6,35 Juta Debitur Dapat Tambahan Subsidi Bunga KUR

6,35 juta debitur dapat tambahan subsidi bunga KUR. Pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai akhir Desember 2020. Kebijakan ini dibuat dalam rangka program live22 Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyampaikan sampai dengan 2 September 2020 subsidi tambahan subsidi bunga KUR sudah diberikan kepada 6,35 juta debitur. Adapun dari jumlah debitur tersebut baki debet-nya mencapai Rp 144,32 triliun.

Baca Juga : Penumpang Sepi, KAI Andalkan Angkutan Barang

“Sampai Desember 2020 para nasabah KUR hanya membayar nol persen tanpa membayar bunga. Realisasi sampai 2 September sebanyak 6,35 juta debitur baki debet Rp 144,32 triliun,” jelas dia dalam acara sosialisasi di Jakarta, Senin (7/8/2020).

6,35 Juta Debitur Dapat Tambahan Subsidi Bunga KUR

6,35 Juta Debitur Dapat Tambahan Subsidi Bunga KUR

Dia mengatakan jika melihat dari data realisasi penerima KUR semua menunjukan penerima aktif terus bertambah. Sehingga tidak ada istilah bahwa subsidi KUR diberikan pemerintah login joker123 tidak berjalan di lapangan. Meskipun penerima KUR aktif sekarang mencapai 7,25 debitur.

“Yang tidak dapat ini karena kolektibilitas tidak lancar karena dapat subsidi bunga sebelumnya kolektibilitasnya 1 dan 2 berpengaruh kepada seberapa besar debitur yang akan mendapatkan subsidi bunga,” jelas dia.

Di samping itu pihaknya juga mencatat penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan sudah diberikan kepada 1,45 juta debitur dengan baki debet mencapai Rp 44,61 triliun.

Baca Juga : Lippo Mall Puri Dijual Rp 3,5 Triliun, Demi Tingkatkan Likuiditas

Adapun dari jumlah itu meliputi perpanjangan waktu yang diberikan kepada 1,45 juta debitur dengan baki debet Rp 43,71 triliun dan penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 15 debitur dengan baki debet Rp 2,45 miliar.

Sebelumnya, pemerintah memberikan subsidi bunga hingga 6 persen selama 3 bulan. Lalu kemudian dilanjutkan 3 persen pada bulan berikutnya. Namun saat ini pemerintah memberikan kebijakan tambahan bunga 6 persen sampai akhir bulan Desember 2020 mendatang.

Kebijakan ini diambil pemerintah karena berdasarkan realisasi di lapangan, program restrukturisasinya bisa dibilang masih relatif kecil. Apalagi kondisi para pengusaha penerima KUR joker123 masih belum semuanya pulih. Maka dari itu diputuskan subsidi diperpanjang.

“Realisasi tambahan subsidi bunga KUR masih relatif kecil dan kondisi penerima KUR masih belum pulih sepenuhnya,” kata dia.

Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Jamkrindo menjamin kredit pada 1.473 UMKM. PT Jamkrindo mencatat penjamin kredit modal kerja (KMK) UMKM dalam rangka login joker123 pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 24 Agustus 2020 mencapai Rp 849,79 Miliar.

“Penerbitan sertifikasi penjaminan sekitar Rp 849,79 miliar kepada 1.473 pelaku UMKM hingga 24 Agustus 202,” papar Direktur Bisnis dan Penjaminan Jamkrindo, Amin Mas’udi seperti dikutip dari Antara, Senin (24/8/2020).

Ia mengharapkan nilai penerbitan sertifikasi itu dapat terus bertambah sesuai yang ditargetkan yakni sebesar Rp 18,4 triliun.

“Harapan kami UMKM bisa cepat akses kredit dan manfaatkan sehingga ekonomi cepat pulih,” ucapnya.

Baca Juga : Inovasi UMKM Ubah Sawit Menjadi Hand Sanitizer

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, lanjut dia, UMKM merupakan salah satu lokomotif pendorong ekonomi nasional. Maka itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan modal kerjanya.

“Yakinlah bahwa UMKM tidak jalan sendiri, pemerintah terus support dan memberikan solusi. Berbagai kebutuhan permodalan sudah tidak lagi menjadi isu bagi UMKM saat ini,” katanya.

Ia mengemukakan untuk nilai kredit hingga Rp 1 miliar, otomatis akan langsung dijamin live22 Jamkrindo setelah dianalisa pihak bank.

Sedangkan, nilai kredit Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar dikenakan agunan sesuai ketentuan perbankan dan akan dianalisah oleh Jamkrindo dan perbankan.

“Kredit di bawah Rp 1 miliar tidak ada agunan, dapat diganti dengan penjaminan dari Jamkrindo,” ucapnya.

