4 Kesalahan Pembuatan Website yang Jarang Disadari

Website atau laman situs internet akhir-akhir ini dan masa depan mengalami kecenderungann kenaikan yang signifikan, hal ini disebabkan berbagai kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya.

Tak heran semakin banyak pelaku usaha yang mengalihkan perhatiaannya kepada jaringan internet untuk mendulang rupiah dalam berbagai platform, baik media sosial, toko online, dompet digital, layanan perbankan, layanan transportasi, layanan delivery, sampai iklan baris. 

Menjamurnya para pelaku usaha di dunia internet tak lepas dari revolusi gadget yang terhubung langsung dengan dunia maya. Hampir dapat dipastikan, saat ini semua hp yang beredar di pasaran berjenis smartphone yang dengan mudah menjangkau dunia internet.

Kesalahan Pembuatan Website

Atas alasan itu pula, saat ini semakin banyak para pelaku usaha mengalihkan sistem penjualannya ke dunia maya melalui website yang telah dibangunnya.

Dengan cara ini semua orang bisa menjadi pebisnis atau bos dengan cara menjual produknya di internet dan dipromosikan di berbagai platform media sosial.

Tetapi kebanyakan para pelaku usaha pemula ini terbentur pada design dan struktur pembuatan website yang menjadikan toko online-nya tidak pernah disinggahi palanggan.

Hal ini terjadi karena kebanyakan para pemula yang mencoba membangun website kurang memahami cara membuat website dan seluk-beluk dunia website.

4 Kesalahan Pembuatan Website yang Sering Dilakukan Pemula

Saat ini membangun website tidak sesulit pada tahun 1990-an, dimana pembuatan website saat itu berdasarkan pada pemograman Java, HTML, PHP, dan CSS.

Meski pemrograman tersebut masih berlaku hingga kini, tetapi pemula memiliki pilihan pembangunan website secara instan dengan menggunakan berbagai program jasa pembuatan website yang terserak cukup banyak di internet, bisa kalian lihat disini.

Program-program jasa pembuatan website itu cukup mudah dioperasikan bahkan oleh pemula sekalipun.

Namun demikian, masih banyak rambu yang tidak dipahami para pemula sehingga web hasil rancangannya tidak menarik, terlalu lama mengeksekusi, dan membosankan.

Hal ini antara lain disebabkan karena kesalahan dalam pembuatan website yang sering dilakukan para pemula.

1. Background

Background dalam website sering dicantumkan pada laman situs bagi kebanyakan pemula.

Background ini sebenarya tidak perlu disisipkan mengingat background tersebut akan tertimpa dengan berbagai foto dan ilustrasi termasuk artikel dan deskripsi produk.

Pemanfaatan background sejujurnya justru menambah “ramai” laman web sehingga terkesan saling berlomba atau berbenturan dengan isi materi utama. Sebaiknya hilangkan background agar isi laman web lebih terfokus di samping lebih meringankan beban koneksi.

2. Backsound

Backsound atau musik dan lagu pada latar belakang laman situs sering ditambahkan para pemula dengan tujuan yang bermacam-macam.

Suara-suara ini sangat mengganggu pengunjung web yang mendorongnya menutup kembali laman tersebut, tidak peduli sepenting apa informasi yang tertera di laman tersebut.

Pahamilah, bahwa pengunjung memiliki selera yang berbeda tentang musik. Biasanya pengunjung telah memutar musik kesukaannya tanpa harus dipaksa mendengar musik dari backsound yang dipaksakan.

3. Tipografi

Tipografi atau struktur penulisan termasuk jenis huruf, karakter dan ukuran huruf sering dijadikan objek eksplorasi para pemula.

Mereka sering bermain-main dengan jenis huruf dan karakternya, termasuk penambahan efek bayangan dan besaran ukuran huruf yang sangat mengganngu.

Seringkali warna huruf sewarna dengan background atau backdrop sehingga tulisan sama sekali tidak terbaca.

Sebaiknya gunakan jenis huruf yang mudah dibaca seperti arial atau helvetica tanpa penambahan atribut seperti bayangan dan efek lainnya.

Besarnya ukuran huruf sebaiknya disesuaikan, jangan terlalu besar atau terlalu kecil. Hindari penggunaan warna huruf yang sewarna dengan backdrop agar mudah terbaca.

4. Struktur tidak Linier

Seringkali para pemula memajang foto terkesan asal pasang atau sengaja dipilih yang bagus tanpa memperhatikan keseragaman informasi yang akan disampaikan.

Pada sebuah toko online, pada baris pertama di pajang berbagai foto sepatu wanita tetapi diselingi dengan foto sepatu anak atau bahkan sandal.

Kondisi yang tidak liner dan cenderung acak ini kerap dilakukan para pemula. Hindari cara ini, gunakan struktur yang seragam dan linier pada beberapa bagian dan gunakan bagian lainnya untuk informasi produk yang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar