Perbedaan B2B dan B2C

Cari Tau Perbedaan Mendasar antara Marketing B2B dan B2C

Perbedaan B2B dan B2C, Menjadi seseorang yang berhasil dalam bidang bisnis dan marketing tentu bukanlah hal yang mudah. Perlu adanya banyak wawasan tentang berbagai aspek dalam suatu kegiatan bisnis dan marketing. Banyaknya istilah yang digunakan dalam bidang bisnis dan marketing tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang baru dalam bidang ini. Banyak pemula yang terintimidasi akibat kurangnya pemahaman tentang istilah-istilah tersebut

Perlu anda ketahui, didalam istilah-istilah tersebut terdapat ilmu bisnis dan juga strategi yang dapat digunakan untuk mendukung kinerja bisnis anda. Dan hal ini berlaku pada istilah yaitu B2B dan B2C. Bagi orang awam tentu istilah ini sangat asing didengarkan, namun bagi anda yang sudah lama berkecimpung didunia marketing maupun bisnis tentu sangat akrab dengan istilah ini.

Perbedaan B2B dan B2C, sebelum mepelajar tentang perbedaan diantara keduanya maka terlebi dahulu mengetahui pengertia dari masing-masing istilah tersebut. B2B adalah singkatan dari Bussiness to business yang merupakan model penjualan antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis yang lain. Sedangkan B2C adalah singkatan dari Bussiness to consumer yang merupakan model penjualan antara pelaku bisnis dengan pembeli atau konsumen.

Perbedaan B2B dan B2C dalam beberapa Aspek :

  • Target Pasar

B2B memiliki sasaran yaitu pelaku-pelaku bisnis, sedangkan pada B2C memiliki sasaran yaitu pembelian yang dilakukan oleh konsumen perorangan. Dari Pengertian diatas tentu anda bisa memahami perbedaan target pasar ini dengan mudah.

Secara menyeluruh, prospek dari pasar B2B lebih kecil. Bisa dikatakan demikian karena jumlah produsen atau pemilik usaha lebih kecil dibandingkan dengan konsumen. Hal itu mengakibatkan B2B memiliki potensi penjualan yang lebih kecil dan spesifik.

Berlainan dengan B2C yang menargetkan penjualan pada konsumen. Tentu postensi pasar B2C lebih luas dan dapat dikatakan tidak terbatas. Bisa diperkirakan jika sangat banyak barang yang dapat dijual ke jutaan ribu penduduk di Indonesia. Oleh sebab itu dapat dikatakan pasar B2C memiliki kemungkinan penjualan tak terbatas.

  • Harga dan Jumlah Pembelian

Dalam dunia bisnis dan marketing tentu saja jumlah pembeli mempengaruhi jumlah barang dan juga harga yang diberikan. Pada pasar B2B, tidak diperlukan menjual barang dalam jumlah yang besar untuk memperoleh omzet tinggi. Hal ini karena harga per unit pada pasar B2B sudah sangat tinggi.

Berbeda dengan B2C yang diharuskan menjual produk dengan jumlah yang besar agar dapat memaksimalkan omzet yang didapatkan. Hal ini karena barang yang diproduksi per unitnya sangat murah. Dan ditambah dengan tidak banyaknya orang yang membeli barang retail dengan jumlah yang besar.

Berbicara tentang harga dan penjualan tentu dalam segala bisnis yang dijalankan akan dibutuhkan tim atau seseorang yang professional dalam bidang keuangan. Di jaman yang modern dan semakin pesatnya teknologi berkembang ini telah hadir suatu fasilitas baru yaitu Software Keuangan Usaha Finata yang dapat membantu pekerjaan pegawai maupun tim anda dalam membuat suatu catatan keuangan perusahaan. Dengan Software Keuangan Finata ini pekerjaan akan lebih efektif, efisien dan cepat.

  • Hubungan antara Penjual dan Pembeli

Dalam pasar B2B proses yang panjang dan rumit menjadikan klien cenderung menjalin hubungan jarak panjang dengan supplier yang telah bekerjasama dengannya. Jika dirasa dalam satu kali hubungan jual beli terjadi dengan baik dan memuaskan klien maka kemungkinan klien akan terus berlangganan pada supplier tersebut. Dapat dikatakan jika pengalaman dan reputasi sangat berpengaruh dalam pasar B2B.

Berbeda dengan B2C, motivasi pribadi pengambilan keputusan dengan cepat mengakibatkan hubungan antara pembeli dan penjual berlangsung dalam jangka pendek. Ditambah lagi dengan berbagai pilihan produk lain dan juga promo yang lebih menarik di pasaran. Hal itu mengakibatkan pelanggan dapat dengan mudah berpindah dari satu produsen ke produsen lainnya.

  • Strategi Marketing

Dalam B2B menggunakan strategi marketing dengan tujuan untuk meningkatkan reputasinya. B2B menggunakan media untuk menunjukan berbagai konten dan juga portofolio miliknya. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan calon klien jika bisnis ini memiliki keahlian dalam di bidang yang ditawarkan.

Pada B2C melakukan strategi marketing yang bersifat emosional yang artinya konsumen diberikan kesan sedih, bahagia, maupun bangga sehingga berminat untuk membeli produk yang mereka tawarkan. Selain itu, strategi yang paling umum diberikan yaitu dengan memberikan harga promo dan diskon.

Perbedaan B2B dan B2C, Kenali lebih lanjut tentang dunia bisnis dan marketing. Dan jangan lupa untuk menggunakan berbagai fasilitas canggih seperti Software Akuntansi bisnis di finata.id yang akan membantu anda untuk memaksimalkan usaha yang anda jalankan. Cara mengoperasikan yang mudah, efisien dan tentunya memberikan hasil yang konkret dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *