Monthly Archive: August 2018

Kemandulan

Kemandulan

Kemandulan adalah tidak mampu-nya Anda mendapatkan kehamilan setelah menjalan program hamil selama enam bulan atau satu tahun setelah menikah. Masalah kemandulan dapat dialami baik pria maupun wanita.

Penyebab Kemandulan

Penyebab kemandulan sendiri dapat disebabkan oleh faktor genetik ataupun karena gaya hidup tidak sehat yang tidak memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan sekitar. Berikut ini ulasan mengenai penyebab kemandulan pada pria dan wanita :

Pada Pria

  • Produksi dan Kualitas Sperma Rendah, Rendah produksi dan kualitas sperma dapat terjadi karena beberapa faktor seperti Faktor Genetis, Penyakit Diabetes, Infeksi Chlamydia, Gonorrhea, dan HIV/AIDS. Selain itu pembesaran pembuluh darah di testis juga dapat menurunkan kualitas sperma pria.
  • Disfungsi Seksual, Penyebab kemandulan pada pria lainnya dapat disebabkan oleh disfungi seksual seperti Ejakulasi Dini, Penyakit Genetis, Cedera Testis yang dapat merusak organ reproduksi Anda.
  • Radikal Bebas, Paparan radikal bebas dapat menurunkan kesuburan pria, seperti Polusi Kendaraan Bermotor, Paparan bahan kimia dan radiasi dan efek samping penggunaan obat-obatan seperti antibiotik, obat hipertensi, steroid dan lainnya. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, dan sering mandi air panas berkontribusi pada masalah kesuburan pria.
  • Pengobatan Kanker, pengobatan dengan radiasi atau kemoterapi untuk kanker juga dapat merusak produksi sperma dan menurunkan kualitas sperma pada pria.

Pada Wanita

  • Ketidakteraturan Ovulasi, hal ini menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium terganggu. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan hormon seperti Polycystic Ovary Syndrome dan Hyperprolactinemia yakni dimana tubuh Anda terlalu banyak Prolactin, yakni hormon yang menstimulasi produksi air susu ibu, ppenyakit hipertiroid atau hipotiroid yang dapat menganggu siklus menstruasi wanita. Selain itu, olahraga yang terlalu berat, cedera dan kista juga dapat menganggu kesuburan wanita.
  • Masalah pada Rahim, masalah rahim meliputi ketidaknormalan pembukaan rahim, adanya tumor jinak pada rahim dapat menutupi tuba falopi dan hal ini dapat mencegah sperma berenang untuk membuahi rahim.
  • Kerusakan Tuba Falopi, Umumnya disebabkan oleh peradangan Tuba Falopi (Salpingitis). Hal ini disebabkan karena adanya penyakit Peradangan Panggul yang didapat dari penyakit menular seksual, kista endometriosis atau Adhesions.
  • Kista Endometriosis, Disebut juga kista rahim dimana jaringan endometrial tumbuh diluar rahim dan mempengaruhi fungsi dari sel telur, rahim dan tuba falopi sehingga menghambat kesuburan wanita.
  • Menopause Dini, kondisi dimana indung telur berhenti bekerja dan berhenti menstruasi sebelum usia 40 tahun. Meski penyebab utamanya masih belum diketahui, namun para ahli meyakini hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti penyakit autoimun, Sindrom Turner, Kemoterapi dan Kebiasaan Merokok.

Selain faktor-faktor penyebab diatas, terdapat beberapa kondisi yang turut mempengaruhi kesuburan pada pria dan wanita, seperti :

  • Usia, seiring bertambahnya usia umumnya wanita mengalami penurunan kesuburan kandungan mereka terlebih pada mereka yang berusia lebih dari 35 tahun. Ketidaksuburan pada wanita yang berusia 40 tahun dapat disebabkan menurunnya jumlah produksi dan kualitas sel telur. Sedangkan, pada pria usia 40 tahun umumnya mengalami penurunkan kualitas sperma.
  • Kebiasaan Merokok, Merokok merupakan kebiasaan negatif yang dapat menghambat kesempat untuk hamil. Bahan kimia pada rokok juga menghambat efektivitas terapi kesuburan pada pria dan wanita.
  • Konsumsi Alkohol, Alkohol dapat menghambat penyerapan cairan oleh tubuh, selain itu Alkohol juga menghambat penyerapan vitamin B yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita.
  • Kegemukan, Kegemukan dapat menurunkan kualitas sel telur pada wanita dan sel sperma pada pria.
  • Terlalu Kurus, Selain kegemukan terlalu kurus juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menunjang kesuburan.

