Pagi Ini Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.500

Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (31/8/2020). Demikian juga rupiah yang menguat pada awal perdagangan di pasar spot.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot live22 mengawali pekan dengan menguat ke kisaran 14.500.

Baca juga : IHSG Diproyeksikan Menguat Kembali Hari Ini

Melansir data Bloomberg, rupiah dibuka menguat pada level Rp 14.534 per dollar AS, atau naik 98 poin (0,87 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.632 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, rupiah ditopang sentimen positif dari indikasi kebijakan pelonggaran moneter yang lebih lama dan mungkin lebih agresif dari Bank Sentral AS untuk membantu pemulihan ekonomi AS.

“Nilai tukar rupiah mungkin masih akan mendapatkan sentimen positif dari sikap The Fed, yang mendorong pelemahan nilai tukar dollar AS, dan bisa membantu penguatan aset berisiko termasuk rupiah,” kata Ariston.

Meskipun berpotensi menguat, namun penguatan rupiah akan tertekan akibat jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah.

Ariston memproyeksikan login live22 rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.550 per dollar AS sampai dengan Rp 14.750 per dollar AS.

Sementara itu IHSG di Bursa Efek Indonesia pagi ini bergerak di zona hijau. Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.366,2 atau naik 19,54 poin (0,37 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.346,65.

Baca juga : Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Sebanyak 195 saham melaju di zona hijau dan 89 saham di zona merah. Sedangkan 133 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 674,4 miliar dengan volume 1,25 miliar saham.

Sementara bursa saham Asia pagi ini juga berada di zona positif. Seperti indeks Hang Seng Hong Kong yang naik 1,51 persen, indeks Komposit Shangshai menguat 0,72 persen, indeks Nikkei bertambah 1,97 persen, dan indeks Strait Times meningkat 0,72 persen.

BI Ramalkan Rupiah Akan Perkasa Tahun Ini

Ekonomi – Bank Indonesia memberikan prediksi bahwa nilai tukar rupiah telah mulai menguat pada tahun ini, prospek yang sangat baik ini memungkinkan memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi global dan nasional dari pada tahun sebelum 918kiss nya.

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI “Bank Indonesia” mengatakan bahwa ekonomi masyarakat secara global meningkat dari 3,1 persen menjadi 3,2 persen dimana ini adalah angka yang cukup besar. Memiliki perkembangan tersebut teridentifikasi dari pada kesepakatan harga barang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Baca Juga : Sektor Industri Dasar Angkat IHSG ke Level 6.249

Sementara pertumbuhan ekonomi nasional seperti Indonesia tersendiri di perkirakan berada pada angka 5,3 persen atau titik perhitungannya dari 5,1 sampai pada 5,5 persen untuk tahun ini. perkembangan ini sangat baik sekali dari perkiraan laju ekonomi tahun lalu dengan perbandingan yaitu diatas 5 persen untuk sementara di tahun 2020.

Meningkatkan harga barang dagang juga telah di ramal sangat terjaga rendah pada perkiraan 3 sampai pada 1 persen plus dan minus. Neraca Pembayaran Indonesia juga sangat eklusif karena aliran modal asing ke tanah air dalam beberapa waktu terakhir ini sangat deras.

Disisi lain juga, Perry menekankan bahwasanya kekuatan mata uang rupiah bisa memberi dampak sangat posifit kepada perkonomian nasional. pasalnya, selain dari dapatnya produksi industri menjadi efisien yang awalnya berbahan baku impor, rupiah juga bisa memberikan kestabilisasi pada mekanisme pasar.

Keinginan yang selama ini di mimpikan oleh seluruh warga indonesia terhadap realisasi pengiriman barang keluar negeri bisa meningkat. Ditambah lagi prospek meningkatnya permintaan dari global untuk produk-produk indonesia selaku salah satu mitra dagang.

