Unsur dalam Menulis Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup ialah data pribadi yang berisi catatan semua background kehidupan seorang, baik pendidikan, pekerjaan, hoby, keluarga, prestasi yang sempat dicapai, kesehatan, penghargaan, dan sebagainya. Daftar riwayat hidup dimaknai untuk dokumen tercatat yang berisi intisari data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, tipe penghargaan yang sempat dicapai, tipe prestasi yang sempat diraih, pengalaman berorganisasi, pekerjaan atau training yang sempat diiringi, ketrampilan yang dipunyai atau kekuatan yang dikendalikan. Dalam penulisannya sering disudahi atau ditutup dengan tanda-tangan serta nama jelas.

Saat kita ingin melamar pekerjaan, tulisan daftar riwayat harus jadi perhatian secara baik sebab seringkali seorang tidak berhasil diterima kerja sebab daftar riwayat hidup yang tidak sesuai keinginan perusahaan. Contohnya, perusahaan minta pelamar untuk menulis surat lamaran serta daftar riwayat hidup dalam bahasa asing. Untuk pelamar harus ikuti apakah yang diharapkan oleh perusahaan. Karenanya, tulisan daftar riwayat hidup harus memerhatikan bahasa yang dipakai.

Untuk daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia, bahasa yang dipakai ialah bahasa Indonesia baku yang merujuk pada Dasar Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Begitu halnya daftar riwayat hidup berbahasa asing, bahasa yang dipakai sebaiknya sesuai aturan ejaan bahasa asing yang berlaku. Baik daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia atau berbahasa asing sebaiknya memakai bahasa yang benar dan baik, memakai beberapa kata yang sopan, tulisan bersih, serta gampang dibaca. Karena itu, kita perlu tahu serta pahami tata langkah tulisan daftar riwayat hidup yang benar dan baik sekaligus juga menarik. Disamping itu, kita perlu pahami beberapa faktor yang ada dalam perincian riwayat hidup supaya kesempatan untuk diterima kerja di perusahaan yang diharapkan bertambah lebih besar.

Beberapa unsur daftar riwayat hidup

Daftar riwayat hidup mempunyai beberapa faktor penting seperti data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, pengalaman berorganisasi, pengalaman dalam beberapa pekerjaan, seminar, training, serta pelatihan yang sempat diiringi, ketrampilan atau kekuatan yang dipunyai, serta prestasi yang sempat dicapai. Berikut penjelasan secara singkat.

  1. Data pribadi

Faktor pertama yang ada dalam perincian riwayat hidup ialah info tentang data diri yang mencakup nama, tempat serta tanggal lahir, alamat sesuai dengan sinyal pengenal atau alamat surat, pendidikan paling akhir, alamat surat elektronik, serta nomor telephone yang dapat dikontak. Info tentang data pribadi penting buat mempermudah perusahaan mengontak calon pegawai yang sudah diambil.

  1. riwayat pendidikan

riwayat pendidikan berisi info tentang tahap pendidikan resmi yang sempat diiringi. Tulisan riwayat pendidikan umumnya dimulai dari pendidikan paling rendah sampai pendidikan paling tinggi. Tulisan riwayat pendidikan sebaiknya dibarengi dengan awal tahun masuk sekolah serta tahun kelulusan dan nilai akademis yang dicapai. Untuk alumnus SMA/SMK, beberapa perusahaan mewajibkan nilai akademis Ujian Nasional baik jumlah keseluruhnya mapun atau untuk mata pelajaran spesifik. Sedang untuk alumnus perguruan tinggi mewajibkan Indeks Prestasi Kumulatif. riwayat pendidikan pelamar penting buat perusahaan sebab perusahaan bisa dengan gampang tahu keselarasan kekuatan akademis dengan keperluan perusahaan.

  1. Pengalaman kerja

Faktor daftar riwayat hidup selanjutnya ialah pengalaman kerja. Waktu menulis daftar riwayat hidup, sebaiknya dicantuman pengalaman kerja bila memang pelamar sempat kerja awalnya. Langkah tulisan pengalaman kerja sama dengan tulisan riwayat pendidikan yaitu tipe pekerjaan yang sempat dilaksanakan dibarengi dengan deskripsi pekerjaan serta tahun kerja. Bedanya ialah tulisan pengalaman kerja diatur dengan cara terbalik, dimulai dari tipe pekerjaan yang dilaksanakan akhir kali serta disudahi dengan tipe pekerjaan yang dilaksanakan pertama-tama. Ini untuk mempermudah perusahaan tahu pengalaman kerja yang termutakhir serta jumlah keseluruhan pengalaman kerja yang dipunyai. Makin banyak pengalaman kerja yang dipunyai karena itu makin banyak juga pengetahuan yang didapat.

  1. Pengalaman berorganisasi

Kecuali pengalaman kerja, pengalaman berorganisasi baik di atau di luar lingkungan akademis sering jadi ketentuan yang perlu dipenuhi dengan pelamar saat melamar pekerjaan. Biasanya, ketentuan ini ditujukan buat beberapa alumnus baru yang belum mempunyai pengalaman kerja. Pengalaman berorganisasi penting buat pelamar kerja sebab pengalaman berorganisasi memperlihatkan kekuatan pelamar kerja agar bisa kerja sama juga dengan seseorang serta bertanggungjawab pada apakah yang jadi pekerjaannya. Karena itu, dalam tulisan pengalaman berorganisasi sebaiknya tercantum nama organisasi yang diiringi, kedudukan yang sempat diemban, dekripsi kedudukan, serta waktu bakti di organisasi yang berkaitan.

  1. Pengalaman dalam beberapa pekerjaan

Kecuali pengalaman berorganisasi, faktor lain yang ada dalam perincian riwayat hidup ialah pengalaman dalam beberapa pekerjaan. Saat kita sekolah atau kuliah umumnya ada beberapa jenis pekerjaan yang mempunyai susunan kepanitiaan tertentu. Pengalaman jadi salah satunya panita pekerjaan ini bisa memberi pengalaman kerja dalam satu team. Karenanya, seperti menulis pengalaman berorganisasi, pengalaman kepanitiaan sebaiknya dicatat dengan komplet nama pekerjaan yang disebut, tempat yang diemban, deskripsi tempat, dan waktu kepaitiaan itu berjalan.

  1. Seminar, training, serta pelatihan yang sempat diiringi

Faktor yang lain yang ada dalam perincian riwayat hidup ialah seminar, training, serta pelatihan yang sempat diiringi. Kegiatan-kegiatan ini perlu tercantum dalam perincian riwayat hidup sebab bisa memberi nilai lebih dan menjukkan ketrampilan dan pengetahuan yang dipunyai. Langkah penulisannya sama dengan riwayat pendidikan atau pengalaman kerja yaitu diatur dengan cara terbalik dengan pekerjaan paling akhir tercantum terlebih dulu serta disudahi dengan pekerjaan yang pertama-tama dilaksanakan. Disamping itu, durasi semasa ikuti seminar, training, serta pelatihan juga perlu tercantum.

  1. Ketrampilan atau kekuatan yang dipunyai

Faktor selanjutnya dalam perincian riwayat hidup ialah ketrampilan atau kekuatan yang dipunyai. Contohnya, ketrampilan melakukan komunikasi, kekuatan berbahasa asing, dan kekuatan memakai tehnologi. Ini dibutuhkan mengingat pesatnya perubahan tehnologi info serta komunikasi yang notabene banyak memakai bahasa asing. Disamping itu, kekuatan berbahasa asing bisa mendukung kekuatan untuk melakukan komunikasi dengan seseorang yang datang dari negeri seberang.

  1. Prestasi yang sempat dicapai

Hal penting yang lain yang penting tercantum dalam perincian riwayat hidup ialah prestasi yang sempat dicapai oleh pelamar. Ini perlu supaya perusahaan tahu kekuatan lain yang dipunyai oleh pelamar hingga bisa ditingkatkan oleh perusahaan lewat pendidikan serta latihan. Ditambah lagi bila prestasi yang sempat dicapai oleh pelamar bisa memberi andil positif buat perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *