dex tersebut berlaku di seluruh Indonesia mulai Minggu, 5 Januari 2020 pukul 00.00 waktu setempat.

Baca juga : IHSG Diproyeksi Perkasa Buka Perdagangan Awal 2020

Fajriyah menerangkan penyesuaian harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Pertamax mengalami penurunan dari harga semula Rp9.850 menjadi Rp9.200 per liter.

Pertamax Turbo mengalami penurunan dari harga semula Rp11.200 menjadi Rp9.900 per liter.

Pertamina Dex mengalami penurunan dari harga semula Rp11.700 menjadi Rp10.200 per liter.

Dexlite mengalami penurunan dari harga semula Rp10.200 menjadi Rp9.500 per liter.

Untuk detail harga BBM dapat dilihat di situs judi online www.pertamina.com.

Baca juga : Harga Rokok Naik Hingga 35 Persen Mulai Besok

Sebelumnya, pemain BBM dari luar negeri, PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia pun telah menurunkan harga jual BBM di SPBU masing-masing pada awal 2020 ini.

Shell memangkas harga BBM berkisar 7-15 persen. Sementara Total diketahui per 3 Januari 2020 telah memangkas harga jual produk BBM berkisar 7,5-14,4 persen.

Fajriyah menyatakan lewat penurunan harga Pertamax dan Dex itu pihaknya mengharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan setia produk link alternatif sbobet Pertamina.

Harga Rokok Naik Hingga 35 Persen Mulai Besok

Ekonomi – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan aturan kenaikan cukai dan harga rokok mulai diterapkan pada 1 Januari 2020. Artinya, harga rokok bakal naik mulai esok hari.

Kasubdit Humas Bea Cukai Deni Surjantoro menegaskan bahwa kenaikan cukai rokok maxbet akan berlaku pada setiap produksi rokok yang dilakukan pada 2020. Pita cukai akan dilekatkan paling lambat 1 Februari 2020.

Baca juga : IHSG Diramal Menguat Usai Natal

“Yang jelas, kenaikan cukai ini dimulai 1 Januari (2020), untuk kelengkapan yang 1 Januari (2020), yang baru, yang produksi baru,” kata Deni saat dihubungi.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan rokok dengan pita cukai keluaran 2019 akan tetap diperbolehkan beredar pada tahun depan.

“Untuk rokok lama dengan pita cukai lama, itu masih boleh beredar,” jelasnya.

Sebelumnya, desas-desus kenaikan cukai rokok situs judi online mulai terdengar pada pertengahan 2019.

Kebijakan tersebut resmi ditetapkan pada Oktober 2019, saat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuangkannya dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017.

Baca juga : China Bakal Guyur Dana ke Bank Untuk Kerek Penyaluran Kredit

Berdasarkan aturan main tersebut, rata-rata cukai naik 23 persen. Rinciannya, tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan kenaikan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan sebesar 12,84 persen.

Kenaikan cukai tersebut membuat rata-rata harga jual eceran rokok diperkirakan meningkat hingga 35 persen dari harga jual agen sbobet saat ini.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo menjelaskan, dengan kenaikan cukai hasil tembakau tersebut, sangat memungkinkan harga rokok pada 2020 melejit hingga Rp35.000 per bungkus.

Siapkan Bantalan Saat Gaji Tidak Naik

Gaji tidak naik. Gaji memang pendapatan andalan para pekerja untuk memenuhi segala kebutuhan. Namun, bergantung pada gaji dan menaruh harap gaji naik setiap tahun juga tidak dianjurkan. Sebab, permasalahan keuangan bisa datang tanpa diundang.

Perencana Keuangan Zielts Consulting Ahmad Gozali mengatakan masyarakat sbobet harus memahami prinsip perbandingan penghasilan dengan jumlah pengeluaran berjalan beriringan.

Sederhananya, jika penghasilan tidak naik, maka pengeluaran tidak boleh naik. Namun, apabila pengeluaran naik, penghasilan harus didongkrak naik. Persoalannya, jika Anda hanya memiliki satu sumber penghasilan, yaitu dari gaji, tentu sangat berat memenuhi peningkatan pengeluaran.

Baca juga : Ahok Disebut Bakal Urus BUMN Strategis

Makanya, ia menyarankan agar Anda membuka pintu penghasilan lain agar dapat keluar dari ketergantungan terhadap gaji. “Darimana penghasilan itu? Bisa dari bisnis atau pun investasi,” ujarnya.