Baca Juga : BI Resmi Terbitkan Pecahan Nominal Rp 75 ribu

Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Jamkrindo Menjamin Kredit Pada 1.473 UMKM

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan, Heri Setiawan mengatakan bahwa penjaminan kredit modal kerja bagi UMKM untuk menurunkan risiko kredit akibat COVID-19.

“Plafon kredit maksimum Rp 10 miliar per debitur. Fasilitas ini cukup besar disediakan agar UMKM survive, bahkan dapat menjadi lokomtif pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menyampaikan cakupan penjaminannya hingga 80 persen dan sisanya 20 persen ditanggung perbankan. Sementara tenor pinjaman sama dengan tenor penjaminan joker123 maksimum tiga tahun.

Ia menambahkan tarif imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar 7,65 persen per tahun dibayar sampai dengan akhir pinjaman (besaran tarif IJP memperhitungkan proyeksi NPL 20 persen).

“Tarif IJP tersebut akan dievaluasi setiap enam bulan dan berlaku untuk kredit yang diberikan sesudahnya,” paparnya.

Inovasi UMKM Ubah Sawit Menjadi Hand Sanitizer

Inovasi UMKM ubah sawit menjadi hand sanitizer. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) mendorong tumbuhnya live22 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sawit terus tumbuh baik yang berada di sekitar perkebunan dan provinsi sentra kelapa sawit.

Di tengah pandemi, pelaku usaha UMKM sawit tetap inovatif mengembangkan produk dan usaha. Beragam produk bermunculan mulai dari hand sanitizer, sabun cair (liquid soap), suplemen minyak sawit merah, gula merah, dan kerajinan limbah sawit.

Plt. Direktur Kemitraan BPDP-KS Muhammad Ferian menyebutkan bahwa petani dan kelompok tani menjadi poin penting dalam grand design penguatan industri sawit.

Baca Juga : Sukseskan Satu Data Indonesia, Bappenas Ajak Semua Pihak

“Pertimbangannya sangat jelas, petani beserta kelembagaan mereka merupakan kunci sukses dalam industri sawit,” ujar Muhammad Ferian di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani, dikatakan Ferian, petani dapat diarahkan kepada sektor UMKM. Sebab UMKM ini bersifat usaha yang produktif untuk peningkatan login joker123 pendapat petani melalui penciptaan nilai tambah produk sawit (minyak dan biomasa).

Selain itu, format kelembagaan UMKM dapat digunakan untuk meningkatkan posisi tawar yang optimal dan akses langsung kepada pasar.

UMKM Sawit Hasilkan Produk Untuk Masyarakat

Di saat pandemi, banyak UMKM sawit yang menghasilkan produk dibutuhkan masyarakat seperti produk pembersih tubuh, sanitasi, dan makanan.

“Kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga untuk menghasilkan produk di masa pandemi. Kerjasama dengan Surfactant dan Bioenergy Research Center -Institut Pertanian Bogor (SBRC – IPB) yang menghasilkan sabun cair dan hand sanitizer yang akan dilaunching bulan ini. Kami juga menggerakkan petani supaya memproduksi pangan yang relevan dengan keadaan saat ini,” kata Ferian.

Ferian menegaskan intinya pihaknya sudah memulai beberapa program yang difokuskan pada UMKM dan kelompok petani. “Kami harapkan kemitraan dengan BPDP-KS tidak hanya wacana tetapi hasil akhir yang bisa membuat petani sawit yang dulunya belum punya usaha menjadi memiliki usaha dan kegiatan data sgp ekonominya jauh lebih baik,” ujarnya.

Salah satu produk inovasi UMKM yang telah berkembang adalah hand sanitizer dan liquid soap dari sawit. Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan usaha kecil menengah (UKM) hand sanitizer berbahan kelapa sawit cukup menjanjikan.

Baca Juga : Cara Cek Saldo dan Cairkan Jamsostek

Karena, kelapa sawit dapat diolah tidak hanya menjadi makanan melainkan dapat menjadi produk energi, personal care dan bahan baku industri perminyakan. Jadi sepantasnya kita meningkatkan nilai tambah minyak sawit, salah satunya diolah menjadi hand sanitizer.

“Produk hand sanitizer dari sawit memiliki karakter berbeda dari produk lain. Untuk melindungi kulit dari kekeringan akibat penggunaan etanol pada konsentrasi tinggi, digunakan gliserol dari sawit yang dapat menahan penguapan air dari permukaan kulit serta memberikan kulit kelembaban dan kesegaran alami,” jelasnya.

Sebagian besar konsumen mengkategorikan bahwa produk hand sanitizer sawit ini merupakan produk natural, alami dan organic.

Inovasi UMKM Ubah Sawit Menjadi Hand Sanitizer

Inovasi UMKM Ubah Sawit Menjadi Hand Sanitizer

Sekretaris Jendral DPP APKASINDO Rino Afrino mengakui banyak inovasi petani melalui berbagai UMKM di sekitar perkebunan sawit. Mereka menghasilkan inovasi produk seperti tas sawit, gula merah dan dodol sawit.

Selain yang berhubungan dengan sawit, terdapat pula UMKM yang menjadi pendukung kegiatan perkebunan dan industri di sektor transportasi, perdagangan, dan logistik.

Sementara itu, Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMKM RI, Dewi Syarlen mengakui bahwa perkebunan merupakan subsektor pertanian yang mampu bertahan di masa pandemi. Komoditi sawit merupakan sektor paling tangguh dan menjadi penolong perekonomian Indonesia.

Baca Juga : Kartu Prakerja Gelombang Empat Segera Dibuka

Di saat kondisi pandemi belum usai, Kementerian Koperasi dan UKM RI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah termasuk di sektor sawit.

Apalagi dari 67 juta UMKM di Indonesia, terdapat 5,6 persen merupakan UMKM di sektor pertanian. Dewi menjelaskan terdapat tiga langkah yang dilakukan Kementerian untuk menjaga Keberlanjutan UMKM.

Pertama adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pada UMKM aktif berdasarkan by name by address. Jumlah bantuan sebesar Rp 2,4 juta/UMKM kepada 12 juta UMKM joker123 di Indonesia.

Kedua, pelatihan online meningkatkan kapasitas produksi UMKM. Terakhir, menjalankan standarisasi dan sertifikasi produk diberikan pada UMKM yang sesuai dengan komoditasnya masing-masing agar produknya memiliki daya saing tinggi.

Pemerintah Yakin Kuasa Modal Asing Tak Tekan UMKM

Pemerintah meyakini perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) tak akan membuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam negeri tertekan. Walaupun, perubahan DNI yang dilakukan memperbolehkan aliran modal asing di beberapa bidang usaha diperbolehkan sampai 100 persen.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady mengatakan perubahan DNI tak akan menekan UMKM karena tingkat persaingan bidang usaha yang dimodali asing dan pengusaha domestik sejati berbeda jauh. Ambil contoh, dari sisi permodalan.

Bidang usaha yang boleh mendapatkan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan usaha yang membutuhkan modal lebih dari Rp.10 miliar. “Menurut data kami, UMKM itu tidak sampai Rp.10 miliar, sedangkan PMA harus di atas itu, jauh lebih dari Rp.10 miliar. Jadi skalanya, level of playing field-nya beda,” ujar Edy di kantornya, Jumat (16/11).

Lihat juga: Tahapan dan Syarat Merpati Jika Ingin Beroperasi Kembali

Edy mengatakan perubahan DNI dilakukan pemerintah agar semakin banyak bidang usaha yang bisa mendapatkan suntikan modal, sehingga bisa berkembang. Saat ini, kemampuan modal di dalam negeri dillihat pemerintah tak bisa menutup kebutuhan di beberapa bidang usaha.

Ada beberapa bidang usaha yang sudah dikeluarkan dari DNI sejak jauh hari supaya bisa mendapatkan aliran modal asing, yang ternyata sampai saat ini tak kunjung diminati asing. Untuk itu, pemerintah melihat tak ada salahnya membuka pintu lebih lebar bagi aliran modal tersebut.

Edy mengatakan suntikan modal asing sejatinya bisa mengembangkan bidang usaha tertentu yang kemudian memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Nanti sumber daya yang dimiliki jadi terpakai, tenaga kerja menjadi terlatih, ada persebaran jaringan bisnis, dan pengalaman bagi industri dalam negeri. Kalau ini kerja sama dengan UMKM, nanti mereka juga bisa naik level,” terangnya.

Lihat juga: Merpati Pernah Ajukan Proposal Damai Tak Kredibel ke Kemenkeu

Dalam perubahan DNI, pemerintah mengeluarkan 54 bidang usaha dari daftar yang bisa dimodali 100 persen oleh asing. Beberapa bidang usaha yang akan dikeluarkan dari DNI, misalnya industri percetakan kain, perdagangan eceran melalui pemesanan pos dan internet, warung internet (warnet), jasa pemboran migas di laut, industri rokok kretek dan putih, hingga gedung pertunjukan seni.

Edy bilang kebijakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan investasi, menambah daya gedor industri nasional, meningkatkan ekspor,mengurangi impor, hingga menurunkan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD).

Selain itu, kebijakan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk evaluasi dari revisi DNI yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Hasil evaluasi menunjukkan bidang usaha yang dikeluarkan dari daftar belum juga dilirk oleh investor.

“Artinya, perubahan kebijakan DNI selama ini belum berhasil menggoda investor untuk masuk ke bidang usaha itu, sehingga masih ada paradoks kalau investasi yang masuk tinggi, tapi impor juga masih tinggi. Makanya kami ubah dan rangsang dengan insentif fiskal lain,” katanya.

Lihat juga: Buruh Jateng Protes UMP, Menteri Hanif Sebut Skema Sudah Baik