KEAMANAN SISTEM PADA IOS

 

Trias mukti pangestika

A12.2016.05623

Apa itu IOS?

iOS (sebelumnya iPhone OS) adalah sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple Inc.Sistem operasi ini pertama diluncurkan tahun 2007 untuk iPhone dan iPod Touch, dan telah dikembangkan untuk mendukung perangkat Apple lainnya seperti iPad dan Apple TV. Tidak seperti Windows Phone (Windows CEMicrosoft dan Android Google, Apple tidak melisensikan iOS untuk diinstal di perangkat keras non-Apple. Hingga September 12, 2012, App Store Apple berisi lebih dari 700.000 aplikasi iOS, yang secara kolektif telah diunduh lebih dari 30 miliar kali.[5] SO ini memiliki pangsa pasar 14,9% untuk unit sistem operasi perangkat bergerak telepon cerdas yang dijual pada kuartal ketiga 2012, terbanyak setelah Android Google.[6]Pada bulan Juni 2012, iOS mencakup 65% konsumsi data web perangkat bergerak (termasuk di iPod Touch dan iPad).[7] Pada pertengahan 2012, terdapat 410 juta perangkat bergerak yang diaktifkan.[8] Menurut Apple pada tanggal 12 September 2012, 400 juta perangkat bergerak iOS telah dijual sepanjang bulan Juni 2012.[9]

 

Keamanan Sistem

Keamanan sistem dirancang sehingga perangkat keras dan lunak menjadi aman di semua komponen utama dari setiap perangkat iOS. Ini meliputi proses boot-up, pembaruan perangkat lunak, dan Enklave Aman. Arsitektur ini penting bagi keamanan di iOS, dan tidak menghalangi kebergunaan perangkat. Integrasi ketat antara perangkat lunak dan perangkat keras pada perangkat iOS memastikan bahwa tiap komponen sistem tepercaya, dan memvalidasi sistem secara keseluruhan. Dari boot-up awal hingga pembaruan perangkat lunak iOS hingga app pihak ketiga, setiap langkah dianalisis dan dikaji untuk membantu memastikan bahwa perangkat keras dan lunak berfungsi bersamaan secara optimal dan menggunakan sumber dengan benar.

  • Touch ID

Touch ID adalah sistem sensor sidik jari yang membuat akses aman ke perangkat menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Teknologi ini membaca data sidik jari dari semua sudut dan mempelajari sidik jari pengguna lebih lanjut seiring waktu, sementara sensor terus memperluas peta sidik jari dengan bertambahnya node tumpang tindih tambahan yang teridentifikasi dengan setiap penggunaan. Touch ID membuat penggunaan kode sandi yang lebih kompleks dan panjang menjadi lebih praktis karena pengguna tidak harus memasukkannya sesering biasanya. Touch ID juga menanggulangi masalah kunci berbasis kode sandi yang tidak praktis, tidak dengan menggantinya, namun dengan menyediakan akses dengan aman ke perangkat di dalam batas yang menyeluruh dan rentang waktu tertentu.

ditoc

  •  Face ID

Face ID menyediakan pengesahan yang intuitif dan aman yang dimungkinkan karena adanya sistem kamera modern TrueDepth yang dilengkapi teknologi canggih untuk memetakan geometri wajah Anda secara akurat.

iphone-x-2017-1505241281418_615x300

 

Cukup dilihat sekilas saja, Face ID sudah dapat membuka kunci iPhone Anda dengan aman. Anda dapat menggunakannya untuk mengesahkan pembelian dari iTunes Store, App Store, iBooks Store, dan pembayaran menggunakan Apple Pay. Pengembang juga dapat mengizinkan Anda menggunakan Face ID untuk masuk ke aplikasi mereka. Aplikasi yang mendukung Touch ID akan otomatis mendukung Face ID.

  • iCloud

iCloud adalah sebutan bagi layanan Apple yang berbasis cloud. Bisa dibilang ini adalah inti dari seluruh fitur, aplikasi, storage, backup, hingga sinkronisasi antar perangkat Apple.

iCloud inilah yang memungkinkan semua informasi dan aktivitas kamu di perangkat Apple saling terhubung dan tersinkronisasi satu sama lain. Jangan heran jika data password yang tersimpan di iPhone bisa kamu akses di Mac, termasuk juga data kontak, notes, email, foto, dan sebagainya.

  • Find my iPhone

Find My iPhone (disebut Find iPhone di SpringBoard, dan untuk perangkat lain Find My iPadFind My iPod, atau Find My Mac) adalah sbeuah aplikasi dan layanan dari Apple Inc. yang memungkinkan pengguna melacak lokasi perangkat iOSdan komputer Mac dari jarak jauh.

find-iphone

  • Two way authentication

Autentikasi dua faktor merupakan lapisan keamanan tambahan untuk ID Apple yang dirancang untuk memastikan bahwa Anda satu-satunya orang yang dapat mengakses akun, bahkan jika seseorang mengetahui kata sandi Anda.

autentifikasi

Dengan autentikasi dua faktor, akun hanya dapat diakses di perangkat yang Anda percaya, seperti iPhone, iPad, atau Mac. Ketika ingin masuk ke perangkat baru untuk pertama kali, Anda harus memberikan dua jenis informasi—kata sandi dan kode verifikasi enam digit yang ditampilkan secara otomatis di perangkat tepercaya Anda. Dengan memasukkan kode, Anda memverifikasi bahwa Anda memercayai perangkat baru tersebut. Misalnya, jika Anda memiliki iPhone dan masuk ke akun untuk pertama kali pada Mac yang baru dibeli, Anda akan diminta memasukkan kata sandi dan kode verifikasi yang ditampilkan secara otomatis di iPhone.

Karena kata sandi saja tidak lagi cukup untuk mengakses akun, autentikasi dua faktor meningkatkan secara dramatis keamanan ID Apple dan semua informasi pribadi yang Anda simpan dengan Apple.

Setelah masuk, Anda tidak akan dimintai kode verifikasi di perangkat tersebut lagi, kecuali jika Anda sepenuhnya keluar, menghapus perangkat, atau harus mengubah kata sandi untuk alasan keamanan. Ketika masuk di web, Anda dapat memilih memercayai browser Anda, sehingga Anda tidak akan diminta kode verifikasi saat masuk yang berikutnya dari komputer tersebut.

 

Penerapan E-bisnis Air Asia

Penerapan E-bisnis Pada AirAsia

logo-air-asia

    Airasia adalah maskapai penerbangan murah asal Malaysia yang berkantor pusat di Kuala Lumpur. Air Asia telah dinobatkan sebagai maskapai terbaik penerbangan bertarif rendah di dunia dan pelopor perjalanan berbiaya rendah di Asia . Sekilas mengenai Air Asia, pada awalnya maskapai penerbangan ini dimiliki oleh Pemerintah Malaysia dibawah nama DRB-HICOM. Namun karena manajemen dan kegiatan operasional yang tidak efisien maka maskapai tersebut mengalami kerugian yang sangat besar, sehingga mengalami kebangkrutan. Keinginan Pemerintah Malaysia untuk menutup kegiatan operasional Air Asia, disambut oleh seorang eksekutif ternama dari perusahaan Time Warner, yaitu Datuk Tony Fernandes, melihat hal tersebut ia jadikan suatu peluang untuk menghidupkan dan memperbaiki kembali manajemen Air Asia. Lalu dia membeli saham Air Asia dari Pemerintah Malaysia pada 2 Desember 2001.

            Sesuai namanya, saham maskapai ini tidak hanya dimiliki oleh Malaysia saja, namun dimiliki juga oleh Singapura, Thailand, dan Indonesia.  Untuk di Indonesia, maskapai penerbangan ini berafiliasi dengan maskapai penerbangan AWAIR (Air Wagon International) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis diIndonesia. Seiring perjalanannya AWAIR pun berganti nama menjadi PT Indonesia Air Asia.

Penerapan E-BISNIS dari sisi organisasi

E-Business merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan keutungan dari suatu bisnis. E-Business sendiri mempunyai pengertian sebagai suatu praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini dilakukan oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan, baik berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasi, efisiensi, serta peningkatan produktivitas dan profit.

penerapan e-bisnis pada perusahaan AirAsia tersebut yaitu perusahaan dapat memasarkan tiket perusahaan mereka melalui internet Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat.

Penerapan e-bisnis dari sisi menejemen

Penggunaan internet sebagai bisnis model inti dalam perusahaan juga biasa dikenal dengan e-business. Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat, bahkan lebih jauh lagi, mereka dapat melakukan reservasi untuk hotel dan berbagai paket menarik yang ditawarkan oleh AirAsia.com. Dengan sistem e-Business tersebut, AirAsia dapat melakukan efisiensi biaya seperti komisi untuk travel agent, dan juga AirAsia tidak perlu membuat sistem Human Resource sebanyak pada perusahaan penerbangan lainnya. E-Business yang diterapkan AirAsia termasuk dalam aplikasi B2C (Business to Consumer) dimana aplikasi ini ditujukan agar consumer dapat langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tanpa harus melalui perantara (travel agent) seperti sistem reservasi konvensional.

Sistem yang digunakan sebagai POS (Point Of Sales) disebut dengan Global Distribution System (GDS). GDS memiliki interface yang berupa GUI (Graphical User Interface) yang langsung berhadapan dengan pelanggan. Saat pelanggan berinteraksi dengan sistem malalui GUI, maka sistem tersebut secara real-time akan melakukan proses-proses back-office diantaranya melakukan validasi, otorisasi dan konfirmasi yang akhirnya akan memberikan pelanggan suatu bukti penjualan tiket sehingga bukti penjualan ini yang akhirnya akan digunakan sebagai tiket pesawat.

Penerapa E-bisnis dari sisi teknologi

Dalam sisi teknologi AirAsia menggunakan Computer Reservation System (CRS) dari Navitaire’s Open Skies Technology yaitu  reservasi berbasis web yang terintegrasi dan sistem inventori termasuk didalamnya adalah internet, call center dan kontrol fungsional keberangkatan airport (booking, check-in,baggage).
AirAsia adalah salah satu armada penerbangan pertama yang memperkenalkan opsi tanpa harus mencetak tiket serta menyediakan boardingpass secara online.
Untuk menunjang website AirAsia, www.airasia.com, perusahaan sudah menunjuk Dynamic Site Acceleration dari Akamai untuk masa 10 tahun memegang tanggung jawab dan peran dalam memelihara dan mengembangkan web. AirAsia sangat mengutamakan kualitas servis yang tinggi dengan konsumen dan juga berbagai fitur kemudahan terbang dengan Air Asia seperti penjadwalan dan juga kemudahan untuk memesan tiket secara online dikarenakan besarnya kapasitas web yang dikunjungi yakni sekitar 1 juta pengunjung web AirAsia tiap bulannya. Dengan permasalahan yang ada,
 Akamai’sDynamic Site Acceleration memberikan solusi dengan meningkatkan performansi web menjadi5x lebih cepat dan hal tersebut dapat dicapai tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih untuk perangkat kerasnya
Berikut merupakan contoh menu pesan AirAsia:
tiket-air-asia-4
AirAsia memudahkan costumer dalam melakukan sistem pembayaran dimana costumer dapat membayar mengunakan semua jenis Rekening.
airasia-1
 AirAsia menyediakan checkin secara online sehingga mempermudah costumer untuk melakukan checkin dimanasaja dalam catatan waktu 24 jam sebelum keberangkatan,tidak hanya checkin AirAsia menyediakan menu untuk memesan makanan didalam pesawat.

Continue reading Penerapan E-bisnis Air Asia

Penerapan E-bisnis AirAsia

Penerapan E-bisnis Pada AirAsia

logo-air-asia

 

 Air asia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur. AirAsia sendiri adalah maskapai swasta terbesar di Malaysia. Dengan jaringan rute di Indonesia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam serta rute carter menuju Cina dan Hong Kong, AirAsia menjadikan dirinya sebagai pemain Regional yang akan berkompetisi dengan Lion Air dari Indonesia.

Penerapan E-BISNIS diperusahaan

E-Business merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan keutungan dari suatu bisnis. E-Business sendiri mempunyai pengertian sebagai suatu praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini dilakukan oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan, baik berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi, optimasi, efisiensi, serta peningkatan produktivitas dan profit.

penerapan e-bisnis pada perusahaan AirAsia tersebut yaitu perusahaan dapat memasarkan tiket perusahaan mereka melalui internet Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat.

Penerapan e-bisnis dari sisi menejemen

Penggunaan internet sebagai bisnis model inti dalam perusahaan juga biasa dikenal dengan e-business. Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat, bahkan lebih jauh lagi, mereka dapat melakukan reservasi untuk hotel dan berbagai paket menarik yang ditawarkan oleh AirAsia.com. Dengan sistem e-Business tersebut, AirAsia dapat melakukan efisiensi biaya seperti komisi untuk travel agent, dan juga AirAsia tidak perlu membuat sistem Human Resource sebanyak pada perusahaan penerbangan lainnya. E-Business yang diterapkan AirAsia termasuk dalam aplikasi B2C (Business to Consumer) dimana aplikasi ini ditujukan agar consumer dapat langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tanpa harus melalui perantara (travel agent) seperti sistem reservasi konvensional.

Sistem yang digunakan sebagai POS (Point Of Sales) disebut dengan Global Distribution System (GDS). GDS memiliki interface yang berupa GUI (Graphical User Interface) yang langsung berhadapan dengan pelanggan. Saat pelanggan berinteraksi dengan sistem malalui GUI, maka sistem tersebut secara real-time akan melakukan proses-proses back-office diantaranya melakukan validasi, otorisasi dan konfirmasi yang akhirnya akan memberikan pelanggan suatu bukti penjualan tiket sehingga bukti penjualan ini yang akhirnya akan digunakan sebagai tiket pesawat.

Penerapa E-bisnis dari sisi teknologi

Dalam sisi teknologi AirAsia menggunakan Computer Reservation System (CRS) dari Navitaire’s Open Skies Technology yaitu  reservasi berbasis web yang terintegrasi dan sistem inventori termasuk didalamnya adalah internet, call center dan kontrol fungsional keberangkatan airport (booking, check-in,baggage).
AirAsia adalah salah satu armada penerbangan pertama yang memperkenalkan opsi tanpa harus mencetak tiket serta menyediakan boardingpass secara online.
Untuk menunjang website AirAsia, www.airasia.com, perusahaan sudah menunjuk Dynamic Site Acceleration dari Akamai untuk masa 10 tahun memegang tanggung jawab dan peran dalam memelihara dan mengembangkan web. AirAsia sangat mengutamakan kualitas servis yang tinggi dengan konsumen dan juga berbagai fitur kemudahan terbang dengan Air Asia seperti penjadwalan dan juga kemudahan untuk memesan tiket secara online dikarenakan besarnya kapasitas web yang dikunjungi yakni sekitar 1 juta pengunjung web AirAsia tiap bulannya. Dengan permasalahan yang ada,
 Akamai’sDynamic Site Acceleration memberikan solusi dengan meningkatkan performansi web menjadi5x lebih cepat dan hal tersebut dapat dicapai tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih untuk perangkat kerasnya
Berikut merupakan contoh menu pesan AirAsia:
tiket-air-asia-4
AirAsia memudahkan costumer dalam melakukan sistem pembayaran dimana costumer dapat membayar mengunakan semua jenis Rekening.
airasia-1
 AirAsia menyediakan checkin secara online sehingga mempermudah costumer untuk melakukan checkin dimanasaja dalam catatan waktu 24 jam sebelum keberangkatan,tidak hanya checkin AirAsia menyediakan menu untuk memesan makanan didalam pesawat.

Continue reading Penerapan E-bisnis AirAsia