ARTIKEL TENTANG KOMPONEN E-BUSINESS

Logo - Fakultas Ilmu Komputer - UDINUS GALLERY

Di susun oleh :

Sania Indri Agustiawati (A12.2019.06283)

Pengertian E-Bisnis

E-Bisnis ialah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis serta semiotomatis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal maupun eksternal secara lebih efisien serta fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier serta mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan maupun melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Model – model e-bisnis :

  1. Consumer To Consumer (C2C) : sistem komunikasi serta transaksi bisnis antar konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Karakteristik C2C :

  1. Pada lingkup antara konsumen ke konsumen bersifat khusus sebab transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja.
  2. Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi seputar produk, harga, kualitas serta pelayanannya.
  3. Konsumen juga dapat membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar dengan luas dan cepat melalui komunitas tersebut.
  4. B2B (Business to Business) : sistem komunikasi antara bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin serta dalam kapasitas produk yang besar.

Karakteristik B2B :

  1. Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut ialah karena atas dasar kebutuhan serta kepercayaan.
  2. Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati serta Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
  3. Sarana yang digunakan ialah Electronic Data Interchange (EDI) Model yang umum digunakan ialah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis menjadi lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya.
  4. B2C (Business to Consumers) : sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Karakteristik B2C :

  1. Informasi disebarkan ialah secara umum. Pelayanan yang diberikan ialah bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
    1. Pelayanan yang diberikan ialah berdasarkan permintaan. Jika Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat serta siap merespon permintaan konsumen tersebut.
    1. Pendekatan yang dilakukan ialah Client Server, dimana Konsumen berada pada di sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk dapat mengaksesnya, serta Pelaku Usaha berada pada sisi Server.

Pembagian E-business

1.      Customer Relationship Management (CRM) : system kustomisasi melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi ; sales, pemasaran, data-data, penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.

2.      Enterprise Resource Planning (ERP) : system informasi pendukung e-business yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam internal perusahaan tersebut, yang meliputi ; production and finance, human resource, sales and distribution, order management.

3.      Enterprise Application Programs (EAI) : merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.

4.      Supply Chain Management (SCM) : manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.

Komponen infrastruktur e-Business terdiri dari beberapa layer berikut beberapa penjelasan dari layer layer pada Infrastruktur e-Business.

Layer I (E-Business services- application layer)

  • aplikasi bisnis infrastruktur:

Aplikasi yang menyediakan akses ke layanan dan informasi di dalam dan di luar organisasi

Layer II (System software)

1. Kunci dari keputusan manajemen adalah standarisasi seluruh organisasi.

  • Ini mengarah untuk mengurangi perulangan angka pada kontak yang berfungsi sebagai dukungan(support)  dan pemeliharaan
  • Mengurangi harga pembelian melalui lisensi multi-user lisensi

2. Sistem perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk client server dan jaringan

  • Klien: browser yang membakukan standarisasi plug-in dan sistem perangkat lunak
  • Server: standarisasi web-server
  • Jaringan: jaringan perangkat lunak harus ditentukan

Layer III (Transport/ network layer)

  1. Keputusan pada jaringan akan didasarkan pada jaringan internal perusahaan.
  2. e-business yang akan menjadi intranet
  3. Untuk jaringan eksternal yang akan menjadi extranet atau VPN, atau link ke public Internet

2. Keputusan utama manajemen apakah internal atau manajemen jaringan eksternal yang akan dilakukan oleh perusahaan atau diserahkan kepada pihak ketiga

3. Standarisasi hardware                                                   

Layer IV (Storage/Physical Layer)

  1. Penyimpanan dapat dikelola secara internal maupun eksternal
  2. Misal intranet dan extranet umumnya dikelola internal,
  3. Sementara penyimpanan pada internet seperti website perusahaan pada umumnya dikelola secara eksternal atau dikelola oleh penyedia layanan aplikasi

Layer V (Content/data layer)

Konten web untuk intranet, extranet dan situs internet, data pelanggan, data transaksi, data clickstream

Banyak perusahaan telah membuktikan bahwa infrastruktur e-business dapat memberikan manfaat langsung terhadap perusahaan dan bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Infrastruktur e-business terdiri dari berbagai macam komponen teknologi informasi yang memberikan layanan bersama dan menyediakan kemampuan untuk menjalankan berbagai aplikasi bisnis. Aplikasi bisnis tersebut melakukan berbagai macam proses bisnis pada perusahaan yang memungkinkan untuk mengubah kondisi bisnis perusahaan menjadi lebih baik.

