Bahaya Sering Gonta Ganti BBM Terhadap Mesin

Kini masih banyak pengendara mobil dan motor yang masih salah tanggapan mengenai konsumsi BBM, terlebih sekarang sudah banyak jenis bahan bakar yang dijual secara eceran.

Lantas ada berapa jenis bahan bakar minyak di Indonesia? Ada tiga, diantaranya:

  • Diesel (Solara)
  • Bensin
  • Shell

Berapa kadar oktan dari masing-masing bahan bakar tersebut? Untuk bensin sendiri kadar oktannya: 88, 90, 92 dan 95.

Sedangkan untuk bahan bakar diesel seperti solar, kadar setana nya ada di urutan paling bawah, yaitu 48.

Jika bensin dan solar kadar oktannya seperti itu, apakah kadar oktan yang dimiliki oleh shell ini lebih besar atau kecil? Untuk shell reguler mempunyai nilai oktan 90, hal ini sama dengan pertalite.

Sementara, untuk shell super mempunyai nilai oktan yang jumlahnya mencapai 92. Jika disesuaikan, kadar oktan yang dimiliki oleh BBM shell super ini sama dengan pertamax bahan bakar dari Pertamina.

Pertanyannya seperti ini, apakah bahaya jika kendaraan yang kamu miliki sering asal dalam penggunaan bahan bakar minyak? Atau gonta ganti bahan bakar sesuka hati?

Untuk menjawab pertanyaan itu semua, mari kita simak bareng-bareng ulasan di bawah ini yang dikutip dari website Otomodiv.

Bahaya Gonta Ganti BBM Terhadap Kendaraan

Sering dijumpai bahwa setiap pengendara yang selalu melakukan gonta ganti bahan bakar minyak untuk kendaraannya karena panik, panik ketika mengetahui bahwa sebenarnya keadaan didalam tangki sudah kehabisan bensin.

Seperti apa sih asal-asalan dalam penggunaan BBM? Misal seperti ini, apabila sebelumnya kendaraan yang kamu miliki selalu menggunakan BBM jenis Pertamax, dan kemudian diganti dengan Pertalite.

Sebenarnya hal ini bisa saja dilakukan untuk sekali, itu pun jika benar-benar kepepet dan di SPBU tersebut hanya menyediakan satu jenis BBM yang sebelumnya belum pernah digunakan untuk konsumsi bahan bakar pada kendaraan kita.

Namun yang sangat bahaya itu jika bensin dicampur dengan diesel, tentu saja hal seperti itu sama sekali tidak bisa dilakukan untuk semua jenis kendaraan yang berjenis bensin maupun diesel.

Lalu seperti apa dampaknya jika kita sebagai pengendara sering melakukan penggantian dalam konsumsi bahan bakar? Setidaknya ada tiga dampak yang perlu kamu ketahui, diantaranya seperti:

1. Uang Terbuang Sia-Sia

Sebenarnya gonta-ganti BBM ini dapat berdampak terhadap uang yang terbuang sia-sia, kenapa? Misal seperti ini, terkadang kalian berharap bahwa menggunakan bahan bakar dengan harga mahal akan merubah performa pada mesin agar bekerja lebih baik lagi.

Begitu pun sebaliknya, apabila menggunakan BBM dengan harga murah agar bisa menghemat pengeluaran uang.

Ternyata alesan seperti di atas ini belum tentu semuanya benar, jikalau kamu mengganti BBM dengan kadar oktan yang lebih tinggi, hal tersebut bukan berarti performa pada mesin akan lebih baik. Karena setiap mesin itu mempunyai kadar oktannya sendiri.

Saran saya lebih baik menggunakan BBM yang kadar oktannya sesuai dengan kebutuhan mesin pada kendaraan yang kamu miliki, kenapa? Supaya kompresi dan oktan cock dan menghasilkan performa mesin yang sempurna.

2. Nilai Plus BBM

Apakah kamu mengetahui kenapa harga RON 92 dan BBM lebih mahal? Untuk contohnya bisa diambil dari Pertamax, perlu kamu ketahui BBM jenis Pertamax ini sudah dilengkapi oleh zat aditif ecosave technology.

Zat aditif sendiri mempunyai banyak keunggulannya, dan kehadirannya pun bisa dijadikan sebagai pembeda antara Pertamax dan Premium.

Seperti apa kemampuan yang dimiliki oleh zat aditif ini? Perlu kamu ketahui, zat aditif bisa memberikan perlindungan terhadap masing-masing komponen mesin dengan cara memberikan lapisan pelindung terhadap dinding mesin.

Lapisan tersebut mempunyai fungsi sebagai antikarat dan juga bisa membersihkan karat-karat yang ada pada komponen mesin. Lebih jelasnya, zat aditif ini mempunyai 3 fungsi. Diantaranya ialah:

  • Corrotion Inhibitor
  • Demulsifer
  • Ladetergency

3. Mesin akan Berkerak

Jika kamu sering gonta ganti dalam mengkonsumsi BBM untuk kendaraan, hal tersebut bisa bermasalah terhadap mesin. Salah satu masalah yang akan kena terhadap mesin ialah ‘Mesin Berkerak’.

Jika mesin berkerak karena BBM yang digunakan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh mesin, maka hasil dari pembakaran pun tidak akan bekerja secara maksimal.

Residu pun akan berubah menjadi kerak, jika hal ini dibiarkan begitu saja, al hasil mesin pada kendaraan pun akan menjadi kotor dan berwarna hitam. Seperti apa kendala yang akan timbul jika mesin kotor dan mengerak?

  1. Kurangnya performa pada mesin
  2. Tenaga berkurang
  3. Boros dalam konsumsi bahan bakar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar