Tips Beli rumah Cluster dari Developer perumahan agar tidak tertipu

beli rumah cluster

Tips beli rumah cluster dari Developer perumahan

Membeli perumahan Cluster adalah salah satu cara untuk mendapatkan kualitas rumah dan lingkungan yang bagus dan sesuai dengan keinginan.

Tapi jangan asal beli.

Ada banyak hal yang harus anda perhatikan sebelum membeli agar anda tidak tertipu. Karena, ternyata ada banyak sekali yang sudah menjadi korban.

Padahal, sudah susah payah mengumpulkan uang untuk DP.

Nah, pada kesempatan ini kami ingin berbagi beberapa tips simple saat beli rumah cluster dengan pengembang. Mudah-mudahan bisa membantu.

Baik, mari kita bahas.

Mengenal Developer dengan baik.

Sebelum anda memutuskan untuk membeli rumah cluster. Kami sangat menyarankan agar mengenal siapa orang dibalik perusahaan developer perumahan tersebut.

Karena, hal ini sangat besar pengaruhnya.

Apalagi, biasanya kita harus membayar lunas sejak awal dengan nilai yang tidak sedikit. Biasanya berkisar antara 200 juta hingga 5 milyar.

Tentu ini bukanlah uang yang sedikit untuk dipasrahkan orang lain begitu saja.

Jadi, luangkanlah waktu anda untuk mempelajari pengembang perumahan tersebut sebelum memutuskan untuk membeli rumah.

Cari tahu juga perumahan yang sudah pernah mereka kerjakan. Dengan cara ini, anda tidak saja mengetahui kualitas bangunan yang mereka buat. Tapi, juga mengetahui reputasi mereka.

Jika anda abai dengan hal ini. Maka, sangat mungkin perumahan anda akan bermasalah dikemudian hari. Bisa uang anda dilarikan, sertifikat tidak kunjung selesai.

Serta segudang masalah lainnya.

Sekali lagi, luangkan waktu anda untuk mengetahui siapa developer perumahan dimana anda ingin membeli rumah.

Balik nama Sertifikat.

Biasanya, saat kira baru pertama kali membeli rumah. Sertifikat rumah bukanlah atas nama kita langsung. Tapi, masih atas nama developer.

Ini wajar. Hanya saja, anda harus tahu kapan sertifikat itu bisa balik nama atas nama anda. Jika mereka tidak bisa menjawab dengan pasti, anda harus waspada dengan modus mereka.

Karena, jika sertifikat tidak atas nama anda. Ada beberapa masalah yang akan anda hadapi. Diantaranya kesulitan saat ingin menjual maupun take over.

Idealnya, balik nama sertifikat ini dilakukan secepatnya.

Kami dari salah satu penyedia Jasa Bangun rumah Surabaya sangat memperhatikan hal ini. Ini penting untuk kenyamanan konsumen.

Pembayaran DP

Idealnya, anda tidak perlu bayar DP rumah terlebih dahulu sebelum KPR yang anda ajukan disetujui oleh Bank. Karena, tidak semua orang yang mengajukan diterima oleh Bank.

Namun, sebagian developer mewajibkan kita untuk membayar DP diawal.

Besarannya bervariasi. Ada yang 5 jutaan, 10 jutaan, 50 jutaan dan ada pula yang mencapai ratusan juta. Dan ini bukanlah jumlah yang sedikit.

Agar anda tidak tertipu, lebih baik urungkan untuk membeli rumah jika mereka meminta DP yang terlalu besar. Apalagi jika reputasi developernya tidak jelas.

Bahkan punya catatan buruk pada proyek perumahan sebelumnya.

Karena, kalau sudah dibayarkan. Meminta kembali uang DP ini bukanlah hal mudah. Kalaupun dikembalikan, jarang sekali yang 100%.a\

Mengetahui Kewajiban Developer jika Wanprestasi.

Yang Namanya proyek. Terkadang ada saja masalahnya. Kita mengenalnya dengan wanprestasi.

Nah, jika developer tempat anda membeli rumah mengalami hal ini. Apa yang menjadi kewajiban mereka. Ini harus anda ketahui sejak awal.

Karena, biasanya mereka akan berkelit dan menghindar dari tanggungjawab jika bagian ini tidak clear sejak awal anda membeli rumah.

Jadi, ketahui dan tanyakan pada mereka tentang hal ini.

Anda tidak perlu sungkan menanyakan hal ini pada mereka. Dan satu hal lagi, minta bukti tanggung jawab ini secara tertulis. Bukan janji lisan saja.

Segera buat AJB jika rumah sudah jadi.

Perlu anda ketahui, AJB adalah bukti sah hak kepemilkan atas bangunan dan tanah sudah berpindah pada pihak lain. Ini bisa kita lihat pada pasal 37 dan PP 24 Tahun 1997.

Anda sudah bisa mengajukan pembuatan AJB jika beberapa hal berikut terpenuhi.

Pertama, bangunan sudah selesai dibangun. Kedua, pembeli sudah melunasi kewajiban pembangunan rumah dan ketiga, HGB atas tanah bangunan sudah selesai.

Jika 3 hal tersebut sudah selesai, maka anda sudah bisa mengajukan AJB (Akta Jual Beli).
Dan AJB ini harus dibuat di hadapan PPAT.

Biasanya pihak PPAT akan melakukan pemeriksaan Sertifikat di BPN. Sekaligus menyerahkan bukti pembayaran PBB-nya.

Segera mengurus SHM

Setelah anda mendapatkan HGB, maka segeralah mengurus Sertifikat Hak Milik.

Perlu anda ketahui, biasanya developer perumahan tidak di izinkan memiliki SHM. Biasanya hanya menggunakan tanah dengan status HGB.

Peliknya, HGB ini memiliki jangka waktu. Jika jangka waktu ini lewat, maka tanah HGB tadi akan menjadi hak negara sepenuhnya.

Oleh karenanya, segeralah urus Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah anda.

Itulah beberapa tips sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghindari masalah saat membeli rumah cluster dari developer perumahan.

Setidaknya, dengan mengetahui beberapa hal diatas. Akan membantu anda mengetahui cela-cela yang digunakan developer perumahan untuk menipu.

Sehingga anda terhindar dari tindakan penipuan Developer perumahan yang tidak bertanggungjawab. Mudah-mudahan bermanfaat.

Untuk anda yang  berada di Malang dan sekitarnya, kami menawarkan layanan bangun dan renovasi rumah dengan harga terjangkau.

Anda bisa mempelajari penawaran kami melalui halaman ini : http://megabangunkonstruksi.com/renovasi-dan-bangun-rumah-malang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *