Luhut Sebut Perusahaan Properti Hong Kong Lirik RI

Perusahaan properti Hong Kong lirik RI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan perusahaan asal Hong Kong Lan Kwai Fong Group menyatakan minatnya untuk investasi di Indonesia. Bahkan, pimpinan Lan Kwai Fong Group Alian Zeman telah menyambangi kantor Luhut pada Jumat (8/11).

“Alian (Alian Zeman) itu orang Hong Kong, dia mau taruh duitnya kemari, mau investasi di properti dalam hotel,” katanya, Jumat (8/11).

Untuk diketahui, Lan Kwai Fong Group merupakan grup perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Mulai dari properti, F&B, ritel, leisure, hiburan, sbobet dan investasi.

Baca juga: Jokowi Meminta Ibu Kota Baru Jadi Kota Bisnis Bebas Emisi

Sebagai perusahaan kawakan, Luhut menuturkan Lan Kwai Fong Group menawarkan investasi dalam jumlah besar, meskipun belum merinci angkanya. Investasinya akan diarahkan kepada sektor properti dan pengembangan pariwisata.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan kepada pengembangan ibu kota baru jika pihak Lan Kwai Fong Group berminat.

“Saya bilang kau bawa berapa miliar dolar begitu, saya tidak mau ratus juga dolar,” ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal menuturkan investor China juga berminat untuk menanamkan modal di Indonesia, salah satunya jalan tol. Namun demikian, perusahaan belum menentukan ruas jalan tol mana yang akan mendapatkan kucuran dana.

“Dia baru mau lihat peluang investasi di Indonesia, salah satunya tol road. Jadi kami kasih gambaran saja,” ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Ancam Pidana Importir Sampah

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan dapat mengoperasikan jalan tol sepanjang 2.500 kilometer (km) pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2020-2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan untuk membangun tol sepanjang 2.500 km tersebut pemerintah membutuhkan dana kurang lebih Rp275 triliun-Rp350 triliun. Kebutuhan dana itu memperhitungkan biaya pembangunan jalan tol Rp110 miliar-Rp150 miliar per km.

Prediksi kebutuhan dana itu belum memperhitungkan pembangunan link alternatif sbobet jalan tol layang (elevated) sebesar Rp300 miliar per km.

“Jadi memang kebutuhan untuk pembangunan jalan tol ke depan tidak kurang dari Rp270 triliun-Rp350 triliun,” ujar Basuki.