Namun, patut diingat, investasi di periode awal, bukan lah untuk mengejar imbal hasil, melainkan mengejar pertumbuhan. Soalnya, umumnya investasi baru bisa diandalkan ketika volumenya sudah besar.

Artinya, di periode awal situs judi online, investasi harus disirami dengan modal terus menerus. Hasilnya sendiri baru bisa dinikmati dalam jangka waktu menengah hingga panjang.

Pilihan lain untuk membuka pintu penghasilan selain gaji adalah berbisnis. Keuntungan dari bisnis lebih cepat diperoleh ketimbang investasi. Namun, persoalannya, berbisnis membutuhkan modal awal yang tidak sedikit. Belum lagi, tenaga, waktu, dan pikiran.

“Intinya, agar jangan hanya mengandalkan dari satu sumber penghasilan saja,” imbuh Ahmad.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa dua sumber alternatif penghasilan tersebut di atas diperlukan sebagai bantalan keuangan bila terjadi peningkatan pengeluaran.

Bila Anda memutuskan berinvestasi pun, jangan buru-buru tergiur menikmati hasilnya. “Selama penghasilan sudah jauh di atas pengeluaran konsumtif, biarkan investasi Anda bertumbuh. Kalau pun konsumsi naik, toh persentasenya saja yang berubah,” tuturnya.

Baca juga : Harga Cabai Anjlok Hingga Rp7.100 per Kg

Namun, bila penghasilan sebagian besar digunakan untuk pengeluaran konsumtif, maka Anda perlu berbisnis. “Kalau tidak memiliki waktu lebi, setidaknya cari dan tanamkan modal pada orang atau rekan yang dipercaya. Ini bisa menjadi solusi,” terang Ahmad.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho menyebut berhemat juga bisa menjadi salah satu kunci menekan pengeluaran di tengah persoalan gaji yang tidak naik.

Andy juga menyarankan mencari penghasilan kecil-kecilan dengan bekerja sampingan. “Dapat menjadi sopir taksi online sebelum atau setelah pulang kerja di kantor demi penghasilan tambahan. Bisa juga dengan menjadi reseller online, atau content creator di media sosial,” tandasnya.

Toh, di era globalisasi saat ini, banyak cara atau pilihan yang mudah untuk dapat link alternatif sbobet keluar dari ketergantungan terhadap gaji.

RI Terima Pinjaman Sejumlah US$500 Juta Dari ADB

RI terima pinjaman. Asian Development Bank (ADB) baru saja menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai US$500 juta kepada pemerintah Indonesia.

Dihimpun dari website resmi agen sbobet ADB, pinjaman tersebut diberikan guna dukungan reformasi manajemen pengeluaran fiskal dan publik, serta meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan infrastruktur.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan lebih lanjut mengenai pinjaman berbasis kebijakan (policy based loan) ini kepada rekan wartawan ketika ditemui di kantornya.

Baca juga: Dana Desa Masih Jadi Tantangan Menurut Ekonom

Ia menjelaskan bahwa pinjaman ini merupakan program dari ADB yang diberikan untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan yang dinilai dapat mendukung sebuah negara.

“Loan-nya itu diberikan dengan adanya perbaikan kebijakan di Indonesia. Kita mendefinisikan sendiri, menurut kita kebijakan yang lebih baik seperti ini. Terus kemudian kita upayakan supaya peraturan-peraturan yang terkait,” ujarnya.

Suahasil mengatakan pinjaman uang diberikan nantinya akan digunakan untuk menjalankan riset terkait kebijakan di Indonesia. Riset yang dilakukan tidak hanya terpaku di ranah nasional saja, melainkan dapat berkaca pada negara-negara tetangga.

“Kita di-support buat research-nya. Kemudian kita masukkan dalam aturan-aturan kita. Bisa aja kita dibantu melihat kondisi negara lain. Kita bisa dibantu melihat perbandingan internasional. Jadi tergantung expertise-nya dari ADB yang ditawarkan apa,” tambah Suahasil.

ADB sudah sejak 2001 berpartisipasi dalam manajemen keuangan dan pengeluaran publik di Indonesia. Namun secara spesifik Program Manajemen Pengeluaran Fiskal dan Publik (FPEMP), yang dimana pinjaman ini diberikan, pertama kali disetujui ADB pada September 2016.

Baca juga: Pengumuman Kabinet Indonesia Maju Kerek Nilai Tukar Rupiah

Subprogram ini mendukung upaya pelaksanaan reformasi belanja publik terkait SDG, termasuk adaptasi iklim, bantuan sosial, dan program aktivitas pasar tenaga kerja.

