ARTIKEL TENTANG KOMPONEN E-BUSINESS

Logo - Fakultas Ilmu Komputer - UDINUS GALLERY

Di susun oleh :

Sania Indri Agustiawati (A12.2019.06283)

Pengertian E-Bisnis

E-Bisnis ialah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis serta semiotomatis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal maupun eksternal secara lebih efisien serta fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier serta mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan maupun melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Model – model e-bisnis :

  1. Consumer To Consumer (C2C) : sistem komunikasi serta transaksi bisnis antar konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Karakteristik C2C :

  1. Pada lingkup antara konsumen ke konsumen bersifat khusus sebab transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja.
  2. Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi seputar produk, harga, kualitas serta pelayanannya.
  3. Konsumen juga dapat membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar dengan luas dan cepat melalui komunitas tersebut.
  4. B2B (Business to Business) : sistem komunikasi antara bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin serta dalam kapasitas produk yang besar.

Karakteristik B2B :

  1. Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut ialah karena atas dasar kebutuhan serta kepercayaan.
  2. Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati serta Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
  3. Sarana yang digunakan ialah Electronic Data Interchange (EDI) Model yang umum digunakan ialah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis menjadi lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya.
  4. B2C (Business to Consumers) : sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Karakteristik B2C :

  1. Informasi disebarkan ialah secara umum. Pelayanan yang diberikan ialah bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
    1. Pelayanan yang diberikan ialah berdasarkan permintaan. Jika Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat serta siap merespon permintaan konsumen tersebut.
    1. Pendekatan yang dilakukan ialah Client Server, dimana Konsumen berada pada di sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk dapat mengaksesnya, serta Pelaku Usaha berada pada sisi Server.

Pembagian E-business

1.      Customer Relationship Management (CRM) : system kustomisasi melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi ; sales, pemasaran, data-data, penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.

2.      Enterprise Resource Planning (ERP) : system informasi pendukung e-business yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam internal perusahaan tersebut, yang meliputi ; production and finance, human resource, sales and distribution, order management.

3.      Enterprise Application Programs (EAI) : merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan CRM.

4.      Supply Chain Management (SCM) : manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.

Komponen infrastruktur e-Business terdiri dari beberapa layer berikut beberapa penjelasan dari layer layer pada Infrastruktur e-Business.

Layer I (E-Business services- application layer)

  • aplikasi bisnis infrastruktur:

Aplikasi yang menyediakan akses ke layanan dan informasi di dalam dan di luar organisasi

Layer II (System software)

1. Kunci dari keputusan manajemen adalah standarisasi seluruh organisasi.

  • Ini mengarah untuk mengurangi perulangan angka pada kontak yang berfungsi sebagai dukungan(support)  dan pemeliharaan
  • Mengurangi harga pembelian melalui lisensi multi-user lisensi

2. Sistem perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk client server dan jaringan

  • Klien: browser yang membakukan standarisasi plug-in dan sistem perangkat lunak
  • Server: standarisasi web-server
  • Jaringan: jaringan perangkat lunak harus ditentukan

Layer III (Transport/ network layer)

  1. Keputusan pada jaringan akan didasarkan pada jaringan internal perusahaan.
  2. e-business yang akan menjadi intranet
  3. Untuk jaringan eksternal yang akan menjadi extranet atau VPN, atau link ke public Internet

2. Keputusan utama manajemen apakah internal atau manajemen jaringan eksternal yang akan dilakukan oleh perusahaan atau diserahkan kepada pihak ketiga

3. Standarisasi hardware                                                   

Layer IV (Storage/Physical Layer)

  1. Penyimpanan dapat dikelola secara internal maupun eksternal
  2. Misal intranet dan extranet umumnya dikelola internal,
  3. Sementara penyimpanan pada internet seperti website perusahaan pada umumnya dikelola secara eksternal atau dikelola oleh penyedia layanan aplikasi

Layer V (Content/data layer)

Konten web untuk intranet, extranet dan situs internet, data pelanggan, data transaksi, data clickstream

Banyak perusahaan telah membuktikan bahwa infrastruktur e-business dapat memberikan manfaat langsung terhadap perusahaan dan bagi kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Infrastruktur e-business terdiri dari berbagai macam komponen teknologi informasi yang memberikan layanan bersama dan menyediakan kemampuan untuk menjalankan berbagai aplikasi bisnis. Aplikasi bisnis tersebut melakukan berbagai macam proses bisnis pada perusahaan yang memungkinkan untuk mengubah kondisi bisnis perusahaan menjadi lebih baik.

Aplikasi dan ASP (Application Service Provider)

Salah satu komponen dari e-business yang harus dimiliki oleh pelaku ebusiness adalah aplikasi. Minimal aplikasi yang harus dimiliki antara lain :

1. Website dengan fasilitas untuk menerima order beli (Secure WebStore)

2. Manual cara pembelian dan term & condition dari setiap transaksi

3. Fasilitas pembayaran baik melalui kartu kredit maupun transfer

4. Database customer/klien

Selain ketiga aplikasi di atas ada aplikasi pendukung lain untuk memudahkan pelaku e-business dalam menjalankan kegiatannya antara lain :

1. Aplikasi akunting/ laporan keuangan yang terintegrasi dengan aplikasi webstore

2. Aplikasi inventori dan expedisi untuk pengiriman barang yang terintegrasi dengan webstore

3. Aplikasi CRM untuk meningkatkan pelayanan dan aplikasi untuk berhubungan dengan pemasok.

REFERENSI

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-bisnis/
https://sharingyuk.files.wordpress.com/2016/10/e-bisnis-pertemuan-1.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *