Monthly Archive: September 2018

Penyakit Akibat Stress

Penyakit Akibat Stress Berlebihan

Terjebak macet saat akan melakukan meeting penting, selalu melihat jam tangan untuk melihat waktu semakin menyempit. Membuat bagian Hypothalamus di otak Anda mengirimkan sinyal untuk melepaskan hormon stress.

Hormon stress menyebabkan jantung Anda berdebar kencang, nafas semakin cepat, dan otot-otot Anda dalam posisi siaga. Respon ini didesign sebagai perlindungan tubuh Anda dalam situasi emergency dengan mempersiapkan tubuh Anda untuk bereaksi cepat bila dibutuhkan. Namun, jika respon stress terus terjadi setiap hari, akan berdampak serius pada kesehatan Anda.

Stress kronis dapat menyebabkan beragam gejala yang mempengaruhi kesehatan Anda, seperti :

  • Iritasi
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Sakit Kepala
  • Insomnia

Penyakit Akibat Stress Berlebihan

Berikut ini, ulasan mengenaiĀ akibat stress pada kesehatan tubuh Anda. Simak penjelasannya dibawah ini:

1. Sistem Saraf

Sistem saraf pusat bertanggung jawab dalam menentukan respon tubuh Anda terhadap situasi yang Anda hadapi. Bagian Hypothalamus di otak Anda mengirimkan sinyal untuk melepaskan hormon stress, adrenalin dan kortisol. Ketiga hormon inilah yang menyebabkan jantung Anda berdetak lebih kencang dan meningkatkan aliran darah ke otot, hati dan organ lainnya.

Jika situasi genting sudah Anda lewati, Hypothalamus akan mengirimkan sinyal ke tubuh Anda untuk kembali normal. Namun, jika Sistem saraf pusat Anda gagal untuk kembali normal, Anda tetap berada dalam kondisi stress. Hal ini tentu saja berdampak buruk pada kesehatan mental Anda, karena menciptakan perasaan cemas.

2. Sistem Pernapasan dan Kardiovaskular

Stress juga berpengaruh langsung pada sistem pernapasan dan sistem kardiovaskular tubuh Anda. Saat tubuh merespon stress, Anda bernapas lebih cepat dari biasanya untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini tentu saja merugikan bila Anda sebelumnya memiliki masalah Asma atau Emphysema, stress akan membuat Anda kesulitan bernapas.

Saat stress, jantung Anda akan memompa lebih kencang dari biasanya. Hormon stress menyebabkan pembuluh menyempit dan mengalirkan oksigen ke jaringan otot sehingga Anda akan memiliki kekuatan lebih. Namun, penyempitan yang terjadi akan menyebabkan Anda mengalami hipertensi temporer.

Hasilnya, stress kronis akan menyebabkan jantung Anda bekerja terlalu keras untuk jangka panjang. Saat tekanan darah Anda meningkat, menyebabkan Anda berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

3. Sistem Pencernaan

Stress juga berpengaruh pada sistem pencernaan Anda. Saat Anda mengalami stress, organ liver akan meningkatkan kadar gula darah untuk memberikan energi tambahan. Jika tubuh Anda tidak mampu menangani kelebihan gula darah ini, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Meningkatnya hormon stress, adrenalin dan kortisol selain menyebabkan nafas semakin cepat dan meningkatkan detak jantung juga dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Stress dapat menyebabkan naiknya asam lambung karena meningkatnya produksi asam lambung. Selain itu, stress dapat menyebabkan bakteri H.pylori–penyebab ulcerative colitis– menjadi aktif dan menyebabkan iritasi.

Stress juga dapat mempengaruhi pergerakan makanan di tubuh Anda, sehingga dapat menyebabkan diare, sembelit, mual-muntah dan sakit perut.

4. Sistem Otot

Saat stress jaringan otot tubuh Anda akan menegang sebagai perlindungan dari kemungkinan cedera, dan akan kembali relax saat Anda tenang. Namun, jika stress terus berlanjut maka otot Anda akan menegang untuk jangka waktu yang lama. Kondisi ini tentu saja dapat menyebabkan sakit kelapa, nyeri punggung dan nyeri otot.

5. Sistem Reproduksi

Bagi pria, Stress dapat menyebabkan kelelahan pada tubuh dan pikiran, stress dapat menyebabkan Anda kehilangan gairah seksual sedangkan pada jangka pendek dapat menyebabkan meningkatnya produksi hormon testosteron pada pria.

Bila stress terjadi dalam jangka panjang, kadar testosteron pada pria akan mengalami penurunan drastis yang dapatĀ menurunkan produksi sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Lebih lanjut, bila terjadi stress kronis maka dapat meningkatkan timbulnya risiko infeksi pada organ reproduksi pria seperti prostat.

