Respon Time and Error Handling

Respon Time

Waktu Tanggap ( Response Time) adalah waktu tanggap yg diberikan oleh antar muka/interface ketika user merequest/ mengirim permintaaan ke komputer. Secara umum, pengguna menginginkan bahwa program aplikasinya dapat memberikan waktu tanggap yang sependek – pendeknya. Tetapi waktu tanggap yang baik memang tidak dapat ditentukan, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhi, antara lain yakni ragam interaksi yang diinginkan dan kefasihan pengguna dalam menjalankan program aplikasi tersebut. Selain itu, watu tanggap yang berbeda – beda dapat mempengaruhi konsentrasi pengguna yang pada gilirannya aka mempengaruhi kinerja pengguna.Waktu tanggap yang lama, lebih dari 14 detik akan menyebabkan perhatian pengguna terpecah ke aktifitas lain, sehingga ia cenderung untuk melakukan aktifitas lain sampai sistem menyelesaikan apa yang harus ia kerjakan. Pada beberapa aplikasi yang memerlukan aktifitas interaktif misalnya pemilihan menu, pengisian borang, dan pemberian perintah, waktu tanggap yang kurang dari 2 detik dianggap cukup memadai. Tetapi, ada sistem yang memerlukan waktu seketika misalnya pemasukan karakter demi karakter lewat papan ketik atau pelacakan kursor mouse.

Apabila Respone Time Lambat

1.User frustasi

2.Waktu terbuang untuk menunggu

3.User menjadi gelisah dan tidak fokus terhadap perkerjaan

Apabila Respone Time Cepat

1.User merasa puas dengan kinerja komputer

2.User bisa menjadi lebih produktif

KEGIATAN USERFEEDBACK SISTEM
Gerakan Mouse/CursorPemberitahuan ke user untuk apa yang telah dipilih.
Proses >1 detikPemberitahuan ke user dengan merubah icon kursor, yang menunjukan arti proses.
2 Detik < Proses < 10 DetikPemberitahuan berupa gabungan antara icon kursor yang berubah dengan ada nya Bar Proses.
Proses > 10 DetikPemberitahuan berupa prosentase pekerjaan yang telah selesai, dan berikan fungsi “minimize” agar user bisa mengerjakan proses lain.
Proses yang belum tahu estimasi waktunyaPemberitahuan secara berkala tentang jalanya proses
Waktu tanggap yang lama, lebih dari 14 detik akan menyebabkan perhatian pengguna terpecah ke aktifitas lain, waktu tanggap yang kurang dari 2 detik dianggap cukup memadai.

Kriteria Kinerja yang Diuji Pada Respon Times

  1. Fairness

Proses-proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami startvation.

  1. Efisiensi

Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses. Sasaran

penjadwalan adalah menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi mencapai maksimum. Sibuk adalah pemroses tidak menganggur, termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi fungsi-fungsi dari sebuah sistem.

  1. Turn Around Time

Adalah waktu yang dihabiskan dari saat sebuah fungsi yang mulai masuk ke sistem sampai proses diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam sistem.

  1. Throughput

Adalah junlah kerja atau jumlah job yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan oleh sistem.

Prinsip Utama Response Time

  • Ideal dari response time yang diperlukan oleh antarmuka tidak lebih dari 2 detik.
  • Memberikan informasi kepada user secara konsinsten.
  • Mengoptimalkan layout dan posisi sesuai dengan tugasnya.

Faktor yang mempengaruhi respon time

  1. Respon pengguna

Semakin banyak jumlah pengguna maka akan semakin lambat. Meskipun demikian,di dalam waktu waktu puncak (peak load periods) jumlah pengguna bisa melebihi rata-rata hasil estimasi tersebut sehingga dapat menurunkan performance.

  1. Kecepatan transmisi

Kecepatan transfer data adalah jumlah data dalam bit yang melewati suatu medium dalam satu detik. Umumnya dituliskan dalam bit per detik (bit per second) dan disimbolkan bit/s atau bps bukan bits/s. Seringkali disalahartikan dengan bytes per second atau B/s atau Bps.

  1. Jenis Hardware yang digunakan

Kemampuan hardware memiliki peran penting di dalam jaringan komputer tidak hanya pada kecepatan tetapi juga kapasitas transimisi data. Sebuah komputer berkecepatan tinggi dan dengan kapasitas storage lebih besar akan memberikan performance yang lebih baik.

  1. Program Perangkat Lunak

Dalam melakukan evaluasi hingga menghasilkan suatu konfigurasi server yang ideal untuk suatu aplikasi peneliti menggunakan perangkat pendukung yaitu Server Konfigurator. Server konfigurator ini adalah software utility untuk mendisain konfigurasi server sehingga sesuai dengan kebutuhan customer, tidak overspecification atau under specification sehingga masih mampu untuk mendukung operasional perusahaan hingga tiga tahun kemudian.

