Yuk Menilik Produsen Baja Terbesar di Indonesia

PT Krakatau Steel adalah BUMN yang beroperasi di sektor produksi baja.

Perusahaan yang bekerja di Cilegon, Banten ini awalnya dibuat untuk bentuk penerapan Project Baja Trickora.

PT Krakatau Steel diinisiasi oleh Presiden Soekarno di tahun 1960.

Simak Juga : berat wiremesh

Soekarno ingin Indonesia mempunyai pabrik baja yang dapat memberikan dukungan perubahan industri nasional yang mandiri, berharga lebih tinggi, serta punya pengaruh buat pembangunan ekonomi nasional.

Riwayat

Ditargetkan pertama-tama untuk Project Besi Baja Trickora oleh Presiden Soekarno, PT Krakatau Steel yang berdiri di tahun 1970 sudah berubah jadi produsen baja paling besar di Indonesia.

Dalam periode waktu 10 tahun, Krakatau Steel sudah memperlihatkan perubahan yang cepat dengan pertambahan beberapa sarana produksi seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Baja Tangkai Kawat, dan sarana infrastruktur pendukungnya, yakni pembangkit listrik, pusat penjernihan air, dermaga serta skema telekomunikasi.

Semenjak itu Krakatau Steel diketahui untuk produsen baja paling besar di Indonesia.

Kelengkapan infrastruktur jadikan PT Krakatau Steel untuk industri baja terintegrasi yang bukan hanya dapat sediakan supply produk baja, tapi ikut menggerakkan perkembangan dunia industri di tanah air.

Dengan bekal kekuatan tehnis serta manajerial, PT Krakatau Steel (Persero) sudah mendapatkan Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001/SMK3, ISO 17025, serta Skema Manajemen Penyelamatan (SMP).

Di tahun 1973, Perseroan menghasilkan pipa spiral untuk kali pertamanya dengan detail ASTM A252 serta AWWA C200.

Artikel Terkait : ukuran bondek

Semenjak tahun 1977, Perseroan sudah mendapatkan sertifikasi API 5L serta semenjak 2009 mendapatkan sertifikasi BC 1, yang disebut standard Building and Construction Authority yang dikeluarkan oleh Negara Singapura.

Atas loyalitas Perseroan pada keselamatan kerja serta kesehatan lingkungan, SGS International memberikan Sertifikasi ISO 14001 di tahun 1997.

Awalnya, Perseroan sudah mendapatkan Sertifikasi ISO 9001 di tahun 1993 yang selanjutnya diperbaharui dengan Sertifikasi ISO 9001: 2000 di tahun 2003, selanjutnya diperbaharui menjadi lagi ISO 9001: 2008 oleh SUCOFINDO tahun 2010.

Seritifikasi ISO 17025 terbagi dalam Sertifikasi Laboratorium Kalibrasi, Sertifikasi Laboratorium Kimia serta Mekanik; serta Sertifikasi Laboratorium Lingkungan yang diakreditasi oleh Komite Legalisasi Nasional (KAN).

Perseroan sudah memperoleh JIS Marking approval untuk beberapa produk HRC semenjak tahun 1991, CRC serta WR semenjak tahun 1993.

Disamping itu Perseroan sudah memutuskan Standard Nasional Produk Indonesia lewat SNI harus di tahun 2011 untuk HRC serta 2012 untuk CRC.

Dalam bagian penyelamatan, Perseroan sudah mendapatkan sertifikasi SMP yang dikeluarkan oleh KAPOLRI dengan mengaplikasikan Perkap 24/2007 di tahun 2012.

Perolehan ini adalah perwujudan loyalitas Perseroan pada standard kualitas berskala Internasional.

PT Krakatau Steel (Persero) mengeluarkan penawaran umum pertama (IPO) pada 10 November 2010 serta mulai sejak itu, saham Perseroan tercatat di Bursa Dampak Indonesia dengan nama KRAS.

Dengan kemampuan produksi yang capai 3,15 juta ton per tahun, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menghasilkan beberapa produk favorit seperti Baja Lembaran Panas, Baja Lembaran Dingin, serta Baja Tangkai Kawat.

