APLIKASI KOMPUTER K3 (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA)

NAMA   : NOVITASARI EKA PUTERI

NIM       : D11.2014.01856

MAKUL : APLIKOM K3

Soal

  1. Apakah SIG penting untuk dunia kesehatan ?
  2. Menurut pendapat kalian apakah seorang FKM wajib memahami SIG ?

Jawaban

  1. SIG memang sangat penting untuk dunia kesehatan karena dalam Sistem Informasi Geografis digunakan untuk mempermudah seorang tenaga kesehatan dalam membaca data , misalnya untuk mengetahui data penyebaran kasus di suatu wilayah tertentu serta untuk mempermudah seseorang dalam mengambil sebuah kesimpulan. Penentuan distribusi unit – unit rumah sakit ataupun puskesmas – puskesmas, fasilitas – fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga medis dapat pula dilakukan dengan SIG (Sistem informasi geografi ).

Menurut WHO,SIG (Sistem Informasi Geografis) dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan antara lain :

  • Menentukan Distribusi Geografis Penyakit.
  • Analisis trend Spasial dan Temporal
  • Pemetaan Populasis Berisiko
  • Stratifikasi Faktor risiko
  • Penilaian Distribusi Sumberdaya.
  • Perencanaan dan Penentuan Intervensi.
  • Monitoring Penyakit.

Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan SIG (Sistem informasi geografis) dalam bidang Kesehatan Masyarakat berdasarkan analisa CDC tersebut.

a) Memonitor status kesehatan untuk  mengidentifikasi masalah  kesehatan yang ada di masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG (Sistem informasi geografis) digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status kesehatan tertentu, misalnya status kehamilan. Dengan SIG (Sistem informasi geografis), peta mengenai status kesehatan dapat digunakan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan ANC, persalinan dll.

b) Mendiagnosa dan  menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di       masyarakat. Contoh , seorang epidemiologis sedang mengolah data tentang  kasus asma yang diperoleh dari  Rumah Sakit, Puskesmas, dan Pusat – Pusat Kesehatan lainnya di masyarakat, ternyata dia menemukan terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan di suatu Rumah Sakit, maka kemudian dia mencari data dari pasien – pesien penderita asma di Rumah  sakit.Ternyata ditemukan  bahwa 8 dari 10 orang  penderita  asma yang dirawat di Rumah Sakit tersebut bekerja di perusahaan yang sama. Demikian seterusnya hingga kemudian SIG (Sistem informasi geografi )  dapat digunakan untuk memberikan data yang lengkap mengenai pola pajanan kimia tertentu di perusahaan – perusahaan dalam suatu wilayah, yang merupakan informasi yang penting untuk  para karyawan. Informasi ini juga dapat diteruskan kepada ahli – ahli terkait, dalam hal ini ahli K3 untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap masalah yang ditemukan.

c) Menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat mengenai isu – isu kesehatan. SIG (Sistem informasi geografis)  dalam hal ini dapat menyediakan informasi mengenai kelompok masyarakat yang diidentifikasi masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai informasi kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat dicari media komunikasi yang paling efektif bagi  kelompok tersebut, serta dapat dibuat perencanaan  mengenai waktu yang paling  tepat untuk  melakukan  promosi  kesehatan kepada kelompok masyarakat  tersebut.

d) Membangun dan  menggerakkan  hubungan  kerjasama dengan  masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografis) digunakan untuk melihat suatu pemecahan masalah kesehatan berdasarkan area tertentu dan kemudian memetakan kelompok masyarakat yang potensial dapat mendukung program tersebut berdasarkan area – area yang terdekat dengannya. Misalnya masalah imunisasi yang ada pada wilayah kerja tingkat RW atau Posyandu, maka dapat dipetakan kelompok potensial pendukungnya yaitu Ibu – Ibu PKK yang dapat diberdayakan sebagai kader pada Posyandu – Posyandu yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

e) Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Contohnya dalam hal analisa wilayah cakupan Puskesmas. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografis) digunakan untuk memetakan utillisasi dari tiap – tiap Puskesmas oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk Puskesmas tersebut disesuaikan dengan tingkat utilitasnya.

f) Membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografis) dapat digunakan untuk membagi secara jelas kewenangan dan tanggung jawab suatu pusat pelayanan kesehatan pada tiap – tiap wilayah kerja dalam menjamin dan menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan demikian maka manajemen komplain dapat terkoordinir dengan baik.

g) Menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika belum tersedia. Misalnya seorang warga negara asing diidentifikasi menderita suatu penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan yang serius. Maka untuk mengatasinya, dengan melihat peta dan data akses pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dicari tenaga kesehatan terdekat yang dapat membantu orang tersebut, dan menguasai bahasa yang digunakannya. Dengan data SIG (Sistem informasi geografis) juga dapat diketahui bagaimana akses transportasi termudah yang dapat dilalui oleh warga negara asing tersebut menuju fasilitas kesehatan terdekat.

h) Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografis) dapat menyediakan peta persebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di tiap – tiap daerah, sehingga dengan demikian dapat dilihat jika ada penumpukan atau bahkan kekurangan personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut dapat digunakan dalam hal perencanaan pengadaan tenaga – tenaga kesehatan untuk jangka waktu ke depan untuk masing – masing wilayah.

i) Mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Data SIG (Sistem informasi geografis) dapat menyediakan data yang lengkap mengenai potensi tiap – tiap daerah serta karakter demografis masyarakatnya untuk dihubungkan dengan fasilitas – fasilitas kesehatan yang tersedia dan tingkat utilitasnya. Dengan demikian dapat dievaluasi kembali kesesuaian dan kecukupan dari penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang ada.

j) Penelitian untuk menciptakan penemuan baru dan inovasi dalam memecahkan masalah – masalah kesehatan di masyarakat. Salah satu kegunaan ini SIG (Sistem informasi geografis) dalam hal ini adalah untuk menyediakan data yang akurat mengenai perubahan – perubahan yang terjadi di suatu daerah seperti pertambahan jumlah perumahan, jalan, pabrik atau sarana – sarana lainnya yang berpengaruh pada lingkungan dan berpotensi mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Data ini kemudian dapat digunakan untuk merancang dan merencanakan inovasi – inovasi tertentu yang dapat menjamin kesehatan suatu masyarakat (Ika Irmawati,2005).

  1. Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak penduduk dengan tingkat penyebaran penyakit di berbagai daerah di Indonesia. Pemetaan penyebaran penyakit perlu dilakukan untuk mempermudah petugas kesehatan dalam melakukan pencegahan penyakit dan penyelesaian masalah kesehatan yaitu dengan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web. Peta pada sistem ini mampu memberikan informasi  seperti wilayah, angka dan titik kasus penyebaran penyakit. Sistem informasi geografis (SIG) merupakan sistem yang dapat mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan memvisualisasikan data yang dapat digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan.

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah; “Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber daya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, meng-integrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”

Sistem Informasi Geografis (SIG) memiliki kemampuan yang sangat cocok dalam pengendalian dan survailans penyakit-penyakit menular, terlebih lagi terhadap penyakit-penyakit yang erat kaitannya dengan lingkungan maupun vector yang sering kali ditemukan pada wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik tertentu. SIG juga sangat relevan dalam ikut memudahkan pekerjaan para petugas kesehatan khususnya dalam menangani keadaan kegawatdaruratan seperti wabah dalam hal memetakan kasus dan factor risiko potensial yang berhubungan dengan penyakit yang mewabah tersebut. Saat ini SIG telah banyak memberikan kontribusi dalam sektor kesehatan. Salah satu institusi yang membuat analisanya adalah Center For Disease Control (CDC) yang mengungkapkan pemanfaatan SIG ke depannya.

Salah seorang ahli dalam kesehatan masyarakat yang dianggap sebagai  pelopor berkembangnya penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah  John Snow yang telah melakukan pemetaan terhadap kasus Kolera di Soho,  London pada tahun 1854 hingga akhirnya dapat menemukan sumber penularan  penyakit Kolera pada saat itu.

Dalam perkembangannya, dengan semakin berkembangnya masyarakat,  maka pelayanan kesehatan masyarakatpun dihadapkan pada masalah yang  berkaitan dengan heterogenitas populasi yang menyebabkan semakin  kompleksnya penyakit berikut faktor-faktor penyebabnya.

Sistem Informasi Geografis (SIG) pada saat ini telah banyak digunakan oleh tenaga atau ahli kesehatan masyarakat ataupun epidemiolog karena menurut Jasmin and Johnson (1999) dalam Kristina (2008) beberapa aplikasinya secara umum dalam bidang kesehatan dapat digunakan untuk menemukan penyebaran dan jenis-jenis penyakit secara geografis, meneliti perkembangan trend sementara  suatu penyakit, mengidentifikasi kesenjangan, celah di daerah terpencil,  mengurangi kerugian masyarakat melalui pemetaan dan stratifikasi faktor-faktor  resiko, menggambarkan kebutuhan-kebutuhan dalam pelayanan kesehatan  berdasarkan data dari masyarakat dan menilai alokasi sumber daya, meramalkan kejadian wabah, memantau perkembangan penyakit dari waktu ke waktu, dan  dapat menempatkan fasilitas dan sarana pelayanan kesehatan yang dapat  dijangkau oleh masyarakat.

Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat memberikan manfaat dalam  bidang kesehatan diantaranya adalah untuk mempelajari hubungan antara lokasi, lingkungan dan kejadian penyakit oleh karena kemampuannya dalam mengelola dan menganalisis serta menampilkan data spasial. SIG juga dapat menghasilkan analisa data epidemiologi dengan baik, menggambarkan trend kejadian suatu penyakit, menggambarkan ketergantungan dan saling keterkaitan antara berbagai  faktor penyebab timbulnya penyakit pada suatu wilayah. Disamping itu, dengan  SIG dapat dilakukan pemetaan terhadap sumber daya kesehatan masyarakat,  penyakit-penyakit tertentu dan permasalahan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan, infrastruktur, demografi dan sosial. (Nurhayati,  2005).

Nigeria berada di peringkat keempat di antara negara-negara di dunia dengan beban tertinggi tuberkulosis (TB). Dalam penelitian (Oloyede, 2013) dikatakan untuk mempermudah menangani pengobatan dan pengendalian TB dibutuhkan sistem informasi geografis yang berguna dalam proses identifikasi wilayah di mana berlangsung transmisi tuberkulosis tersebut. Salah satu penelitian yang dilakukan di Indonesia adalah penelitian (Rostianingsih, 20014), di RSUD Dr. Soetomo yang merupakan salah satu rumah sakit terbesar di Jawa Timur. Dalam penelitiannya dikatakan sistem informasi geografis (SIG) dapat mengolah data base di Rumah sakit tersebut menjadi informasi yang bersifat analitik dan membantu pihak rumah sakit dalam pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan berupa peta penyebaran penyakit (menggunakan metode Kriging), grafik tingkat ketahanan hidup pasien (menggunakan metode survival analysis), serta berbagai grafik yang berguna untuk melihat karakteristik data pasien, seperti grafik jumlah pasien dari waktu ke waktu, histogram distribusi usia pasien, dan lain-lain.

Sehingga berdasarkan kesimpulan dari penjelasan – penjelasan sebelumnya , menurut pendapat saya sebagai seorang FKM wajib untuk memahami SIG (Sistem Informasi Geografis) , karena SIG (Sistem Informasi Geografis) diguanakan dalam menunjang pelayanan kesehatan dengan SIG (Sistem Informasi Geografis) dapat membantu seorang FKM untuk memudahkan dalam menganalisis dan membaca data penyebaran suatu kasus penyakit yang ada dalam berbagai wilayah – wilayah tertentu dan menarik kesimpulan dari hasil yang. Misalnya disuatu wilayah terdapat kasus DB dan jumlah penduduk maka dapat disimpulkan semakin padatnya jumlah penduduk dapat memicu tingginya kasus DB.

Selaian itu SIG (Sistem Informasi Geografis) juga dapat digunakan untuk menentukan jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dapat mengidentifikasi aksesbilitas tempat pelayanan kesehatan masyarakat dan mempermudah  seorang FKM untuk menilai risiko dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat, mengetahui distribusi penyakit dan investigasi wabah, perencanaan dan mengimplementasi program pelayanan kesehatan, serta mengevaluasi dan menarik kesimpulan yang di peroleh. SIG (Sistem Informasi Geografis ) juga dapat dipakai untuk memberi simbol untuk menunjukan kejadian kejadian yang didapatkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *