Cara Membuat Single Line Diagram di ETAP APPS

Software ETAP adalah software yang kenal untuk seorang electrical engineer. Di Indonesia rerata perusahaan seperti Oil and Gas, konstruksi power plant, mewajibkan seorang electrical engineer supaya mengusai memakai software ini. Meskipun ada software-software lain seperti SKM.

Di panduan ini saya memakai ETAP version 7.0. Anda dapat memakai versus berapa saja karena panduan kesempatan ini masih basic. Andapun dapat buka file-file example yang telah ada di ETAP. Tetapi, untuk saya individu masih begitu sulit untuk pahaminya. Anda dapat pelajari ETAP dengan menyaksikan panduan landasan di Youtube.

Kemampuan yang diharapkan: Anda akan belajar mensimulakan daya aktif, daya semu, daya reaktif, power faktor, efficiensi motor, (load flow analysis). Hingga anda bisa mengusai mensimulasikan rumus daya aktif ke software ETAP. Berikut cara-caranya:

1. File -> New -> Tulis nama project (bebas)

tutorial etap sederhana

2. Access lever permission anda check semua.

3. Wilayah kerja berwarna putih beserta simbol-simbol listrik di sebelah kanan sudah tampil.

4. Tutorial kali ini saya menggunakan IEC symbol. Jadi untuk menyamakannya anda pilih project -> standard. Lalu pilih standardnya IEC, pastikan frekuensinya 50 dan unit system* = metric.

* Unit System:

Metric: ukurang panjang kabelnya menggunakan mm2.

English: ukurang panjang kabelnya menggunakan AWG/kcmil

5. Supaya rapih, click icon grid.

etap grid tutorial

6. Sekarang mari mulai. Anda klik icon listrik di sebelah kanan dan letakan di lembar kerja. (anda hover mouse di setiap ikon agar tau nama-namanya – oya, pastikan edit mode sudah diaktifkan, gambar pensil di bagian atas)  Ikuti saya, hasilnya seperti ini:

single line diagram di etap

Ada 5 macam (1 generator, 2 bus, 1 trafo, dan 1 motor)

7. Koneksikan ke semuanya.

Jika anda kesulitan mengikuti langkah-langkah di atas, sila buka video ini.

8. Masukan parameter nilai. (Klik dua kali setiap icon yang ingin dimasukan parameternya)

Generator:

  • Info: Generator Swing dipilih
  • Rating: 20MW dan 3.3 KV. Sisanya akan otomatis terisi.
  • Klik Ok.
generator single line diagram

* Nilai di bus akan ikut berubah.

Trafo:

  • Tegangan sekunder: 0.4 kv dan 20MVA.
  • Klik Typical Z & X/R, sehingga nilai Z dan X/R trafo keluar.
  • Klik Ok.
trafo single line diagram etap

* Nilai di bus juga akan berubah.

Motor:

  • Rating 50KW. ETAP akan memberikan dua pilihan (NEC atau MFR), anda pilih salah satu bebas, nantinya kita bisa edit manual. (Saya pilih MFR)
  • Klik Ok.
motor single line diagram etap

9. Jalankan simulasi. Pindahkan ke mode load flow analysis. Nantinya icon sebelah kanan akan berganti.

load flow analysis etap

10. Pilih run load flow di sebelah kanan. Isikan nama filenya bebas (saya tulis loadflow).

load flow icon etap

Hasilnya akan keluar. Pilih display options, icon warna biru kotak (lihat gambar sebelah). Kemudian, lihat bagian power flows. Ada pilihan:

  • kw + j kvar
  • kVA
  • Amp

Secara default ETAP menampilkan kw + j kvar.

Contohnya hasil simulasi saya seperti ini:

hasil simulasi ETAP

Ini berarti: 54 KW dan 25 KVAR.

Anda bisa oprek-oprek di bagian motor. Hasil diatas menunjukan bahwa daya yang masuk sebesar 54 KW dan 25 KVAR. Padahal daya motor hanya 50KW. Sisanya terbuang menjadi energi gesek, panas dan lain-lain (Hal ini disebut efisiensi motor.)

Namun, karena anda sedang simulasi, silahkan oprek-oprek. Buat efisiensi motor 100% dan power factornya juga 100%. Apa yang terjadi?

Gunakan rumus faktor daya untuk membuktikannya.

PF dan Eff = 100 %

Demikian tutorial ETAP untuk membuat single line sederhana. Anda bisa melakukan studi sederhana lainnya seperti:

  • perbanyak jumlah motor, sampai generator atau trafo overload.
  • tambah beban static load.

Sumber : https://rekayasalistrik.wordpress.com/