Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Jamkrindo menjamin kredit pada 1.473 UMKM. PT Jamkrindo mencatat penjamin kredit modal kerja (KMK) UMKM dalam rangka login joker123 pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 24 Agustus 2020 mencapai Rp 849,79 Miliar.

“Penerbitan sertifikasi penjaminan sekitar Rp 849,79 miliar kepada 1.473 pelaku UMKM hingga 24 Agustus 202,” papar Direktur Bisnis dan Penjaminan Jamkrindo, Amin Mas’udi seperti dikutip dari Antara, Senin (24/8/2020).

Ia mengharapkan nilai penerbitan sertifikasi itu dapat terus bertambah sesuai yang ditargetkan yakni sebesar Rp 18,4 triliun.

“Harapan kami UMKM bisa cepat akses kredit dan manfaatkan sehingga ekonomi cepat pulih,” ucapnya.

Baca Juga : Inovasi UMKM Ubah Sawit Menjadi Hand Sanitizer

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, lanjut dia, UMKM merupakan salah satu lokomotif pendorong ekonomi nasional. Maka itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan modal kerjanya.

“Yakinlah bahwa UMKM tidak jalan sendiri, pemerintah terus support dan memberikan solusi. Berbagai kebutuhan permodalan sudah tidak lagi menjadi isu bagi UMKM saat ini,” katanya.

Ia mengemukakan untuk nilai kredit hingga Rp 1 miliar, otomatis akan langsung dijamin live22 Jamkrindo setelah dianalisa pihak bank.

Sedangkan, nilai kredit Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar dikenakan agunan sesuai ketentuan perbankan dan akan dianalisah oleh Jamkrindo dan perbankan.

“Kredit di bawah Rp 1 miliar tidak ada agunan, dapat diganti dengan penjaminan dari Jamkrindo,” ucapnya.

Baca Juga : BI Resmi Terbitkan Pecahan Nominal Rp 75 ribu

Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan, Heri Setiawan mengatakan bahwa penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM untuk menurunkan risiko kredit akibat COVID-19.

“Plafon kredit maksimum Rp 10 miliar per debitur. Fasilitas ini cukup besar disediakan agar UMKM survive, bahkan dapat menjadi lokomtif pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menyampaikan cakupan penjaminannya hingga 80 persen dan sisanya 20 persen ditanggung perbankan. Sementara tenor pinjaman sama dengan tenor penjaminan joker123 maksimum tiga tahun.

Ia menambahkan tarif imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar 7,65 persen per tahun dibayar sampai dengan akhir pinjaman (besaran tarif IJP memperhitungkan proyeksi NPL 20 persen).

“Tarif IJP tersebut akan dievaluasi setiap enam bulan dan berlaku untuk kredit yang diberikan sesudahnya,” paparnya.

China Bakal Guyur Dana ke Bank Untuk Kerek Penyaluran Kredit

China bakal guyur dana ke bank untuk kerek penyaluran kredit. Perdana Menteri China Li Keqiang memberikan sinyal akan menyuntikkan lebih banyak uang ke sistem perbankan. Hal itu dilakukan untuk mengerek penyaluran kredit usaha kecil, sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat laju ekonomi.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua yang dilansir dari AFP, Selasa (24/12), suntikan dana maxbet itu akan diberikan melalui pemangkasan giro wajib minimum perbankan. Dengan pemangkasan tersebut bank akan memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan sebagai pinjaman.

Baca juga : Jokowi Resmikan Program B30 Ditemani Ahok

Pernyataan itu disampaikan Li Saat mengunjungi sebuah bank di Chengdu, provinsi Sichuan, China.

Li mengaku menaruh perhatian pada pembiayaan usaha mikro dan kecil. Karenanya, pemerintah akan mencari cara untuk mendukung bank berskala kecil dan medium.

China, sambung Li, akan mengkaji pemangkasan giro wajib minimum dan pemangkasan suku bunga untuk mengurangi kesulitan dan tingginya biaya secara signifikan.

Ekonomi China menghadapi tantangan berat tahun ini di mana lajunya merupakan yang terendah selama tiga dekade yang terakhir situs judi online.

Perlambatan itu tidak lepas dari berlarutnya perang dagang dengan AS dan melemahnya permintaan global.

Bulan ini, China-AS telah menyetujui kesepakatan perdagangan mini yang meredakan tensi perdagangan kedua negara. Kesepakatan tersebut diharapkan bisa membantu mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu.

Baca juga : Saham Sektor Energi Paling Anjlok di AS Sepanjang 2019

Pada awal pekan ini, pemerintah China menyatakan bakal memangkas tarif impor untuk 850 produk mulai Januari 2020, beberapa di antaranya babi, keju, farmasi, dan komponen telepon pintar.

Sejumlah analis memperkirakan pemerintah China akan berupaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agen sbobet tahun depan. Hal itu salah satunya dilakukan dengan relaksasi moneter secara moderat.

Pada Oktober lalu, bank sentral China telah memangkas giro wajib minimum perbankan. Kebijakan itu menyuntikkan dana sebesar US$126 miliar ke perbankan untuk mendorong kredit usaha kecil dan menengah.

OJK Optimistis Kredit Tumbuh 11-13 Persen

Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim peluang pertumbuhan kredit di rentang 11 persen – 13 persen pada 2019 semakin terbuka, setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan penurunan suku bunga acuan akan menjadi amunisi yang bagus bagi industri perbankan. Permintaan kredit akan semakin menggeliat dari periode sebelumnya.

“Untuk pertumbuhan kredit kami optimistis masih bisa, apalagi sentimennya ke Indonesia cukup bagus,” papar Wimboh, Rabu (24/7).

Baca juga: Dampak Pemotongan Pajak Rumah Mewah Belum Terlihat

Selain itu, penopang pertumbuhan kredit lain berasal dari keputusan BI yang menurunkan Giro Wajib Minuman (GWM) Rupiah sebesar 0,5 persen. Dengan pelonggaran likuiditas itu, beban biaya (cost of fund) perusahaan semakin rendah sehingga bunga kredit pun ikut murah.

“Kami sempat pesimis tapi dengan pelonggaran GWM, tapi sekarang sudah diturunkan juga,” ujar dia.

Terkait ekonomi global, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan pihaknya akan terus memonitor dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China terhadap industri perbankan. Namun, sejauh ini ia mengklaim belum ada pengaruhnya ke bisnis perbankan.

“Belum ada (pengaruhnya). Risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga baik. Perbankan sudah antisipasi,” ucap Heru.

Sebagai informasi, OJK mencatat pertumbuhan kredit sepanjang semester I 2019 sebesar 9,92 persen secara tahunan. Sejumlah sektor yang menopang kenaikan kredit, antara lain sektor listrik, air, gas, konstruksi, dan pertambangan.

Baca juga: The Fed Beri Sinyal Kuat Pangkas Suku Bunga

Kemudian, NPL gross industri perbankan berada di level 2,5. Realisasi itu diklaim OJK yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah yang dihimpun naik sebesar 7,42 persen secara tahunan. Capaian itu ditopang oleh pertumbuhan deposito dan perbankan.