3 Fakta Sejarah Perkembangan Rokok di Indonesia

Kita mungkin banyak menjumpai himbauan dilarang merokok di beberapa tempat tertentu. Hal ini mengingatkan kita pada klaim dari Manajer Proyek Senior BTCI (Bali Tobacco Control Initiative), bahwa Indonesia menyumbang lebih dari setengah populasi perokok di Asia Tenggara. Sekaligus turut menegaskan seberapa besar pasar industri rokok di Indonesia.

Industri rokok sendiri menyimpan sejarah yang panjang. Semuanya berawal pada tahun 1870-an, meski sebenarnya rokok sendiri sudah hadir jauh sebelum era industri rokok hadir. Dibalik sejarah panjang rokok, ada beberapa fakta terkait perkembangan rokok di Indonesia yang sayang untuk dilewatkan, selengkapnya akan dibahas di sini.

Apa Saja Fakta di Balik Perkembangan Rokok di Indonesia?

Beberapa fakta hadir dari perkembangan rokok di Indonesia. Fakta-fakta seputar perkembangan rokok ini akan dihadirkan lebih lengkap lewat ulasan di bawah ini.

1.Berawal Dari Obat

Perkembangan industri rokok dipercaya diawali oleh Haji Djamhari yang berasal dari Kudus. Saat itu rokok di Indonesia masih berupa rokok kelobot yang berasal dari tembakau yang dibungkus dengan daun. Hal berbeda dihadirkan oleh Haji Djamhari.

Merasa dadanya sakit, Haji Djamari kemudian mencoba menggosoknya dengan minyak cengkeh serta dilanjutkan dengan mengunyah cengkeh. Tak disangka hal itu kemudian membuat sakitnya menjadi lebih baik. Hal ini yang kemudian membuat Beliau merajang cengkeh hingga halus dan mencampurnya dengan tembakau yang sudah di rajang.

Campuran tersebut kemudian dibungkus dengan kelobot serta Beliau coba hisap. Dari sinilah pertama kali awal mula sejarah industri rokok kretek berasal.

2.Menjadi Dagangan Penting

Rokok cengkeh yang ditemukan Haji Djamhari ini berkembang pesat menjadi salah satu komoditi dagang, seiring berjalannya waktu. Bahkan nama rokok cengkeh pun mulai berubah dan dikenal dengan rokok kretek. Asal nama kretek ini dari bunyi kretek-kretek yang timbul ketika rokok dihisap.

Awal perkembangan pesat industri rokok sendiri dipercaya hadir pada tahun 1870 sampai dengan 1890 di Kudus. Kemudian industri rokok ini mulai berkembang ke daerah-daerah lainnya. Ada banyak pengusaha rokok di masa itu yang bahkan telah mendirikan pabrik tembakau.

3.Kemunculan Berbagai Jenis Rokok

Semakin hari rokok di Indonesia pun berkembang semakin pesat. Tak hanya menjadi barang dagangan penting, rokok juga berkembang jenisnya. Pada tahun 1900-an misalnya, mulai hadir rokok Nipah yang ada di Magelang serta Mutilan.

Hal ini kemudian diikuti oleh munculnya rokok-rokok jenis lain yang ada di Indonesia. Seperti rokok Jawa tanpa cengkeh yang hadir sebelum tahun 1920-an di Jawa Timur.

Itulah beberapa fakta dibalik sejarah panjang perkembangan rokok di Indonesia. Memang saat ini rokok sudah semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Namun, sayangnya masih banyak perokok di Indonesia yang lupa untuk menjadi perokok santun.

Misalnya dengan mematuhi himbauan dilarang merokok di tempat tertentu serta menghargai pihak yang tidak merokok. Pasalnya tidak semua orang memiliki ketahanan yang sama terhadap asap rokok.

Skip to toolbar