Baca Juga : Data Ekonomi China Akan Bebani IHSG Pada Awal Pekan

Awalnya, Bank central Nasional memproyeksi kurs mata uang rupiah berada pada posisi Rp. 13.900 sampai pada Rp. 14.400 per dolar Amerika Serikat. Berdasarkan perdagangan pada hari ini kurs rupiah berada pada posisi Rp.13.639 per dolar Amerika Serikat, sedangkan referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate menempatkan pada posisi Rp.13.626.

Perry juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan memberikan dampak positif bagi Indonesia kedepannya, dengan penguatan rupiah juga akan mendorong investasi dalam negeri. Hal ini dikatakan ketika ia diwawancarai salah satu stasiun indomaxbet televisi internasional CNN.

Konflik Panas Iran-AS Kerek Rupiah ke Rp13.680

Ekonomi – Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.860 per dolar AS atau sebesar 0,29 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (9/1) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.900 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (8/1).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea menguat sebesar 0,85 persen ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan baht Thailand 0,12 persen.

Sementara, pelemahan terhadap dolar AS terjadi pada yen Jepang sebesar 0,10 persen, lira Turki 0,05 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen.

Baca juga : Harga Emas Nyari Sentuh Rp800 Ribu per Gram

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,10 persen, dolar Australia menguat 0,11 persen, dolar Kanada 0,04 persen, diikuti euro yang menguat sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.

Kendati menguat, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah akan kembali melemah hari ini disebabkan oleh sentimen hubungan situs judi online Iran dengan AS yang masih panas.

“Kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik antara AS dan Iran masih ada, sehingga mungkin rupiah dapat kembali melemah hari ini,” kata Ariston.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah merespon serangan Iran ke pangakalan AS. Trump menyebut langkah Iran merupakan hal yang sia-sia, dan akan membuat Iran mundur.

Trump pun kemudian mengaku akan memberlakukan sanksi baru kepada Iran. Namun dia belum mengungkapkan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Iran. AS sampai saat ini masih menimbang sanksi seperti apa yang akan diberlakukan.

Baca juga : IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Akhir Tahun

Diketahui, terdapat serangan militer balasan dari Iran ke basis militer AS di Irak dengan cara menembakkan beberapa rudal, pada Rabu (8/1) dini hari.

Menurut Ariston, serangan balasan sbobetuk ini bisa memicu aksi saling balas, dan dapat berujung perang di Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi perekonomian secara global.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.800 hingga Rp13.950 per dolar AS pada hari ini.

Rupiah Naik Terdorong Data Ekonomi AS

Rupiah naik terdorong data ekonomi AS. Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.094 per dolar AS pada Kamis (5/12) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibanding Rabu (4/12) yang berada di Rp14.120 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (4/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,50 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan dolar Taiwan serta ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura juga menguat tipis 0,03 persen.

Baca juga : AS Ancam Kenakan Tarif Impor Baja Asal Brasil dan Argentina

Pelemahan hanya dialami yen Jepang sebesar 0,05 persen, dan bath Thailand sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro sama-sama menguat 0,03 persen, diikuti oleh dolar Kanada sebesar 0,11 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia sebesar 0,11 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan nilai rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan situs judi online AS dan China yang dikabarkan mulai mereda.

“Ada potensi penguatan rupiah hari ini karena ada sumber yang dikutip Bloomberg mengatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, meski ada keterangan politik akibat dirilisnya UU Hong Kong dan RUU Xinjiang oleh AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan negosiasi kini dalam tahap membicarakan berapa jumlah tarif yang dapat dihapus. Dengan demikian, pasar mulai optimis bahwa kesepakatan fase 1 antara kedua negara diperkirakan sudah dekat.

Baca juga : Ekspor Ikan Hias Berpotensi Anjlok 20 Persen Tahun Ini

Selain itu, Ariston menjelaskan bahwa penguatan rupiah juga dibantu oleh rilis data Tenaga Kerja Non Farm Payroll versi ADP dan Data Indeks non manufaktur versi ISM yang dibawah ekspektasi.

“Kedua data AS ini melemahkan dollar AS,” ucapnya.

Namun demikian, Ariston merasa pasar masih mewaspadai perkembangan negosiasi dagang sbobetuk ini. Menurutnya, pernyataan yang negatif dapat membalikkan situasi.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS.

Komentar Trump Buat Rupiah Keok

Komentar Trump buat rupiah keok. Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.104 per dolar AS atau sebesar 0,06 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (21/11) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.094 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (20/11).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,51 persen, ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Turki 0,05 persen serta dolar Singapura 0,03 persen.

Baca juga : Sentimen AS-China Kerek Rupiah Pagi Ini

Selanjutnya, peso Filipina terpantau melemah 0,10 persen, bath Thailand dan dolar Hong Kong juga melemah dengan 0,01 persen. Hanya yen Jepang yang terpantau menguat 0,2 persen.

Kemudian di negara maju situs judi online, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan Euro terpantau menguat dengan nilai masing-masing 0,03 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada melemah dengan masing-masing nilai sebesar 0,11 dan 0,19 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih disebabkan kemunduran dalam negosiasi dagang antara AS dan China.

“Semalam Trump (Presiden AS Donald Trump) memberikan komentar negatif bahwa China tidak selaras dengannya dalam negosiasi,” kata Ariston saat dihubungi.

Baca juga : ISEF 2019 Catat Transaksi Bisnis Rp22,63 Triliun

Menurut Ariston, kemungkinan China akan merespon dengan menginginkan penghapusan tarif impor yang lebih besar. Selain itu, lanjut Ariston, lolosnya RUU Hong Kong di Senat dan DPR AS juga meningkatkan sentimen negatif dan menambah ketegangan AS dan China.

“Pasar masih menunggu Presiden Trump, apakah RUU ini akan ditandatangani atau ditolak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat kemungkinan rupiah sbobetuk akan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS pada hari ini.

Sentimen AS-China Kerek Rupiah Pagi Ini

Sentimen AS-China membuat nilai tukar rupiah berada di level Rp14.085 per dolar AS atau menguat 0,04 persen pada perdagangan pasar spot, Rabu (20/11) pagi. Sebelumnya, kurs rupiah berada di Rp14.090 per dolar AS pada penutupan pasar Selasa (19/11).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang maxbet di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,17 persen, lira Turki 0,16 persen, peso Filipina 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen, dan dolar Singapura 0,04 persen.

Baca juga : ISEF 2019 Catat Transaksi Bisnis Rp22,63 Triliun

Selanjutnya, yuan China melemah 0,03 persen, dan yen Jepang melemah tipis 0,02 persen. Sementara itu, baht Thailand dan dolar Hong Kong berada di posisi stagnan terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terpantau melemah 0,06 persen, dolar Australia dan dolar Kanada juga keok dengan masing-masing nilai sebesar 0,05 dan 0,08 persen. Penguatan hanya terjadi pada euro, yang menguat tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah masih disebabkan oleh sentimen negosiasi dagang situs judi online AS-China.

“Perkembangan baru semalam bahwa AS melunak dan akan mempertimbangkan penghapusan tarif, meredakan kekhawatiran pasar,” kata Ariston saat dihubungi.

Baca juga : Siapkan Bantalan Saat Gaji Tidak Naik

Kendati demikian, Ariston mengatakan risiko pelemahan masih membayangi rupiah. Sebab, muncul laporan bahwa Senat AS telah meloloskan RUU hak asasi Hong Kong, yang berpotensi mengganggu jalannya negosiasi.

“AS dianggap mengintervensi masalah internal China, jadi kekhawatiran masih ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat nilai tukar rupiah agen sbobet berpotensi bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14.100 per dolar AS hari ini.

Pengumuman Kabinet Indonesia Maju Kerek Nilai Tukar Rupiah

Pengumuman kabinet Indonesia Maju. Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.035 per dolar AS pada Rabu (23/10) pagi. Posisi tersebut menguat 0,04 persen dibandingkan Selasa (22/10) kemarin, Rp14.040 per dolar AS.

Namun, sejumlah mata uang maxbet di kawasan Asia Pasifik terpantau melemah terhadap dolar AS. Untuk baht Thailand melemah 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,05 persen, dan dolar Singapura melemah 0,01 persen.