Error Handling

Error handling adalah sistem penanganan kesalahan (error) dalam berbagai macam keadaan pada sebuah program. Dengan adanya error handling ini maka program akan semakin user friendly bagi para penggunanya (user), baik user tingkat pemula hingga expert

Macam-macam jenis Error :

  • Perceptual Error yaitu adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidak jelasan keterangan dari petunjuk penggunaan yang menyebabkan kesalah tanggapan dari pihak pengguna atau user. Contoh nya ada icon yang memiliki arti ambigu dalam sebuah desain antar muka
  • Cognitive Eror yaitu kesalahan yang diakibatkan oleh kemampuan memecahkan oleh user atau karena terlalu banyak konteks dan informasi status. Contoh : argumen yang tidak konsisten pada pada sintak command language.
  • Motor Error yaitu adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidak sinkronan antara mata, tangan dan kemampuan yang dimiliki oleh user. Contohnya user salah dalam melakukan penulisan yang diakibatkan pengetikan yang terlalu cepat. Contoh : Click mouse : single atau double, mengetik dengan cepat membuat banyak kesalahan.

Jenis-jenis kesalahan dari program

Syntax error merupakan kesalahan dari penulisan syntax pada program sehingga syntax tersebut tidak dapat dieksuke oleh program, dan akan membuat program error.

Contoh syntax error : pada program C setiap baris selalu diakhiri dengan tanda (;) jika tidak diakhiri oleh ; maka program akan error

Logical error merupakan kesalahan yang disebabkan oeh programmer karena kesalahan penusilan atau rumus yang diterapkan

Contoh : jika kita membuat program perhitungan namun tidak menghasilkan tidaksesuai yang diinginkan maka itu disebut logical error

Runtime error adalah kesalahan yang terjadi ketika sebuah program dijalankan.

Contoh jika anda sengaja menghapus beberapa file penting yang digunakan oleh suatu aplikasi, maka terdapat kemungkinan akan terjadi Run-time Error saat aplikasi tersebut dijalankan.

Jenis – Jenis Kesalahan Pada User

  • Mistake yaitu kesalan yang terjadi ketika user berpikir bahwa sudah melakukan hal yang benar namun sebenarnya user melakukan kesalahan. Contohnya user membuka file yang doesn’t exist dan user salah mengartikan suatu menu.
  • Slip yaitu kesalahan diluar keinginan user. Contohnya terjadi kesalahan meng-klik menu yang diinginkan

BENTUK – BENTUK PENCEGAHAN DAN PERBAIKAN KESALAHAN (ERROR HANDLING)

  • Error Prevention yaitu untuk mencegah kesalahan user sehingga skala kesalahan user dapat diminimalisir agar tidak terjadi eror yang lebih fatal disuatu sistem. Contohnya munculnya error message untuk menghindari adanya kesalahan yang lebih fatal.
  • Error Recovery yaitu untuk memperbaiki kesalahan terhadapa suatu kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan oleh user. Contohnya user sering melakukan undo atau cancel dalam suatu sistem

Penggunaan Bahasa yang Harus Diperhatikan Saat Terjadi Sistem Error Handling

1.Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh user.

2.Jangan menggunakan kata-kata yang terkesan menyalahkan user.

3.Hindari kalimat perintah, sehingga user merasa sistem yang dibuat sudah menyediakan apa yang dibutuhkan oleh user.

Cara membuat error handling yang baik

  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh user.
  2. Hindari kata-kata seperti : bad,dummy, dll.
  3. Hindari kalimat perintah.
  4. FAQ (Frequently Asked Questions).
  5. Optimalisasikan dan pemanfaatan undo redo function dan cancel
  6. Menyiapkan berbagai macam model respon.
  7. Validitas masukan. / inteligent error checking & recovery
  8. Proteksi pengguna.
  9. Penampilan pesan.
  10. optimasikan fungsi HELP (quick acces help)
  11. editing of error fields
  12. desain yang efektif dan effesien
  13. Return Cursor & Highlight error
  14. no interupting work flow
  15. confirmation commands

Kelebihan Error Handling

  1. Membantu user dalam menangani kesalahan
  2. Mempermudah programmer dalam pendeteksian kesalahan
  3. User tidak perlu melakukan restart program setelah terjadi kesalahan
  4. Resiko kehilangan data dapat diminimalisir

Kekurangan Error Handling

  1. Memperumit kode program
  2. Programmer harus benar-benar tahu kesalahan apa yang kemungkinan akan terjadi
  3. Satu fungsi pada program bisa memiliki berbagai kemungkinan kesalahan.
Bookmark the permalink.

One Response to Respon Time and Error Handling

  1. myelfglode says:

    foods that increase testosterone male hormone testosterone pills is testosterone a steroid testosterone levels

    do women have testosterone testosteron Enanth how to boost testosterone naturally canadian pharmacy testosterone cypionate

    https://pharm-usa-official.com/testosterone.php – Enantat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *