Kamar belum siap check in…

Blog ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Room Division Management yang diampu oleh Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi, S.E., M.MPar. Pada program studi D-IV Manajemen Perhotelan UDINUS.

 

Kasus

Dalam praktek operasional di lapangan di suatu hotel berbintang lima di Semarang, tidak jarang terjadi ketika tamu datang untuk check in, kamar belum siap. Tentunya hal ini adalah bukan hal yang diinginkan oleh suatu hotel.

  • Apa penyebab masalah?

Ada beberapa penyebab kenapa kamar belum siap sewaktu tamu datang untuk check in.  Yang pertama karena tingginya tingkat hunian hotel pada saat itu. Jika hotel dalam keadaan ramai, akan membuat pekerjaan dan tugas karyawan hotel terutama Room Division (Front Office dan Housekeeping) kerepotan. Hal ini menyebabkan tamu harus menunggu atau bahkan terpaksa harus late check in karena kamar belum siap. Kedua karena hotel sedang dalam keadaan back to back artinya adalah hotel dalam keadaan ramai baik tingkat hunian maupun permintaan dalam hal check in. Hal ini sering ditemukan pada pemesanan kamar dalam bentuk Group. Ketiga karena tamu yang check in (dari Reservasi maupun Walk in) meminta early check in sedangkan kamar masih dalam proses pengerjaan. Keempat karena ada tamu yang meminta late check out, hal ini juga sering terjadi dibeberapa hotel. Tentunya pada saat hotel dalam keadaan ramai, ketika hotel hanya memiliki sisa kamar yang sudah ditentukan, namun karena tamu meminta atau harus diberi late check out hal ini dapat menyebabkan kamar belum siap. Kelima karena kurangnya karyawan hotel. Kekurangan tenaga kerja juga menjadi salah satu penyebab kasus tersebut, karena kekurangan tenaga kerja dapat menyebabkan pengerjaan pada hari itu menjadi terhambat.

  • Adakah hubungannya dengan status kamar

Status kamar dibedakan menjadi 3 yaitu : VD,VC,VCI yang artinya adalah

VD : Kamar kosong dalam keadaan kotor

VC : Kamar kosong yang sudah dibersihkan

VCI : Kamar kosong yang sudah siap dijual

Jika kita berbicara mengenai status kamar, tentu hal ini tidak jauh dari System. Hal yang sering terjadi adalah kamar belum diganti statusnya oleh Housekeeping Supervisor atau Order Taker. Jika hal ini terjadi, maka seorang receptionist akan membaca bahwa kamar tersebut belum siap. Kemudian, karena tingkat hunian hotel sedang ramai, sehingga seorang Housekeeping Supervisor cukup lama dalam pengecekan atau mengganti status kamar dari VC menjadi VCI.

 

  • Adakah kaitannya dengan bagian reservasi yang mungkin juga melakukan kesalahan??

Jawabannya adalah sangat bisa. Karena reservasi bukanlah dan tidak sama dengan reception artinya adalah. Sangat mungkin terjadi misskomunikasi antara pihak reservasi dan resepsionis. Terutama karena jam kerja reservasi yang tidak sama dengan resepsionis, hal ini terjadi dibeberapa hotel. Ketika seorang reservasi mendapat pesanan dan dia lupa untuk meng-hand over kepada resepsionis sebelum ia meninggalkan tempat kerja, maka sangat besar kemungkinan sebuah reservasi menjadi menggantung/tidak terselesaikan dengan baik. Kemudian pada saat tamu datang, resepsionis akan kebingungan karena reservasi tamu tersebut tidak ada disystem mereka.

  • Bagaimana solusinya?

“Ketika ada masalah, pasti ada solusinya.” Kata-kata ini seringkali kita dengar. Maka dari itu jika kasus tersebut terjadi hal yang perlu diperhatikan adalah koordinasi, gunakan media yang cepat dan mudah untuk berkomunikasi antara Front Office dan Housekeeping. Kemudian seorang resepsionis atau GRO harus melayani tamu dengan ekstra. Biasanya bisa kita berikan sebuah complimentary atau welcome drink. Kemudian seorang resepsionis dapat menawarkan jasa penitipan barang sekaligus pengantaran kekamar, sehingga tamu dapat menunggu didalam maupun diluar hotel tanpa kerepotan membawa barang, dan ketika kembali barang bawaan sudah ada didalam kamar. Jika dari pihak reservasi, tentunya kesalahan ini mutlak kesalahan dari pihak hotel, maka seorang resepsionis harus segera membuatkan pemesanan atau mencarikan kamar yang sesuai dengan pesanan. Jika tamu tersebut tidak terima dan menyampaikan komplain, seorang resepsionis biasanya akan mendiskusikan hal tersebut dengan atasannya, bisa jadi tamu akan mendapatkan complimentary berupa free late check out, VIP treatment, voucher discount, free upgrade room.

 

 

Sekian informasi dari saya

semoga bermanfaat

Data Lodging Industry Horison Hotel Group

(Blog ini ditulis uuntuk memenuhi tugas mata kuliah Room Division Management yang diampu oleh Izza Ulumuddin Ahmad Asshofi, S.E., M.MPar, pada program studi D-IV Manajemen Perhotelan)

horison-hotels-group-semi-black

Horison Hotels Group

MGM Center

Jl. RS. Fatmawati Raya No.100 F, Cilandak Jakarta Selatan 12430, DKI Jakarta, Indonesia

 

Brand Hotel yang ada di dalam Horison Hotels Group https://myhorison.com/aboutus

  1. Luxury : Grand Horison Hotels
  2. Upscale : Ultima Horison Hotels
  3. Midscale : Horison Hotels, Arcadia by Horison, Aziza Hotel by Horison, Erbe Style
  4. Economy : Horison Inn Hotels, @Hom Hotel by Horison, HoreX Hotel, Erbe Style

 

capture

Jumlah Hotel : 49, coming soon 25

Jumlah Kamar : >5000 Kamar

 

Thank you…

How to Be a Gentleman!

luxury-fashion-style fdea43a9e3037402496f4d4f76a422fa

Hello Guys,

Kali ini saya akan membahas bagaimana sih caranya jadi seorang Gentleman.

Nah, Setiap pria pasti ingin menjadi seorang Gentleman, sesosok yang gagah, berwibawa, berkharisma, berkarakter.

Nah berikut cara untuk menjadi seorang Gentleman :

  • Integritas

Seorang Gentleman pasti akan menjaga Integritas. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang memiliki nilai moral yang baik dan dia dapat mempraktekannya dikehidupannya. Seseorang yang berintegritas bukan hanya banyak bicara tentang nilai baik, nilai kehidupan dsb, tapi dia benar – benar melakukannya. Maka dari itu, belajarlah untuk menjadi seseorang yang berintegritas. Integritas akan membangun kepercayaan orang lain.

  • Positive mindset

Nah, hal ini yang sering kali menjadi masalah. Terutama bagi anak muda. Seringkali dalam hidup ini, kita sering berprasangka buruk terhadap orang lain. Selalu Negative Thingking, mencurigai orang lain. Belajarlah mulai dari positive thingking, cobalah untuk tidak memikirkan/membicarakan kejelekan orang lain. Tapi berusahalah untuk diam, dan mencoba melihat kebaikan orang tersebut.

Orang yang postive mindset itu selalu bisa mencari celah ditengah – tengah kesulitan. Ia selalu berpikir positive, mencari jalan keluar, memberi saran yang positive, dan yang terpenting adalah tidak menyalahkan orang lain.

  • Rendah Hati

Seorang Gentleman adalah orang yang rendah hati. Ia tidak sombong, selalu memuji orang. Tidak menganggap orang – orang disekitarnya adalah lawannya/saingannya. Orang yang rendah hati pasti akan ikut senang jika melihat orang lain berhasil. Orang yang rendah hati juga tidak perlu merendahkan orang lain demi menunjukkan kehebatan dirinya. Orang yang rendah hati juga mau menghargai orang lain. Contoh : Ucapkan Terimakasih, memberikan pujian pada orang lain.

  • Selalu berusaha memberi yang terbaik

Seorang Gentleman selalu berusaha menjadi orang yang baik, memberi yang terbaik. Selalu kerja keras dalam hal – hal yang diberikan padanya. Selalu bekerja keras, mau mencoba hal – hal baru, dan tidak menyerah.

  • Percaya Diri

Untuk menjadi seorang Gentleman, modal utamanya adalah percaya diri. Kita harus percaya dengan diri kita, kita harus percaya dengan kemampuan kita, kita harus percaya dengan apa yang kita miliki. Nah hal ini, sebenarnya adalah hal mudah, namun seringkali menghantui setiap orang. Jika kalian ingin belajar percaya diri, cobalah memperbaiki penampilan diri anda, berusahalah memperbanyak relasi, mau bergaul dengan berbagai jenis/tipe orang, mau menambah wawasan, berani berbicara.

 

 

Oke guys, sampai sini dulu

see you in the next post….

Thankyou

Semoga bermanfaat

Jadilah pria yang menyenangkan

Hello Gentleman,

Kali ini saya akan sedikit berbagi, bagaimana cara jadi pria yang likeable.

lee-min-ho

Membuat orang senang kepada kita adalah salah satu hal yang menguntungkan. Kenapa? Karena dari situlah kita akan mempunyai banyak relasi, kita dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Kalian akan disukai banyak orang.

Nah ini beberapa tips agar menjadi pria yang menyenangkan :

  • Jaga Penampilan

Nah hal ini seringkali disepelekan oleh banyak pria, mereka pikir style mereka yang apa adanya itu lebih baik.

Memang benar, namun kita tetap harus menjaga penampilan kita. Contohnya seperti ini, Anda lebih suka bertemu, berbicara dengan pria yang ganteng, maskulin, rapi atau dengan orang yang acak – acakan dan tidak peduli pada dirinya sendiri?

Pasti pilih yang ganteng dong.

Jadi usahakan kemanapun anda mau pergi, jagalah penampilan.

  • Positive Thinking

Pada saat kita sedang berbicara dengan orang lain, orang lain akan lebih suka jika kita selalu berpikir yang positif. Kenapa? Jika kita suka Negative Thinking dengan orang lain, pasti orang yang sedang anda ajak bicara akan berpikir seperti ini ” Orang ini suka ngomongin kejelekan orang, nanti kejelekanku pasti akan diomongin juga “. Maka dari itu, kita harus jaga perkataan dan pikiran kita saat berbicara dengan orang lain.

  • Jadilah pendengar yang baik

Manusia punya 2 telinga dan 1 mulut

Namun, setiap individu lebih suka berbicara dan didengar. Jadi jika kalian mau menjadi pria yang menyenangkan, hal ini sangat berpengaruh, jika kalian mau mendengarkan curhatan, cerita, keluhan orang lain, maka orang tersebut akan merasa nyaman dengan anda.

  • Hargai, hormati dan berikan pujian

Hal ini juga sangat penting. Manusia itu sangat senang jika kita hargai dan hormati, apalagi kalau dipuji. Contohnya, dosen. Dosen akan merasa senang jika kita mau menghormati, menghargai mereka. Dan jangan pelit untuk memberikan pujian kepada orang. Namun memberikan pujian harus berhati – hati dan penuh percaya diri. Jika kita memberikan pujian dengan setengah – setengah, maka orang yang kita berikan pujian akan tidak yakin dengan pujian yang kita beri, malah bisa menganggap hal itu adalah sindiran.

 

Sekian dulu guys, Semoga bermanfaat

See you in the next posts….