Aplikasi dan ASP (Application Service Provider)

Salah satu komponen dari e-business yang harus dimiliki oleh pelaku ebusiness adalah aplikasi. Minimal aplikasi yang harus dimiliki antara lain :

1. Website dengan fasilitas untuk menerima order beli (Secure WebStore)

2. Manual cara pembelian dan term & condition dari setiap transaksi

3. Fasilitas pembayaran baik melalui kartu kredit maupun transfer

4. Database customer/klien

Selain ketiga aplikasi di atas ada aplikasi pendukung lain untuk memudahkan pelaku e-business dalam menjalankan kegiatannya antara lain :

1. Aplikasi akunting/ laporan keuangan yang terintegrasi dengan aplikasi webstore

2. Aplikasi inventori dan expedisi untuk pengiriman barang yang terintegrasi dengan webstore

3. Aplikasi CRM untuk meningkatkan pelayanan dan aplikasi untuk berhubungan dengan pemasok.

REFERENSI

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-bisnis/
https://sharingyuk.files.wordpress.com/2016/10/e-bisnis-pertemuan-1.pdf

PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI JUAL BELI (E-COMMERS) DI MASYARAKAT DAN MEDIA SOSIAL

unnamed

PENGERTIAN INTERNET

Internet secara umum diartikan sebagai komputer jaringan yang terhubung, baik secara langsung (dengan menggunakan kabel) ataupun secara tidak langsung (tanpa kabel) antara satu perangkat dengan perangkat lainnya yang bertujuan untuk pertukaran data menggunakan protokol TCP/IP. Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar menular data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat tujuan. Menurut strauss, El-Ansary, Frost (2003, p8) Internet adalah seluruh jaringan yang saling terhubung satu sama lain. Beberapa komputer- komputer dalam jaringan ini menyimpan file, seperti halaman web, yang dapat diakses oleh seluruh jaringan komputer. Menurut  O`Brien (2003, p10) Internet merupakan jaringan komputer yang berkembang pesat dari jutaan bisnis, pendidikan, dan jaringan pemerintahan yang saling berhubungan dengan jumlah penggunanya lebih dari 200 negara. Menurut Allan (2005, p12) internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang saling terhubung secara fisik dan memiliki kemampuan untuk membaca dan menguraikan protocol komunikasi tertentu yang disebut Internet Protocol (IP) dan Transmission Control Protocol (TCP). Protokol adalah spesifikasi sederhana mengenai bagaimana komputer saling bertukar informasi. Berdasarkan uraian tersebut, dapatlah dikatakan bahwa internet merupakan suatu jaringan yang menghubungkan beberapa bahkan sampai jutaan perangkat yang bersistem komputasi sehingga dapat digunakan untuk saling bertukar informasi.

JUAL BELI MELALUI JEJARING SOSIAL MEDIA

Dengan semakin maraknya penggunaan internet, perdagangan secara elektronik (e-commerce) dilakukan oleh bisnis-bisnis dengan berbagai ukuran. E-commerce didefenisiskan sebagai cara untuk menjual dan membeli barang-barang dan jasa lewat jaringan internet atau media sosial. Teknologi informasi khususnya internet sangat mempengaruhi dunia marketing, bahkan pemanfaatan internet untuk marketing dianggap sebagai trend setter. Semakin tingginya penggunaan internet berbanding lurus dengan pemanfaatannya di dunia marketing, sehingga dikatakan bahwa marketing online mulai populer sejalan dengan makin pupulernya penggunaan internet. Pecarian informasi dan kemudahan pengunaan media sosial merupakan tahap terpenting untuk pengambilan keputusan dalam berbelanja di media sosial. Sebelum konsumen melakukan pembelian, biasanya mereka akan mencari informasi mengenai produk yang diinginkan ataupun produk yang sedang ditawarkan oleh produsen. Bagi konsumen yang ingin berbelanja dimedia sosial, pencarian informasi dapat dilihat melalui search engine di internet, atau bisa juga dengan berkeliling melihat toko-toko online yang sering ditampilkan di internet. Informasi yang dikumpulkan bisa berupa harga, merek, kualitas produk, spesifikasi barang, bentuk produk dan lain-lain yang selanjutnya dijadikan pertimbangan bagi konsumen apakah ingin membeli produk tersebut atau tidak. Fenomena tersebut merupakan peluang besar bagi para produsen yang menawarkan kemudahan kepada konsumen untuk menjual produknya melalui internet. Menurut Kotler dan Armstrong, Internet adalah jaringan publik luas dari jaringan komputer yang menghubungkan pengguna diseluruh dunia satu sama lain dan menghubungkan mereka dengan penyimpanan informasi yang sangat besar

