Apa itu Yasinan ?

Yasinan dan tahlilan merupakan salah satu jenis kegiatan yang dilakukan oleh umat islam khususnya organisasi Islam NU untuk memperingati orang yang meninggal dengan cara melakukan doa bersama yang disertai dengan acara makan-makan. Semua orang Islam yang menganut ajaran Nahdatul Ulama atau NU pasti selalu melaksanakan acara tahilan ataupun Yasinan saat memperingati hari meninggal seseorang.

Acara tahlilan atau Yasinan ini biasanya di laksanakan pada hari ke 1 hingga ke 7 serta dilaksanakan kembali pada hari ke 10, 40, 100 dan hari ke 1000 yang dihitung dari sejak meninggalnya seseorang yang dimaksud. Acara Yasinan atau tahlilan ini sudah mendarah daging di kalangan umat Islam di Indonesia.

Tahlilan ini menimbulkan beragam pendapat terutama dari kalangan orang yang beda keyakinan dalam menganut ajaran agama Islam. Organisasi Persis dan Muhammadiyah merupakan 2 jenis organisasi yang bertentangan dengan NU terkait masalah pelaksanaan tahlilan ini.

Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang acara tahlilan dan Yasinan ini? Untuk mendapatkan kesimpulannya yuk kita bahas secara detail dan lengkap pada artikel ini. Agar kita semua mendapatkan sedikit pencerahan terkait hal ini. Agar tidak sampai meyakini segala sesuai tanpa memiliki alasan yang jelas (Taklid). Artikel ini kami ambil dari beberapa sumber, salah satunya dari tempat cetak yasin di Makassar.

Tentang Yasinan dan Tahlilan

Bagi orang Islam yang menganut ajaran NU mungkin sudah tidak asing lagi dengan acara tahlilan dan juga acara Yasinan. Warga NU biasanya melakukan acara ini untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dengan membacakan doa-doa tahil dan Yasin.

Asal mula kata tahlil sendiri di nukil dari bacaan yang terkandung dalam doa-doa tahilan. Dimana dalam doa-doa yang digunakan dala acara tahlilan tersebut ada kalimat tahlil sehingga orang-orang  lebih akrab menyebutnya dengan nama tahilan.

Sedangkan Yasinan di ambil dari bacaan yang digunakan yaitu membaca surat Yasin, sehingga orang-orang menyebutnya dengan nama Yasinan atau orang-orang yang membaca surat Yasin secara serempak bersama-sama.

Acara Yasinan atau tahilan ini memiliki waktu khusus dalam pelaksanaannya. Jadi tidak sembarangan waktu bisa dilakukan untuk melaksanakan acara tahlilan ataupun Yasinan. Acara tahlilan dan Yasinan ini dilaksanakan pada hari ke 1 hingga ke 7, kemudian dilanjut pada hari ke 10, ke 40, ke 100 hingga hari terakhir dilaksanakannya pada hari ke 1000.

Sejarah Yasinan dan Tahilan

Bicara masalah sejarahnya, tidak akan terlepas daripada ajaran-ajaran nenek moyang orang-orang Indonesia jaman. Dimana dulu, sebelum Islam masuk ke Indonesia, di negara ini sendiri sudah ada banyak sekali kepercayaan. Salah satu jenis kepercayaan yang paling dekat dengan hal ini adalah kepercayaan animisme dan dinamisme.

Kepercayaan ini berkaitan erat dengan keyakinan orang Indonesia jaman dulu terhadap para lelembut atau orang yang meninggal. Dimana menurut keyakinan orang-orang di jaman tersebut meyakini setiap orang yang mati arwahnya tidak akan pergi kemana-mana selama 7 hari. Dia akan tinggal di rumah tempat ia tinggal sebelumnya.

Kemudian arwah orang yang meninggal ini akan kembali lagi pada hari ke 10, hari ke 40, hari ke 100 dan juga hari ke 1000 yang dihitung sejak orang tersebut wafat. Keyakinan ini dipegang kuat oleh mayoritas orang-orang di jaman tersebut.

Untuk menghilangkan rasa takutnya, orang-orang tersebut di antara hari-hari ini sering melakukan kumpul bersama untuk membaca mantra. Agar arwah orang yang meninggal tersebut tidak mengganggu dan menghantui orang yang masih hidup di dunia.

 

Kemudian setelahnya Islam datang, agar ajaran Islam tidak di tolak maka disesuaikan ajaran tersebut dengan ajaran Islam. Yaitu dengan cara mengganti mantra-mantra menggunakan doa-doa yang baik sesuai syariat.

Hukum  Yasinan dan Tahilan

  1. Hukum Yasinan 

Dalam kitab Jalaludin dijelaskan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal menjelaskan bahwa sesungguhnya orang yang sudah meninggal akan mendapatkan cobaan selama 7 hari maka disunahkan bagi mereka yang masih hidup untuk mendoakannya.

  1. Hukum Tahilan

Dalam lissanul Arab anda bisa melihat bahw kata tahlil itu berasa dari kata hallala yuhalilu yang artinya tahill itu adalah membaca kalimat la illaha ilallah. Dari hal ini maka tahilan ini adalah berdoa dengan doa terbaik menggunakan kalimat tauhid.

Arti Surat Al-Kahfi dan Manfaatnya

Arti Surat Al-Kahfi dan Manfaatnya

Surat Al-Kahfi adalahh salah satu surat di alquran yang memiliki banyak sekali manfaat apalagi dibaca saat hari Jumat. Untuk itulah mengapa ketika hari Jumat, surat Al-Kahfi sering sekali diputar di masjid-masjid. Anda  bisa mengunduh MP3 surat al kahfi di smartphone, tablet atau PC Anda. Namun seperti apakah arti surat Al-Kahfi dan apa saja manfaat membaca surat ini?

Arti Surat Al-Kahfi dan Manfaatnya

Surah al kahf adalah surah ke-18 al-qur’an dan menceritakan kisah orang-orang beriman di zaman kuno yang ketika menerima pesan Kebenaran menerimanya. Namun, orang-orang beriman harus menghadapi pembalasan dari masyarakat tempat mereka tinggal dan karenanya mereka melarikan diri dari kota.

Orang-orang beriman kemudian menemukan perlindungan di sebuah gua di mana Allah SWT kemudian membuat mereka tidur (metaforis) yang berlangsung selama berabad-abad dan sampai saat itu seluruh kota mereka telah berubah menjadi orang-orang beriman.

Surah ini memberikan pesan bahwa mereka yang percaya kepada Allah dan meminta perlindungan dari-Nya, Dia memberi mereka perlindungan terbaik yang tidak pernah dilihat dunia.

Surat itu juga datang dengan berbagai kebajikan seperti yang dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad (SAW):

Ada banyak hadits yang menyebutkan berkat dari surah ini secara keseluruhan dan mengenai sepuluh ayat pertama atau terakhir.

  1. Abu Darda berkata, “Seseorang yang menghafal sepuluh ayat pertama Suratul Kahf akan aman terhadap Dajjal. Versi lain mengatakan:” Seseorang yang berkomitmen pada ingatannya 10 ayat terakhir dari surat ini akan tetap kebal dari Dajjal. [Hadis Muslim]
  2. Dari Baihaqi: Dia yang membaca Suratul Kahf pada yaumul Jumuah (Jumat), Allah akan menyinari dia di antara dua hari Jumat. [Hadis sahih]
  3. Dari Ahmad, Muslim, An-Nasai, dan Ibn Habban bahwa Abu Darda ‘mengatakan Rasulullah berkata, “Siapa pun yang membaca 10 ayat terakhir dari Suratul Kahfi, ia akan kebal dari fitnah dDajjal.
  4. Al Bukhari, Muslim dan lain-lain: Al Baraa ‘mengatakan seorang pria sedang membaca Suratul Kahf di rumahnya dan ada seekor binatang di dalamnya (tidak disebutkan apakah itu kucing atau anjing atau kambing – hanya menggunakan istilah untuk hewan) yang mulai gelisah atau gugup. Dia mendongak dan melihat kabut atau awan dan itu menipu dia. Dia menyebutkannya kepada Rasulullah dan dia berkata, “Baca surat Al-Kahfi karena sesungguhnya sakinah turun untuk (pembacaan) Al-Qur’an”. Orang yang membaca adalah ‘Aseed bin Hadheer, seperti yang dijelaskan At-Tubraani.
  5. Dari At-Tirmithi yang menyatakannya sahih: Abu Darda ‘berkata, “Utusan Allah berkata,’ Siapa pun yang membaca 3 ayat dari awal Suratul Kahfi akan dilindungi atau kebal dari fitnah Dajjal. Dalam versi lain ia mengatakan 10 ayat dari awal atau 10 ayat dari akhir.
  6. Ibn Mardwiyah Al Daiya ‘dalam “Al Mukhtaar” menceritakan bahwa Ali mengatakan bahwasannya Rasulullah  mengatakan: “Barangsiapa yang membaca (Suratul) Kahf pada yaumul Jumuah, ia kebal selama 8 hari dari semua fitnah yang akan terjadi.Ketika Dajjal keluar, dia akan kebal terhadapnya.
  7. Nabi (saw) mengatakan: “Siapa pun yang membaca Surah Al-Kahfi, akan diberikan kepadanya pada Hari Kebangkitan cahaya yang memanjang dari tempatnya ke Mekah, dan siapa pun yang membaca sepuluh ayat terakhir Surah ini akan terhindar dari Dajjal dan selamat dari yaumul mizan. “Hadis dilaporkan oleh At-Tabarani dan disahkan oleh Al-Albani.

Jika ingin lebih mudah dalam menghafal surat al-kahfi, maka baca surat al kahfi terus menerus dan unduh MP3 surat al kahfi untuk memudahkan hafalan Anda.