Alibi Anime Boruto Kandas Merebut Hati Penggemar Naruto

Buat penggemar shonen, serial anime serta manga Naruto jadi salah satu judul yang nyatanya pernah diiringi. Menceritakan soal dunia shinobi yang lincah serta kokoh, di dalamnya terselip banyak kepribadian unik. Walaupun manga serta animenya sudah berakhir, dunia shinobi senantiasa berjalan melalui balutan cerita Boruto: Naruto Next Generations.

Semacam judulnya, saat ini cerita juga berfokus pada putra Naruto dengan seluruh kemelut yang ia hadapi. Sayangnya, untuk para penggemar, perihal ini juga enggak menjamin kesuksesan serial anime serta manganya.

Cerita Naruto Telah Lebih dari Cukup

Buat kamu yang menjajaki ekspedisi Naruto dari anak nakal sampai jadi penyelamat dunia, pastinya cerita panjang tersebut telah lebih dari lumayan. Babak akhir yang menggambarkan takdir Naruto melawan Sasuke bagaikan 2 anak manusia juga jadi penutup yang sangat manis.

Untuk para penggemar, bisa jadi inilah yang terbaik. Mengenali jika Naruto serta Sasuke kesimpulannya berdamai sehabis terluka sangat parah serta menghasilkan jurus terbaiknya jadi babak akhir yang sangat berkesan. Pertarungan yang berakhir seri menyimbolkan jika keduanya ditakdirkan buat terdapat satu sama lain.

Si Kreator Enggak Menginginkannya

Yup, si penulis serta kreator Naruto, ialah Masashi Kishimoto enggak sempat menginginkan Boruto buat dilanjutkan hingga sepanjang ini. Terakhir, Masashi Kishimoto berfungsi bagaikan pengawas cerita kala Boruto: Naruto the Movie dirilis. Dirinya juga mempercayakan kelangsungan waralaba ini kepada 2 penulis, ialah Mikio Ikemoto serta Ukyo Kodachi.

Ikemoto serta Kodachi ialah orang dekat Masashi serta jadi asisten kala Naruto masih dibesarkan. Berkat tawaran Weekly Shonen, cerita dalam Boruto juga bersinambung. Dalam suatu siaran dari VizMedia, Masashi mengaku lepas tangan dengan cerita di dalam anime ini serta lebih merasa puas dengan akhir yang sudah ia buat di Naruto: Shippuden.

Sangat Banyak Musuh yang Kuat

Kala Naruto bergulir, konflik berbalik sama peperangan dunia shinobi yang pelik. Naruto juga belajar sama makna persahabatan serta pengkhianatan di sejauh cerita. Sayangnya, inilah yang enggak dapat didatangkan oleh Boruto. Kita juga cuma terbuat pusing sama musuh- musuh kokoh, ialah makhluk bernama Otsutsuki.

Awal mulanya, Kaguya yang ialah wujud bunda dari Rikudo Sennin ialah Otsutsuki yang tersesat di Bumi. Menjajaki kekalahannya, makhluk yang dapat dibilang bagaikan alien bertelinga panjang mirip kelinci ini juga menginvasi dunia shinobi. Walhasil, cerita dalam Boruto terkesan dragging dengan bawa musuh- musuh yang kelewat overpowered.

Time Travel Memperkeruh Plot Cerita

Enggak menyudahi di resep yang membosankan, cerita dalam anime ini terbuat kian rumit dengan time travel. Buat kamu yang enggak menjajaki cerita ini, nantinya kamu bakal mengalami realitas membingungkan kalau Boruto terjebak di lini masa kala Naruto masih jadi Genin. Sasuke serta Boruto yang mengejar Urashiki terdampar di lini masa ini serta membuat alur cerita jadi membingungkan.

Boruto dapat saja belajar memahami bapaknya serta perjuangan berat di lini masa ini. Walaupun begitu, time travel memperkeruh cerita lantaran terkesan dipaksakan. Kita juga terbuat bimbang, akankah ekspedisi waktu si anak ini membuat nasib bapaknya jadi lebih baik ataupun malah membuat dunia shinobi jadi kian kalang kabut.

Bukan Kepribadian yang Berkesan

Dapat dibilang film Boruto: Naruto the Movie masih dapat berikan cerminan yang baik menimpa waralaba ini. Kala itu, Boruto terbuat terkesima dengan perjuangan si bapak buat melindungi Desa Konoha dengan apapun yang ia miliki. Alasannya, Naruto yang sudah jadi Hokage belajar banyak serta ditempa oleh perjuangan yang sangat susah.

Di sejauh anime, Boruto ikut serta sama konflik yang sangat rumit dengan wajib mengalahkan para Otsutsuki yang berkekuatan besar. Yup, bocah 12 tahun yang belum paham apa- apa ini wajib berhadapan dengan alien dengan chakra yang sangat kokoh. Boruto juga jadi enggak lebih dari anak ajaib yang terkesan dapat mengalahkan apapun, tanpa perjuangan.