Saat ini kegiatan transaksi jual beli dengan menggunakan internet sudah sangat marak dikalangan masyarakat atas, menengah maupun masyarakat biasa. Konsumen sudah tidak perlu lagi untuk keluar rumah jika ingin belanja sesuatu, hanya dengan bermodalkan smartphone, laptop, ataupun notebook yang menggunakan akses internet dan berbagai macam aplikasi sosial media lainnya. Mengingat saat ini popularitas sosial media dapat mempermudah produsen untuk mempromosikan produk-produknya. Dengan adanya media sosial diharapkan proses transaksi jual beli online menjadi lebih berwarnaDalam berbelanja dimedia sosial, kenyamanan dan kepuasan saat berbelanja dimedia sosial dapat menutupi persepsi harga yang ditawarkan serta mengimbangi rasa aman saat berbelanja di media sosial. Dalam sebuah penelitian, secara bersama-sama variabel produk, harga, promosi, kemudahan pembelian, dan kepercayaan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel minat beli di media sosial.

 PENGERTIAN MEDIA SOSIAL

Media Sosial (Social Media) terdiri dari dua kata: media dan sosial. Pengertian menurut bahasa, media sosial adalah alat atau sarana komunikasi masyarakat untuk bergaul.Istilah lain media sosial adalah “jejaring sosial” (social network), yakni jaringan dan jalinan hubungan secara online di internet. Karenanya, menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (user) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi (sharing), dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan sebagainya (Saragih dan Ramdhany, 2012).Media sosial juga merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, youtube, dan sebagainya memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak, iklan TV, brosur dan selebaran.

Beberapa indikator-indikator media sosial online, yaitu :

  1. Kemudahan

Ketika seseorang ingin berbelanja dimedia sosial, hal yang menjadi pertimbangan bagi pembeli online adalah faktor kemudahan penggunaan. Faktor kemudahan ini terkait dengan bagaimana operasional bertransaksi secara online. Biasanya calon pembeli akan mengalami kesulitan pada saat pertama kali bertransaksi online, dan cenderung mengurungkan niatnya karena faktor keamanan serta tidak tahu cara bertransaksi online. Dilain pihak, ada juga calon pembeli yang berinisiatif untuk mencoba karena telah mendapatkan informasi tentang cara bertransaksi online. Suatu website online shop yang baik adalah yang menyediakan petunjuk cara bertransaksi online, mulai dari cara pembayaran, dan fitur pengisian form pembelian.Kemudahan juga digunakan sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa suatu teknologi dapat dengan mudah digunakan. Suatu situs online yang sering digunakan menunjukkan bahwa situs tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh para pengguna media sosial. Kemudahan dalam mencari informasi yang disajikan pada online shop sebaiknya mencakup informasi berkaitan dengan produk dan jasa yang ada pada online shop.

  1. Kepercayaan

Hal yang menjadi pertimbangan seorang pembeli selanjutnya adalah apakah mereka percaya kepada website yang menyediakan online shop dan penjual online pada website tersebut. Kepercayaan pembeli terhadap  online shop terletak pada popularitas website online shop tersebut. Semakin popularitas suatu website, maka pembeli lebih yakin dan percaya terhadap reliabilitas website tersebut. Selanjutnya, kepercayaan pembeli terhadap penjual online terkait dengan keandalan penjual online dalam menjamin keamanan bertransaksi dan meyakinkan transaksi akan diproses setelah pembayaran dilakukan oleh pembeli. Keandalah ini terkait dengan keberadaan penjual online. Semakin berkembangnya teknologi, semakin berkembang pula modus penipuan berbasis teknologi pada online shop. Pada situs-situs online shop, tidak sedikit penjual online fiktif yang memasarkan produk fiktif juga. Seorang pembeli harus terlebih dahulu untuk mengecek keberadaan penjual online. Biasanya pada situs online shopping, situs akan menampilkan informasi tentang penjual-penjual yang “lapaknya” sering diakses oleh orang. Pembeli dapat memanfaatkan informasi ini ketika akan membeli online.

Beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki oleh media sosial, antara lain:

  1. Participation (keikutsertaan), yaitu media sosial memberikan konstribusi dan umpan balik bagi orang-orang yang tertarik.
  2. Openness (keterbukaan), sebagian besar media sosial terbuka untuk menerima suatu umpan balik dan partisipasi.
  3. Conversation (percakapan), media sosial menggunakan cara berkomunikasi yang lebih baik, yaitu menggunakan metode percakapan komunikasi dua arah.
  4. Community (masyarakat), media sosial memungkinkan komunitas untuk terbentuk dengan cepat dan dapat berkomunikasi dengan efektif. Dikarenakan komunitas tersebut adalah tempat orang-orang berbagi dengan minat yang sama.
  5. Connectedness (menghubungkan), sebagian besar jenis media sosial berkembang karena keterhubungan mereka.

Karena keunggulan inilah media sosial sering kali dimanfaatkan oleh para pengusaha baik industri kecil maupun perusahaan berskala multi nasional untuk melakukan komunikasi pemasaran produk dan jasa kepada khalayak luas

Minat Beli

Schiffman dan Kanuk , menjelaskan bahwa pengaruh eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Pengaruh eksternal ini terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya. Motivasi sebagai kekuatan dari dalam diri individu yang memaksa mereka untuk melakukan tindakan. Jika seseorang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap obyek tertentu, maka dia akan terdorong untuk berperilaku menguasai produk tersebut. Sebaliknya, jika motivasinya rendah, maka dia akan mencoba untuk menghindari obyek yang bersangkutan. minat beli dapat diidentifikasi melalui indikator-indikator sebagai berikut :

  1. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk.
  2. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan produk kepada orang lain.
  3. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk preferensinya.
  4. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

MANFAAT KOMPUTER DAN INTERNET DALAM   BIDANG BISNIS JUAL BELI

  1. Pengunaan wifi untuk sarana terkoneksi ke internet tanpa mengunakan kabel
  2. Pemanfaatan sebuah gadget atau smartphone untuk sarana komunikasi dengan kepala toko, teman satu tim dan kastemer. Disini smartphone sangat berperan sekali setelah internet yang mana gadget yang satu ini memiliki multi fungsi yang efektif selain untuk komunikas i smartphone juga dapat menjadi daftar list kastemer yang tersimpan di kontak sehingga toko tersebut bisa memberikan sebuah informasi terbaru tentang promo, barang terbaru dan lainlain membuat toko tersebut tidak kehilangan pelangan, dan terlebih lagi smartphone dapat digunakan sebagai transfer uang secara online yang mengunakan layanan M-Banking sehingga mempermudah dalam sebuah transaksi.
  3. Pemanfaatan komputer atau laptop yaitu sebagai sarana untuk mengolah data baik dari setok barang, daftar harga, laporan keuangan, dan yang lebih penting sebagai pemasaran via online dimana cara ini sangat efektif dan efisien yang mana target pemasaran mencakup luas.
  4. Pemanfaatan dalam bisnis yaitu penjualan laptop dan jasa servis yang mana berkembangnya teknologi komputer bukanlah menjadi barang mewah dan sudah mulai menjadi kebutuhan bagi pelajar dan masyarakat umum jadi bisnis jual beli laptop sangatlah menguntungkan di tambah lagi dengan pelayanaan jasa servis yang mana akan menjadi nilai lebih bagi pelayanan dan juga pemasukan transaksi. Kelemahan tidak dapat dihindari teknologi yang cangih juga mempunyai sesuatu kelamahan yang dapat menghabat pekerjaan dan ketergantungan dalam berbisnis, antara lain adalah:
  1. Faktor listrik yang mana komputer dan internet tidak lepas dari pengkonsumsian daya listrik.
  2. Faktor koneksi yang mana lambatnya koneksi sangat mempengaruhi pengiriman data. Apa lagi dala bidang pemasaran online sangat dituntut koneksi yang setabil.
  3. Faktor Virus yang tiba-tiba menyerang sebuah komputer dimana kinerja komputer akan terhambat apalagi samapai tidak bisa booting ini akan sangat menyita waktu dalam pekerjaan. Kelebihan dibalik kelemahan teknologi komputer dan internet juga mempunyai keuntungan yang sangat sepadan antara lain adalah:
  1. Pengolahan data yang lebih cepat mengunakan komputer dari pada pengolahan data yang secara manual.
  2. Kemudahan dalam berkomunikasi dan transver data yang didukung dengan koneksi internet yang setabil.
  3. Pencakupan pemasaran yang luas dengan dukungan internet.
  4. Kefektifan dan keefisienan dalam bekerja karena proses yang cepat, tepat sasaran dan penghematan biaya.