Sementara itu, beberapa mata uang negara di Kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Untuk won Korea melemah 0,29 persen, yuan China melemah 0,06 persen.

Baca juga: Pelantikan Jokowi Beri Berkah Terhadap Saham Sektor Konstruksi

Penguatan hanya dialami oleh yen Jepang yang naik 0,07 persen, dan rupee India 0,29 persen, sementara dolar Hong Kong terpantau stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

Di negara maju, pergerakan mata uang dewavegas terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Tercatat dolar Australia menguat 0,04 persen, dan euro 0,01 persen. Sementara pelemahan terjadi pada kurs poundsterling Inggris sebesar 0,03 persen, dan dolar Kanada sebesar 0,02 persen.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari penyusunan kabinet kerja Jokowi jilid 2.

“Terutama setelah pasar mengetahui Sri Mulyani masih menjadi Menkeu. Pasar rupanya mempercayai kemampuan Sri Mulyani untuk mengawal kebijakan fiskal Jokowi,” kata Ariston.

Baca juga: Menaker Pastikan Kenaikan UMP Ditentukan Sesuai Aturan

Setelah itu, Ariston mengatakan andil dari melempemnya kesepakatan Brexit berpotensi menahan laju penguatan rupiah qq338.

“Semalam parlemen Inggris kembali mementahkan proposal kesepakatan Boris Johnson dan memaksa perpanjangan waktu Brexit,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi akan bergerak di kisaran Rp14.000 sampai dengan Rp14.100 hari ini.

Ekonomi AS Melemah, Rupiah Naik ke Rp14.144 per Dolar

Ekomoni AS melemah. Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.144 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat (4/10) pagi. Posisi ini menguat 0,2 persen dibanding penutupan pada Kamis (3/10) yakni Rp14.172 per dolar AS.

Pagi hari ini, mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, bath Thailand menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,06 persen.

Baca juga: DPR dan Pemerintah Bentuk Tim Percepat Pembahasan RUU Materai

Kemudian, yen Jepang menguat 0,09 persen, peso Filipina menguat 0,4 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,53 persen. Sementara itu, mata uang negara maju juga menguat terhadap dolar AS. Euro menguat 0,13 persen, poundsterling Inggris menguat 0,14 persen, dan dolar Australia menguat 0,18 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan penguatan rupiah disebabkan karena investor mulai wanti-wanti dengan tanda-tanda pelemahan ekonomi yang tak henti-henti menghantam AS selama pekan ini.

Pertama, data Institute for Supply Management menunjukkan indeks manufaktur AS berada di angka 47,8 pada September, yang merupakan level terendah dalam 10 tahun terakhir. Kedua, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan bahwa perusahaan swasta hanya menambah 135 ribu pekerjaan pada September atau lebih rendah dibanding data Agustus yakni 157 ribu pekerjaan.

Nasib kurang mujur kembali terjadi pada Kamis (3/10), dimana Institute for Supply Management juga mencatat indeks jasa AS pada September di angka 52,6 atau turun dibanding bulan sebelumnya yakni 56,4.

“Jika data Indeks sektor jasa AS, di bawah estimasi, dolar AS bisa melemah lagi karena tren turun tingkat imbal hasil obligasi AS berlanjut. Kemarin selama dua hari beruntun data-data ekonomi AS berada di bawah ekspektasi pasar,” jelas Ariston.

Baca juga: Program Sejuta Rumah Terancam Meleset

Sementara itu, Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar berujar bahwa pelaku pasar pun sudah menempuh aksi ambil untung (profit taking) menjelang data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll/NFP) yang akan diumumkan akhir pekan ini. Angka ketenagakerjaan AS dianggap penting lantaran menjadi acuan bank sentral AS The Fed untuk menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

“Pasar masih wait and see, mulai mengambil sikap hati-hati karena ada data NFP serta langkah AS yang mempersiapkan tarif baru untuk Uni Eropa. Sehingga range rupiah hari ini di kisaran Rp14.150 per dolar AS hingga Rp14.200 per dolar AS,” tutur Deddy.