Ciri-ciri Wanita Tidak Subur

Tanda-tanda atau gejala ketidaksuburan pada wanita dan pria dapat berbeda satu sama lain, hal ini dikarenakan beberapa kondisi medis pada tiap orang seperti Kista Endometriosis atau Chlamydia.

Berikut ini tanda wanita tidak subur yang dapat Anda amati.

1. Haid Tidak Teratur

Umumnya wanita memiliki siklus haid 28 hari, namun lebih beberapa hari dari itu juga masih termasuk normal sepanjang siklus tersebut konsisten. Sebagai contoh, wanita yang memiliki siklus haid sekitar 33 hari kemudian datang bulan berikut 31 hari dan bulan selanjutnya lagi 35 hari itu masih masuk dalam kategori normal.

Namun, bila siklus haid sangat berbeda tiap bulannya kemungkinan Anda mengalam siklus haid tidak tersebut, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, Polycystic Ovarian Syndrom (PCOS) yang dimana dapat menyebabkan kemandulan.

2. Nyeri Haid

Kebanyakan wanita mengalami kram saat haid. Namun, bila nyeri haid sangat parah dan mengganggu aktivitas Anda mungkin bisa jadi itu merupakan gejala kista Endometriosis.

3. Tidak Mendapatkan Haid

Faktor seperti stress dan olahraga berlebihan dapat menyebabkan seorang wanita tidak mendapatkan haid dalam satu periode. Jika Anda mengalami hal ini maka sebaiknya Anda memeriksakan kondisi Anda.

4. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon juga dapat menjadi masalah ketidaksuburan, jika Anda mengalami masalah dibawah ini, ada baiknya untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter :

  • Penyakit Kulit
  • Menurunnya Gairah Seksual
  • Rambut Tipis
  • Berat Badan Bertambah
  • Tumbuhnya Bulu-bulu halus di Wajah.

5. Sakit Saat Berhubungan

Wanita yang mengalami sakit saat berhubungan seksual harus memeriksakan kondisi mereka segera. Hal ini disebabkan bisa jadi rasa sakit yang timbul merupakan gejala masalah hormon atau kista Endometriosis.

Ciri-Ciri Pria Tidak Subur

1. Gairah Seksual Menurun

Kesuburan pria juga dihubungkan dengan kesehatan hormon yang berpengaruh langsung pada gairah seksual. Tanda-tanda pria tidak subur adalah menurunnya gairah seksual.

2. Nyeri pada Testis

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri dan pembengkakan pada testis, umumnya hal ini dapat menyebabkan ketidaksuburan.

3. Disfungsi Ereksi

Kemampuan Ereksi pada pria umumnya dihubungan kadar hormon pada tubuh. Ketidakseimbangan humlah hormon pada pria berpengaruh langsung pada kemampuan pria menjaga ereksi saat berhubungan seksual.

4. Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini merupakan salah satu tanda bahwa ada masalah kesuburan pada pria, bila Anda mengalami kondisi ini ada baiknya segera hubungi dokter untuk memeriksakan kondisi Anda.

5. Pengecilan Testis

Testis merupakan tempat Sperma, jadi kesehatan testis merupakan hal krusial bagi kesuburan pria. Pengecilan testis merupakan indikasi serius yang harus segera ditangani oleh dokter spesialis.

Cara Mengatasi Ketidaksuburan

Beberapa penyebab kemandulan mungkin tidak dapat diatasi seperti dampak pengobatan kanker dan penyakit genetis. Namun, terdapat beberapa langkah pencegahan untuk meningkatkan peluang Anda mendapatkan kehamilan.

  • Hindari Rokok dan Alkohol
  • Hindari Mandi Air Panas
  • Hindari Polusi Udara
  • Hindari Penggunaan Obat-obatan Kimia
  • Olahraga Ringan
  • Batasi Asupan Kafein pada Wanita
  • Menjaga Berat badan.
Skip to toolbar