NOTASI ALGORITMA – JARAK ANTAR WAKTU (DURASI)

Pada post kali ini, saya akan membagikan sedikit konsep yang saya pelajari sendiri yaitu menghitung durasi (jarak antar waktu).

Paradigma awal yang saya pilih adalah sebagai berikut:

  1. Input waktu awal dan akhir (Jam, Menit, dan Detik).
  2. Mengkonversi waktu awal dan akhir dalam satuan detik.
  3. Menjumlahkan seluruh waktu awal dan akhir yang sudah terkonversi (masing-masing / terpisah).
  4. Menghitung selisih dari waktu awal dan akhir (dalam detik).
  5. Mengkonversi hasil ke dalam satuan jam, menit dan detik.

Namun, saya menemukan bahwa alur tersebut dapat dipersingkat.

Paradigma baru yang saya pilih adalah sebagai berikut:

  1. Input waktu awal dan akhir (Jam, Menit, dan Detik).
  2. Mencari durasi antar jam, antar menit, dan antar detik dalam satuan detik
  3. Menjumlahkan durasi antar jam, antar menit, dan antar detik yang sudah terhitung sebelumnya.

Dibawah ini adalah Notasi Algoritma dari paradigma yang saya terapkan.

(Maaf jika adanya kekurangan dalam segi kerapian indentasi dikarenakan tidak bisa diberi indent secara otomatis oleh karena saya copy-paste dari catatan yang saya tulis sendiri di notepad++ sebelumnya. Yang sebenarnya text aslinnya semuanya di notepad++ sudah dalam kondisi berindentasi/rapi)

 

/*
NAMA : NATHANAEL FREDERICKO W
NIM : A11.2018.10882
MAKUL : DASAR PRMROGRAMAN (TEORI)
TEMPAT : RUMAH
TANGGAL : –
PROGRAM : JARAK ANTAR WAKTU
*/

// JUDUL
MENCARI JARAK ANTAR WAKTU (DURASI)

// KAMUS
jam_awal, menit_awal, detik_awal <- integer
jam_akhir, menit_akhir, detik_akhir <- integer
durasi_jam, durasi_menit, durasi_detik <- integer
durasi_total <- integer

// DISKRIPSI
input (jam_awal, menit_awal, detik_awal)
input (jam_akhir,menit_akhir, detik_akhir)

durasi_jam = (jam_akhir – jam_awal) * 3600
durasi_menit = (menit_akhir – menit_awal) * 60
durasi_detik = (detik_akhir – detik_awal) * 1

durasi_total = durasi_jam + durasi_menit + durasi_detik
output (durasi_total)