Lewat anak upayanya, Perseroan keluarkan tipe produk baja untuk bagian industri spesial, diantaranya Pipa Spiral, Pipa ERW, Baja Tulangan, serta Baja Profile.

Karena kekuatannya untuk produksi baja dengan detail spesial, khususnya dalam memberikan dukungan infrastruktur pertahanan nasional, Perseroan diketahui untuk salah satunya industri taktiks Indonesia.

Sekarang ini, Perseroan sudah membidik untuk tingkatkan kemampuan produksinya jadi 4,65 juta ton di tahun 2017.

Ini dikerjakan dengan meningkatkan kemampuan produksi Baja Lembaran Panas sebesar 1,5 juta ton.

Kecuali kuasai market share lokal, Perseroan memercayakan export produk baja untuk tingkatkan volume penjualannya.

Sarana Produk

Perseroan adalah produsen baja lembaran panas (HRC) serta baja lembaran dingin (CRC) paling besar dan produsen tangkai kawat baja (WR) paling besar ke-2 di Indonesia.

Ini menempatkan Perseroan untuk produsen baja paling besar di Indonesia serta pemain baja utama di teritori Asia Tenggara.

Sarana produksi baja terpadu yang dipunyai Perseroan mencakup sarana produksi pengerjaan besi (ironmaking) berbentuk Direct Reduction Plant, pemrosesan baja (steelmaking) yang terbagi dalam 10 (sepuluh) dapur busur listrik (electric arc furnace/EAF) serta 5 (lima) sarana continuous casting machine, pabrik pengerolan baja (rolling mill) yang terbagi dalam pabrik baja lembaran panas (hot strip mill), pabrik baja lembaran dingin (cold rolling mill), pabrik tangkai kawat baja (wire rod mill), pabrik baja tulangan (bar mill), pabrik baja profile (section mill) serta pabrik pipa baja (pipe mill).

Untuk periode yang usai pada 31 Desember 2015 serta periode 6 (enam) bulan yang usai pada 30 Juni 2016, Perseroan menghasilkan 1.468.329 ton serta 955.650 ton produk HRC, 559.450 ton serta 267.078 ton produk CRC, dan 134.595 ton serta 83.978 ton produk tangkai kawat baja (WR), 66.077 ton serta 33.571 ton baja profile (steel section), 124.481 ton serta 46.830 ton baja tulangan (steel bar), serta 71.802 ton serta 34.512 ton pipa baja (steel pipe).

Perseroan memakai HRC yang dipakai untuk bahan baku pengerjaan CRC serta pipa baja dalam skala besar.

Perseroan jual beberapa produknya di Indonesia khususnya pada konsumen setia Perseroan di Jakarta serta sekelilingnya, serta Surabaya, Jawa Timur.

Sarana produksi Perseroan terdapat di Kota Cilegon, Propinsi Banten, dengan pasar penting produk Perseroan ada di Jakarta yang bisa diraih lewat akses jalan tol sejauh 94 km..

Pekerjaan operasional Perseroan dibantu oleh beberapa infrastruktur simpatisan dan suplai utilitas yang disiapkan oleh anak usaha Perseroan, yakni: pembangkit listrik, layanan kepelabuhanan, serta sarana pemrosesan air.

Dermaga Cigading yang terdapat di Selat Sunda adalah akses penting Perseroan pada konsumen setia lokal di luar Jawa, pasar export, dan suplai bahan baku dari luar dan dalam negeri.

Dalam rencana turunkan ongkos produksi dan peningkatan usaha dengan tingkatkan suplai produk HRC, Perseroan sudah mengawali penerapan program pembangunan Blast Furnace Complex yang akan menghasilkan besi cair sekitar 1,2 juta ton per tahun dan pabrik baja lembaran panas (hot strip mill) baru memiliki 1,5 juta ton per tahun.

Pabrik Blast Furnace Complex diperkirakan mulai bekerja pada Desember 2016, sedang pembangunan HSM #2 diperkirakan usai pada 2019.

Perseroan merencanakan untuk memakai hasil Penawaran Umum Terbatas untuk mendanai beberapa project yang termasuk juga di peningkatan usaha Perseroan, yakni kenaikan kemampuan produksi di sarana pengerjaan baja lembaran panas (hot strip mill) dan pembangunan PLTU Batubara 1×150 MW.

Jumlah pemasaran konsolidasian Perseroan untuk beberapa tahun yang usai pada 31 Desember 2014 serta 2015 ialah semasing sebesar USD 1.868.845 ribu, serta USD 1.321.823 ribu.

Sedang untuk periode 6 (enam) bulan yang usai pada 30 Juni 2015 serta 2016 ialah semasing sebesar USD 677.238 ribu serta USD 659.121 ribu.

Hot Rolled Coil/Plate

Baja lembaran panas yang berbentuk coil serta pelat ialah tipe produk baja yang dibuat proses dari pengerolan panas.

Pabrikasi serta beberapa pemakai tipe baja ini biasanya menyebutkan produk ini ‘baja hitam’ untuk pembeda pada produk baja lembaran dingin yang umum diketahui untuk ‘baja putih’.

Krakatau Steel menghasilkan baja plain carbon serta baja micro-alloyed yang bisa dipakai untuk beberapa pemakaian, dari kualitas umum atau komersil sampai kualitas spesial, seperti susunan kerangka baja, elemen serta kerangka kendaraan bermotor, tiang pancang, elemen alat berat, fabrikasi umum, pipa serta tabung umum, pipa serta tabung untuk jalan pipa serta casing, tabung gas, baja tahan korosi cuaca, bejana bertekanan, boilers, serta konstruksi kapal.

Ketebalan pelat baja lembaran panas sekitar di antara 0,18 sampai 25 mm, sedang lebarnya di antara 600 sampai 2060 mm.

Produk baja lembaran panas bisa diberi berbentuk coil serta pelat.

Keadaannya bisa berbentuk gulungan atau untuk produk yang lewat proses pickling serta oiling (hot rolled coil-pickled oiled atau HRC-PO).

Cold Rolled Coil/Sheet

Baja lembaran dingin yang banyak diketahui dengan nama ‘baja putih’ (‘white steel’) salah satu bentuk produk baja yang dibuat proses dari pengerolan dingin. ‘Baja putih’ ini mempunyai karakter tipikal yang lain dengan cara relevan dengan ‘baja hitam’ atau baja lembaran panas.

Baja lembaran dingin mempunyai kualitas permukaan yang lebih bagus, bertambah tipis serta dengan ukuran yang bertambah presisi, dan memiliki karakter mekanis yang baik serta formability yang sangatlah baik.

Baja dalam kelompok ini biasanya digunakan dalam proses pembangunan sebab material ini mempunyai formability, weldability, serta kualitas roughness yang lebih bagus.

Baja putih ini digunakan untuk aplikasi dalam industri galvanizing (zinc-coating), enamelware (porcelain-coating), serta dipakai untuk bahan baku pengerjaan kaleng makanan berlapis timah (tin mill-black plate) dalam industri minuman dan makanan.

Untuk lembaran baja yang dikuatkan (annealed sheet), rata-rata ketebalan baja putih yang dibuat Krakatau Steel ialah 0,20 sampai 3,00 mm, sedang untuk unannealed (berbentuk gulungan) ketebalan maksimalnya ialah 2,00 mm.

Wire Rod

Tangkai kawat dibikin dari baja billet, oleh karenanya tangkai kawat digolongkan untuk produk batangan, untuk memperbedakannya dari baja lembaran panas serta baja lembaran dingin yang dibikin dari baja slab.

Tangkai kawat umumnya digolongkan berdasar muatan karbonnya, yakni tangkai kawat dengan karbon rendah, sedang, atau tinggi.

Disamping itu tangkai kawat digolongkan berdasar aplikasinya.

Tangkai kawat karbon rendah serta sedang mempunyai muatan karbon kurang dari 0,25%.

Baja tipe ini biasanya dipakai untuk kawat, paku, wire mesh, serta untuk bahan baku untuk welded fabrication (kisi-kisi jendela atau pintu, pagar, serta jeruji).