AS dan China Resmi Teken Kesepakatan Damai Dagang Fase I

Setelah sekitar dua tahun berperang, Amerika Serikat dan China akhirnya meneken kesepakatan damai dagang fase pertama pada Rabu (15/1).

Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, menandatangani kesepakatan damai dagang itu dalam pertemuan di Gedung Putih.

Sebagaimana dilansir AFP, dalam salah satu poin dalam kesepakatan itu, China sepakat membeli barang dari AS senilai setidaknya US$200 miliar.

Baca juga : AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepakatan Dagang II

Kesepakatan itu tambahan US$32 miliar untuk pembelian produk pertanian dan makanan laut, hampir US$78 miliar untuk barang-barang pabrik seperti pesawat, mesin, dan baja, juga US$52 miliar untuk produk energi.

Untuk mencapai nilai kesepakatan judi online itu, China dan AS memasang target setiap tahun. Untuk produk pabrik, misalnya, China harus mencapai target pembelian US$32,9 di tahun pertama dan US$44,8 miliar di tahun selanjutnya.

Sementara itu, di pos agrikultur, target yang dipasang senilai US$12,5 miliar di tahun pertama dan dilanjutkan dengan US$19,5 miliar.

Di sektor energi, target tahun pertama dipatok US$18,5 miliar, dan selanjutnya US$33,9 miliar. Pada sektor layanan, target dipasang US$12,8 miliar dan US$25,1.

Meski kesepakatan fase I ini sudah diteken, AS akan tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.

Namun, AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

Kesepakatan fase I ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik setelah kedua negara terlibat perang dagang yang juga menyeret perekonomian global.

Berdasarkan data terbaru login joker123, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Preside Donald Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama Washington.

AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepatakan Dagang II

Ekonomi – Amerika Serikat (AS) tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga kesepakatan perdagangan fase II tercapai. Hal itu diungkap oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa (14/1), sehari sebelum kedua negara menandatangani kesepakatan fase I.

Presiden AS Donald Trump, sambung Mnuchin, akan mempertimbangkan pelonggaran tarif jika kedua negara segera menyelesaikan perjanjian lanjutan.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

“Jika presiden (Trump) mendapatkan (kesepakatan perdagangan) fase 2 dengan cepat, dia akan mempertimbangkan untuk melepaskan tarif sebagai bagian dari fase 2,” kata Mnuchin.

Sebagai catatan, setelah tercapai kesepakatan fase I tercapai, AS setuju untuk menangguhkan tarif situs judi online pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Rencananya, Trump akan meneken kesepakatan perdagangan fase I dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada Rabu (15/1) pukul 11.30 pagi, waktu setempat.

Komentar Mnuchin membuat pasar khawatir tentang kesepakatan perdagangan kedua negara. Sebab, seperti laporan Bloomberg yang dilansir oleh Antara, tarif AS masih tetap berlaku sampai Pilpres AS November 2020. Imbasnya, saham di bursa AS tertekan.

Sebagai catatan, perang dagang antara kedua negara telah menyeret perekonomian global. Data terbaru, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Baca juga : Total Penyerapan Tenaga Kerja AS 2019 Melambat

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama indomaxbet Washington.

Rencananya, semua poin kesepakatan perdagangan fase I akan dipublikasikan pada Rabu (15/1), waktu setempat, kecuali lampiran terkait rincian produk dan jasa AS yang akan dibeli oleh China.

“Tidak ada perjanjian lisan atau tertulis lainnya antara Amerika Serikat dan China tentang masalah ini, dan tidak ada kesepakatan untuk pengurangan tarif di masa depan. Setiap rumor yang bertentangan pasti salah,” ujar Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dalam pernyataan bersama.

BI Ingin Trump Lengser Karena Membuat Ekonomi Tidak Kondusif

Bank Indonesia (BI) berharap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump segera lengser. Sebab, ia menjadi sumber dari ketidakpastian ekonomi global.

“Mudah-mudahan Trump diganti. Ia sumber utama kondisi global yang tidak kondusif,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Endy Dwi Cahyono dalam Pelatihan Wartawan BI di Manggarai Barat, NTT, Senin (9/12).

Salah satu polah Trump yang menjadi perhatian dunia live22 adalah sikap proteksionisme yang memantik perang dagang dengan China sejak tahun lalu. Perang dagang antara kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia ini menjadi salah satu faktor pengerek pertumbuhan ekonomi global.

Baca juga : Orang Kaya Pertama Dari Afrika Selatan

Sebagai catatan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini hanya akan berkisar 3 persen, lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai 3,6 persen. Perlambatan juga terjadi pada pertumbuhan ekonomi AS yang diramal merosot dari 2,9 menjadi 2,3 persen dan China dari 6,6 persen menjadi 6,2 persen.

Imbasnya, permintaan ekspor sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia, turun. Endy menyebut laju volume perdagangan dunia cuma tumbuh 2,6 persen hingga 3 persen tahun ini, di bawah beberapa tahun lalu yang biasanya di atas pertumbuhan ekonomi.

“(Penurunan volume perdagangan global) ini berdampak pada penurunan harga komoditas ekspor. Ini berdampak ke ekonomi Indonesia. 2018, harga komoditas ekspor kita turun 2,8 persen. 2019, turun lebih dalam 4 persen,” jelasnya.

Saat ini, kedua negara situs judi online masih berupaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan (trade deal) fase I. Namun, pelaku pasar pesimistis kesepakatan itu terjadi sebelum akhir tahun.

Menurut Endy, Trump seharusnya mendukung kesepakatan dagang segera tercapai. Sebab, popularitasnya kalah dari kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat jelang Pemilihan Presiden AS 2020.

“Enggak tahu ini masalah strategi atau masalah timing-nya (kesepakatan dagang). Kapan akan dilakukan kami masih belum tahu,” tuturnya.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan AS dan China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Konsekuensinya, perlambatan pertumbuhan ekonomi di kedua negara akan menekan permintaan ekspor dalam negeri.

Baca juga : Rupiah Naik Terdorong Data Ekonomi AS

Ia mengingatkan setiap penurunan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1 persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot 0,05 persen. Kemudian, setiap penurunan laju ekonomi China, laju pertumbuhan ekonomi terseret 0,27 persen.

“Artinya, setiap 1 persen penurunan pertumbuhan ekonomi AS dan China, ekonomi Indonesia turun 0,32 persen,” ujar Ryan di tempat yang sama.

Lebih lanjut, ia menyorot setiap kali Trump mengunggah cuitan melalui akun Twitter resminya, pelaku pasar akan bereaksi. Untuk itu, sebagai kepala negara sbobet, Trump seharusnya lebih bijaksana dalam menyampaikan narasinya.

Rupiah Naik Terdorong Data Ekonomi AS

Rupiah naik terdorong data ekonomi AS. Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.094 per dolar AS pada Kamis (5/12) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibanding Rabu (4/12) yang berada di Rp14.120 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (4/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,50 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan dolar Taiwan serta ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura juga menguat tipis 0,03 persen.

Baca juga : AS Ancam Kenakan Tarif Impor Baja Asal Brasil dan Argentina

Pelemahan hanya dialami yen Jepang sebesar 0,05 persen, dan bath Thailand sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro sama-sama menguat 0,03 persen, diikuti oleh dolar Kanada sebesar 0,11 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia sebesar 0,11 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan nilai rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan situs judi online AS dan China yang dikabarkan mulai mereda.

“Ada potensi penguatan rupiah hari ini karena ada sumber yang dikutip Bloomberg mengatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, meski ada keterangan politik akibat dirilisnya UU Hong Kong dan RUU Xinjiang oleh AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan negosiasi kini dalam tahap membicarakan berapa jumlah tarif yang dapat dihapus. Dengan demikian, pasar mulai optimis bahwa kesepakatan fase 1 antara kedua negara diperkirakan sudah dekat.

Baca juga : Ekspor Ikan Hias Berpotensi Anjlok 20 Persen Tahun Ini

Selain itu, Ariston menjelaskan bahwa penguatan rupiah juga dibantu oleh rilis data Tenaga Kerja Non Farm Payroll versi ADP dan Data Indeks non manufaktur versi ISM yang dibawah ekspektasi.

“Kedua data AS ini melemahkan dollar AS,” ucapnya.

Namun demikian, Ariston merasa pasar masih mewaspadai perkembangan negosiasi dagang sbobetuk ini. Menurutnya, pernyataan yang negatif dapat membalikkan situasi.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS.

AS-China Sepakati Sebagian Perundingan Perang Dagang

Perundingan perang dagang. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Wakil Presiden China, Liu He, dilaporkan menyepakati sebagian persyaratan dalam perundingan untuk mengakhiri perang dagang. Ada enam prinsip agen sbobet yang disepakati kedua belah pihak.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/10), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan kemungkinan kesepakatan tahap pertama itu bakal diteken bersama dengan perwakilan China di sela-sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Chile, pada November mendatang.

“Kami sudah mencapai kesepahaman dalam beberapa masalah mendasar, tetapi tentu saja masih ada hal yang dikerjakan. Kami tidak akan menandatangani perjanjian jika kami tidak bisa mendapatkan dan menyampaikan kepada presiden bahwa semua tercantum di atas kertas,” kata Mnuchin.

Baca juga: Kegiatan Usaha Kuartal III 2019 Tumbuh Melambat

Mnuchin menyatakan Liu dan pemerintah China harus kembali untuk melakukan tugas lain demi memenuhi kesepakatan yang diajukan dalam meja perundingan.

Selain itu, China dilaporkan menaikkan jumlah pembelian hasil pertanian AS hingga US$40 miliar sampai US$50 miliar. Padahal dua tahun lalu, sebelum perang dagang terjadi, China hanya mengimpor hasil pertanian AS sebesar US$19,5 miliar.

Bahkan tahun dewavegas lalu mereka hanya mengimpor hasil agrikultur AS sebesar US$9 miliar.

Terkait persoalan nilai mata uang dan jasa keuangan, Mnuchin menyatakan AS dan China sepakat untuk saling terbuka terhadap pasar mata uang dan kebijakan pasar bebas.

“Kami juga menyetujui soal jasa keuangan dan China membuka pasar mereka untuk jasa keuangan kami. Mata uang menjadi perhatian utama kami, dan kami sepakat untuk saling terbuka terkait pasar valas dan pasar bebas, kami senang akan hal itu,” ujar Mnuchin.

Baca juga: Jokowi Tawarkan Proyek dan Kerjasama Keuangan ke Singapura

Di sisi lain, Trump menyatakan AS dan China sudah sepakat terkait hal hak intelektual.

Sedangkan persoalan terkait syarat transfer teknologi qq338 antara AS dan China sampai saat ini belum mencapai kesepakatan.

Juru Runding dan Perwakilan Kementerian Perdagangan AS, Robert Lighthizer, menyatakan dengan hasil perundingan itu AS memutuskan tidak bakal menaikkan tarif itu pada 15 Desember mendatang.

Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu di G20

Ekonomi – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas hubungan dagang dua negara dalam KTT G20 yang akan digelar di Jepang pekan depan. Kepastian tersebut ia sampaikan melalui akun twitternya setelah ia melakukan percakapan dengan Presiden Xi.

Kepastian tersebut menghidupkan kembali harapan damai atas perang dagang yang sedang berlangsung antara dua negara.

“(Saya) telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China. Kami akan mengadakan pertemuan diperpanjang minggu depan di G20 di Jepang,” kata Trump dalam posting di Twitter seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/6).

Trump mengatakan tim dari baik AS dan China saat ini tengah membuat persiapan dan bertemu sebelum ia dan Presiden Xi bertemu. Selain dari Trump, kepastian soal pertemuan tersebut juga diberikan oleh China.

Baca juga:  China Siap Balas Ancaman Tarif Baru AS

Sayang, pejabat Gedung Putih menolak untuk menjelaskan secara terperinci persiapan atau hasil yang diharapkan dari pertemuan Trump dengan Xi Jinping di Jepang.

Tapi mereka menegaskan kedua belah pihak menegaskan kembali posisi yang telah lama dipegang: pejabat AS menyerukan perubahan struktural dalam ekonomi Tiongkok serta bagaimana Beijing memperlakukan bisnis AS. Sementara itu China menyerukan dialog dalam menyelesaikan perselisihan dagang, bukan tarif mahal.

AS dan China sejak pertengahan 2018 lalu berselisih dagang. Sejak awal 2019 lalu, mereka berupaya untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Namun, bulan lalu upaya tersebut menemui jalan buntu. Trump menuduh China tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan konflik dagang tersebut.

Atas dasar itulah, Trump memberlakukan kenaikan tarif pada produk China senilai US$200 miliar menjadi 25 persen dan mengancam untuk mengenakan tarif tambahan kepada produk China senilai US$300 miliar.

Baca juga: Anggaran Kemensos Sudah Terpakai 47 Persen

Presiden Trump menyatakan siap memberlakukan tarif baru pada produk dari China jika tak dapat membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan Presiden Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Tak mau kalah, China menyatakan akan merespons ‘serangan’ AS tersebut. “China tidak ingin berperang, tetapi kami tidak takut perang. Jika Amerika Serikat hanya ingin meningkatkan friksi perdagangan, kami akan dengan tegas menanggapi dan berjuang sampai akhir,” ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/6).