 OPINI POSITIF MASYARAKAT

  1. Memudahkan dalam pencarian barang dan harga yang diharapkan bagi masyarakat dengan mudah mengunakan internet.
  2. Membandingkan secara mudah dan cepat harga-harga barang dari pada harus mengecek toko secara satu persatu. 3. Menjadi sarana solusi bagi masyarakat yang bingung ingin membeli sesuatu barang yang diinginkan dimana. 4. Mempermudah pemesanan barang dengan fasilitas ternsver dan barang dikirim ditempat.

OPINI NEGATIF MASYARAKAT

  1. Barang yang dipesan terkadang tidak sesuai dengan pilihan pembeli.
  2. Jauhnya pemesanan barang membutuhkan waktu yang lama dan resiko kerusakan barang diperjalanan.
  3. Harga lebih mahal karena terkena ongkos kirim.
  4. Rawan dengan penipuan.

PENGARUH INTERNET DAN IMPLIKASI PERJANJIAN JUAL BELI

Perkembangan teknologi informasi telah menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (bordeless) dan menyebabkan perubahan sosial secara signifikan berlangsung demikian cepat sampai menjangkau sampai kepelosok sekalipun. Pengaruh internet sangat dapat dirasakan oleh dunia usaha, dalam dunia usaha seiring dengan makin banyaknya perkembangan elaktronik sangat membatu dalam melaksanakan suatu perjanjian katakanlah perjanjian jual beli. Dalam perjanjian jual beli tidak terlepas dari syarat sahnya suatu perjanjian, selain itu masalah perjanjian melalaui internet lebih jelas lagi diatur dengan undang-undang No. 11 tahun 2008. Konsekuwensi hukum dari perjanjian melalui internet sangat dirasakan oleh para pihak jikalau salah satu pihak melakukan wanprestasi. Sehingganya dalam transaksi jual beli dibutuhkan ketelitian para pihak terutama menyangkut bukti transaksi. Dengan bukti transaksi tersebut pertanggung jawaban hokum dapat terwujud.

Untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum di Indonesia terhadap tindak pidana penipuan dalam cybercrime dan peraturan apa saja yang menjadi dasar aparat penegak hukum dalam upaya penanggulangan tindak pidana penipuan berupa jual-beli online. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan Skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif dan dapat penulis simpulkan, bahwa: 1. Penipuan secara online pada prinisipnya sama dengan penipuan konvensional. Yang menjadi perbedaan hanya pada sarana perbuatannya yakni menggunakan Sistem Elektronik (komputer, internet, perangkat telekomunikasi). Pengaturan hukum mengenai tindak pidana penipuan ini masih terbatas dalam penggunaan KUHP, dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aparat penegak hukum sering mengalami kesulitan dan hambatan dalam menjerat pelaku tindak kejahatan penipuan. 2. Tindak pidana penipuan ini dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP sebagai tindak pidana penipuan atau Pasal 28 ayat (1) UU ITE tentang pengaturan mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang merugikan konsumen. Atau dapat dijerat berdasarkan kedua pasal itu sekaligus yaitu, 378 KUHP Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 tentang penipuan dan atau kejahatan ITE.

REFRENSI

  1. Badriah, Iis. 2013. Makalah Kelompok 10″Manfaat Komputer dan Internet bagi Pendidikan. (Online). Diakses pada tanggal 2 Januari 2015 dari http://iisbadriah.blogspot.com/2013/05/makalah-kelompok-10manfaat-komputerdan.html 2. Purwanto, Agus. 2013. Fungsi dan Manfaat Komputer dan Internet. (Online). Diakses pada tanggal 2 Januari 2015 dari http://aguspai.blogspot.com/2013/01/fungsi-danmanfaat-komputer-dan-internet.html 3. Chi Mi Chu Ren. 2012. Manfaat Komputer dalam Dunia Pendidikan. (Online). Diakses pada tanggal 2 Januari 2015 dari http://manfaatkomputerdalamduniapendidikan.blogspot.com/ 4. Lestiana, Nana. 2011. Makalah Tentang Manfaat Komputer. (Online). Diaks es pada tanggal 2 Januari 2015 dari https://www.academia.edu/4597948/makalah_tentang_manfaat_komputer