Bagi wanita, stress dapat mempengaruhi siklus menstruasi, yang menyebabkan haid tidak lancar, menyakitkan dan lebih berat dari biasanya. Stress juga dapat menyebabkan gejala menopause bagi wanita sehingga akan sulit sekali mendapatkan kehamilan.

6. Sistem Imun Tubuh

Stress dapat menstimulasi sistem imun, dalam jangka pendek hal ini tentu saja baik bagi tubuh Anda karena dapat memberikan perlindungan pada infeksi dan menyembuhkan luka. Namun, bila terjadi dalam jangka panjang hormon stress akan melemahkan sistem imun dan menurunkan kemampuan respon tubuh Anda terhadap zat radikal bebas dan racun yang masuk ke tubuh.

Penderita stress kronis umumnya mudah terserang penyakit menular seperti flu, demam dan infeksi lainnya. Selain itu, stress dapat menyebabkan kemampuan tubuh untuk sembuh lebih lama.

Cara Mengatasi Stress

Menurunkan level stress tidak hanya baik untuk memberikan perasaan positif bagi Anda, tapi juga baik untuk kesehatan jangka panjang. Berikut ini, beberapa langkah untuk menurunkan kadar stress Anda:

Kenali Penyebab Stress, mengenali penyebab stress merupakan hal yang baik untuk dilakukan agar dapat mengatasi stress. Jika Anda merasa stress segera tuliskan penyebabnya dan mood Anda. Setelah Anda mengenali apa yang menganggu pikiran Anda, Susun rencana untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini baik untuk memetakan prioritas masalah dan cara menyelesaikannya.

Bangun Komunikasi yang Baik, komunikasi yang buruk merupakan salah satu penyebab stress. Penelitian membuktikan bahwa komunikasi yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, bangun komunikasi yang baik diantara anggota keluarga Anda dan sampaikan apa yang Anda rasakan untuk mendapatkan respon dan simpati dari mereka untuk melewati masa-masa sulit Anda.

Menjauh Dari Penyebab Stress, sebelum Anda marah terhadap seseorang atau sesuatu hal. Ambil jeda untuk berhitung hingga angka 10 dan pikirkan kembali kata-kata yang akan Anda gunakan. Selain itu, berjalan kaki atau aktivitas fisik lainnya juga dapat menenangkan pikiran yang marah. Olahraga juga dapat meningkatkan produksi endorphin–hormon yang mengatur mood– di otak. Oleh karenanya, luangkan waktu Anda untuk berjalan kaki untuk meredakan stress.

Istirahatkan Pikiran, Mengutip hasil survey yang dilakukan American Psychological Association pada 2012 silam menemukan bahwa 40 persen stress yang terjadi pada orang dewasa disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan begadang. Tubuh Anda membutuhkan tujuh hingga delapan jam untuk beristirahat pada malam hari. Oleh karena itu, hindari konsumsi kopi dan jauhkan gangguan seperti gadget, televisi dan komputer dari kamar Anda. Seringlah lakukan olahraga yoga dan relaksasi sebelum tidur untuk menurunkan kadar stress Anda.

Konsultasi dengan Ahli, Jika Anda telah melakukan langkah-langkah diatas namun tidak mendapatkan perubahan yang berarti, kini Anda harus melakukan konsultasi dengan psikolog profesional untuk mendapatkan tips bagaimana mengelola stress sesuai dengan kondisi Anda. Mereka akan mengindentifikasi situasi dan prilaku Anda yang mana yang berkontribusi sebagai penyebab stress.

Demikian pembahasan mengenai Pengarus Stress pada tubuh Anda, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam mengelola stress.

Manfaat Kalsium

Manfaat Kalsium Bagi Tubuh

Kebanyakan dari Anda mungkin hanya mengetahui bahwa manfaat kalsium bagi tubuh adalah untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Namun, tahukah Anda bahwa kalsium juga dapat mencegah kanker usus dan mengurangi berat badan berlebih?.

Ya, kalsium memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, manusia membutuhkan kalsium sejak dalam kandungan hingga saat memasuki usia senja.

Saat masih berada dalam kandungan kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, kemudian setelah lahir dan menginjak usia remaja kalsium dibutuhkan untuk memaksimalkan pertumbuhan tulang.

Dan, saat semakin menua tulang cenderung menjadi keropos dan melemah, disinilah peran kalsium untuk menjaga kepadatan tulang pada mereka yang berusia lanjut. Oleh karenanya, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda.

Bila tidak memenuhi kebutuhan kalsium, maka Anda berisiko terserang Osteoporosis, yakni pengoroposan tulang. Selain itu, terdapat beberapa masalah kesehatan yang dapat menghantui bagi yang tidak memenuhi kalsium, seperti:

  • Nyeri Otot
  • Kram dan Kejang Otot
  • Jantung Berdebar
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Osteoporosis
  • Gusi Berdarah
  • Insomnia
  • Nyeri Haid
  • Nyer Sendi

Pada anak-anak yang kekurangan kalsium sejak dini, umumnya mengalami penyakit rakitis, yakni tulang menjadi lemah dan lentur sehingga mereka memiliki kaki yang berbentuk huruf O, dada cekung, dan tulang iga berbintik.

Oleh karenanya, memenuhi kebutuhan kalsium sangat penting bagi anak-anak dan remaja seperti halnya penting bagi mereka yang berusia lanjut.

Dalam artikel ini, saya akan mengulas mengenai manfaat kalsium bagi kesehatan disamping perannya dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, simak penjelasannya dibawah ini.

Manfaat Kalsium untuk Kesehatan

1. Menurunkan Berat Badan

Kalsium secara efisien dapat membantu menurunkan berat badan pada pria dan wanita yang sedang dalam program diet. Hal ini dikarenakan bila kekurangan kalsium, tubuh Anda akan melepaskan hormon Parathyroid, yang dapat menstimulasi tulang untuk melepaskan kalsium ke aliran darah.

Disisi lain, hormon parathyroid juga merangsang produksi lemak tubuh dan membuatnya sulit untuk dicerna oleh tubuh, hal ini tentu saja dapat mengakibatkan Anda mengalami obesitas. Oleh karenanya, pastikan kebutuhan kalsium Anda terpenuhi dalam menu diet Anda.

2. Melindungi Otot Jantung

Memenuhi kebutuhan mineral ini juga dapat melindungi otot-otot di sekitar jantung Anda. Kalsium juga membantu sistem saraf dalam mengatur tekanan darah pembuluh darah sehingga Anda terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi.

Jika kekurangan asupan kalsium, tubuh akan melepaskan hormon Calcitriol, yang dapat menutup otot halus pada pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi. Otot-otot jantung membutuhkan ion kalsium untuk kontraksi, oleh karenanya penuhi kebutuhan kalsium Anda setiap harinya.

3. Mencegah Kanker Usus

Memenuhi kebutuhan kalsium juga dapat menurunkan risiko penyakit kanker usus dan menekan pertumbuhan polip yang dapat menyebabkan kanker. Suplemen kalsium dapat mengurangi risiko adenoma dan juga tumor jinak pada usus Anda.

Tubuh menyimpan kelebihan mineral yang tidak diserap tubuh pada usus Anda, kelebihan kalsium pada usus dipercaya dapat mengikat sel-sel kanker dan mengeluarkannya dari tubuh lewat kotoran.

Studi menunjukan bahwa makanan mengandung kalsium maupun suplemen memiliki dampak yang sama baiknya dalam melindungi organ usus Anda.

4. Mengurangi Nyeri Haid

Kalsium juga dapat mengatasi masalah yang datang saat datang bulan melanda seperti Pusing, Perubahan Mood, Tekanan Darah Tinggi dan Nyeri Haid. Hal ini disebabkan bila tubuh kekurangan mineral maka akan menstimulasi pelepasan hormon yang menyebabkan masalah pre-menstruasi seperti perubahan mood dan nyeri haid.

5. Meningkatkan Kualitas Sperma

Bagi pria yang sedang dalam program hamil, sebaiknya memperhatikan asupan kalsium harian mereka. Hal ini dikarenakan mineral ini berpengaruh langsung pada kualitas sperma Anda.

Pria yang tidak memenuhi kebutuhan kalsium umumnya memiliki sperma berkualitas rendah dan kurang kuat berenang hingga ke sel telur. Sebaiknya bila anda berada dalam program hamil konsumsi suplemen kalsium dengan dosis 250 – 1.000 mg setiap harinya.

Makanan yang Mengandung Kalsium

Berikut ini makanan-makanan yang mengandung kalsium tinggi yang dapat Anda konsumsi setiap hari:

  • Susu
  • Keju
  • Yogurt
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Ikan Sardine
  • Ikan Salmon
  • Bayam
  • Brokoli
  • Pokchoy
  • Jus Jeruk
  • Sereal Gandum
  • Kerang Tiram
  • Susu kedelai
  • Kacang Almond
  • Rikota

Demikian pembahasan mengenai Manfaat Kalsium untuk tubuh Anda, semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda dalam bidang kesehatan

Skip to toolbar