Selain itu, juga mendukung reformasi transfer fiskal ke pemerintah daerah, termasuk dengan menjadikannya lebih berbasis kinerja, guna meningkatkan akuntabilitas dan memperkuat penyampaian layanan di tingkat lokal.

Sedangkan dua subprogram sebelumnya mendanai upaya-upaya untuk memetakan pengeluaran jangka menengah pemerintah terkait dengan target menengah nasional.

Surat Berharga RI Dikuasai Asing

Rasio kepemilikan investor asing atas Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan RI tercatat yang tertinggi di dunia. Ekonom Faisal Basri menilai kondisi ini membuat RI rentan dengan aksi arus modal keluar (capital outflow) jika terjadi gejolak ekonomi dunia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu per Februari 2019, posisi SBN pemerintah mencapai Rp3.775,79 triliun, di mana 72,12 persen atau sebesar Rp2.723,13 triliun berdenominasi rupiah.

Baca juga: Moody's Turunkan Peringkat Utang Oman Jadi 'Sampah'

Sementara, di antaranya 38,03 persen kepemilikan SBN rupiah dimiliki oleh asing. Angka ini lebih tinggi dari negara-negara lain, seperti China dan India di angka 4 persen, Thailand 15,7 persen, Brazil 16 persen, Turki 18 persen, dan Malaysia 24,6 persen.

“Tidak ada satu negara lain pun yang surat utang pemerintahnya dalam local currency setinggi Indonesia. Jangan di-underestimate (meremehkan) hal ini. Indonesia ini lebih rentan kalau ada gejolak, asingnya bisa menjual, dan ini perlu digarisbawahi,” jelas Faisal, Selasa (26/3).

Memang, ia melanjutkan kondisi ini sejatinya konsekuensi dari perubahan pola utang pemerintah pasca krisis moneter 1998. Pada zaman orde baru, pengelolaan utang jauh lebih sederhana. Sebab, pinjaman dilakukan secara bilateral dan multilateral, sehingga sentimen eksternal tak mempengaruhi risiko utang Indonesia.

Kemudian, bunganya pun terbilang kecil. Bahkan, negosiasi bunga pinjaman masih bisa dilakukan di Paris Club. Yakni, grup informal dari pejabat finansial kakap dari seluruh dunia.

Baca juga: Awal 2019, Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp4.500 Triliun

Meskipun, memang utang zaman orde baru ini tak selamanya lebih nikmat. Faisal menyebut utang zaman dulu juga punya dampak negatif. Misalnya, Indonesia selalu didikte ini-itu acap kali menarik utang. Tetapi saat ini, Indonesia bisa lebih bebas dari tekanan dan konflik kepentingan luar karena lebih banyak berutang dari SBN.

“Bebas merdeka ini tentu ada harganya. Dulu (Indonesia) didikte, tapi dengan bunga rendah. Jika menghadapi kesulitan cicilan dan bunga utang, ada forumnya. Tapi kalau SBN sulit bayar, Indonesia akan dihukum pasar dengan Surat Utang Negara (SUN) dijual besar-besaran,” terang dia.

Kini, porsi SBN di dalam komposisi utang pemerintah meningkat signifikan. Berdasarkan data Kemenkeu per Februari kemarin, total SBN yang diterbitkan pemerintah mencapai Rp3.775,79 triliun, atau 82,69 persen dari utang outstanding pemerintah Rp4.566,26 triliun. Angka ini melambung dari tahun 2010 yang hanya 63 persen saja.

Tetapi, ia memahami bahwa penggunaan SBN punya kelebihan tersendiri, yakni bisa digunakan untuk anggaran apapun. Ini berbeda dengan pembiayaan bilateral atau multilateral, di mana pinjaman harus digunakan untuk kegiatan yang spesifik. Namun, kenaikan porsi SBN tentu bikin potensi risiko ke depan makin kentara.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi Menteri Keuangan Sri Mulyani karena bisa mengelola utang dengan baik. Salah satu bukti pengelolaan yang baik, lanjut dia, adalah tren pertumbuhan ekonomi yang terus membaik di tengah risiko global yang bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia, termasuk sisi fiskal.

Baca juga: Freeport Buka Suara Soal Eks Pekerja Menginap di Depan Istana

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,07 persen pada 2017. Kemudian, trennya naik ke angka 2018 menjadi 5,17 persen.

“Jelas pemerintah makin hati-hati, pengelolaan utang makin baik. Kami harus salut dengan Kemenkeu karena bisa menjaga pertumbuhan ekonomi, meski naiknya merangkak. Mereka (Kemenkeu) tentu akan mencari cara paling efektif mengurangi turbulensi akibat potensi risiko struktur utang yang meningkat,” imbuh dia.

Moody’s Turunkan Peringkat Utang Oman Jadi ‘Sampah’

Lembaga pemerintah Moody’s Investors Service menurunkan peringkat utang Oman di level rendah hingga menjadi pada status junk (sampah), yakni Ba1 dari semula Baaa3, dengan prospek peringkat negatif.

Negara di kawasan Timur Tengah yang berbatasan dengan Uni Emirat Arab itu disebut-disebut mengalami tantangan fiskal di tengah kondisi harga minyak yang moderat.

Baca juga: Awal 2019, Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp4.500 Triliun

Moody’s menurunkan peringkat penerbit surat utang jangka panjang dan obligasi senior tanpa jaminan Oman dari Baa3 menjadi Ba1. Level Baa3 sendiri merupakan peringkat tingkat investasi terendah Moody’s.

“Pendorong utama penurunan peringkat adalah perkiraan Moody’s bahwa ruang lingkup konsolidasi fiskal akan lebih terbatas secara signifikan oleh tujuan stabilitas ekonomi dan sosial pemerintah daripada yang seharusnya,” kata Moody’s seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, dua lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings dan S&P juga telah menurunkan peringkat Oman menjadi di level terendah dan tak bernilai.

Kas negara produsen minyak itu terpukul oleh kemerosotan harga minyak dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhirnya, defisit anggaran negara meningkat signifikan.

Baca juga: Freeport Buka Suara Soal Eks Pekerja Menginap di Depan Istana

Moody’s mengatakan Oman dapat menghadapi kerentanan ekonomi eksternal karena defisit fiskal yang luas berkontribusi pada defisit neraca berjalan. Hal itu meningkatkan ketergantungan Oman pada aliran modal masuk yang stabil dari pembiayaan luar negeri.

Prospek negatif mencerminkan risiko bahwa kesediaan investor asing untuk membiayai defisit Oman yang besar dengan biaya rendah semakin melemah. Hal itu memperburuk kondisi eksternal dan meningkatkan tekanan likuiditas pemerintah.

Oman menaikkan US$8 miliar dalam penjualan obligasi internasional tahun lalu, menutupi defisit 3 miliar rial (US$7,79 miliar) yang diproyeksikan terjadi pada anggaran negara 2018.

Baca juga: Vale Indonesia Masih Tunggu Arahan ESDM Soal Divestasi Saham

Pemulihan harga minyak tahun lalu mempersempit defisit anggaran sebesar 43 persen menjadi 1,87 miliar rial selama Januari hingga November.

Awal 2019, Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp4.500 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per akhir Januari mencapai sebesar Rp4.498,56 triliun. Angka ini meningkat 13,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3.958,66 triliun.

Berdasarkan data Kemenkeu, utang pemerintah sebagaian besar dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.702,77 triliun atau 82,31 persen dari total utang pemerintah. Utang pemerintah dalam bentuk SBN tersebut mencatat kenaikan 15,48 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp3.206,28 triliun.

Kemudian, sisa utang sebesar Rp759,97 triliun berasa dari pinjaman biasa seperti pinjaman luar negeri dan dalam negeri.

Baca juga; Freeport Buka Suara Soal Eks Pekerja Menginap di Jakarta

Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan posisi utang pemerintah adalah penarikan pembiayaan yang signifikan di awal tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penarikan pada awal tahun sempat melonjak lantaran pemerintah menerapkan strategi penarikan utang di awal tahun (front loading) karena memanfaatkan situasi pasar modal yang cukup kondusif.

Kendati demikian, rasio utang pemerintah terhadap PDB mencapai 30,1 persen.

Data yang dimilikinya, menunjukkan bahwa penarikan pembiayaan yang dilakukan sepanjang tahun ini mencapai Rp122,5 triliun atau lebih tinggi 353,7 persen dibanding Januari tahun sebelumnya yakni Rp27 triliun.

Baca juga: Vale Indonesia Masih Tunggu Arahan ESDM Soal Divestasi Saham

Kemudian, pembiayaan dilakukan karena defisit APBN per Januari sudah mencatat 0,28 persen dari PDB, atau sedekit lebih tinggi dibanding Januari tahun lalu 0,25 persen dari PDB.

“Jadi memang di awal tahun kami sudah lakukan front loading dalam rangka antisipasi kondisi pasar dan kesempatan yang cukup preferable di awal tahun ini,” terang Sri Mulyani, Rabu (20/2).