MACAM-MACAM BAJU TRADISIONAL JEPANG

MACAM-MACAM BAJU TRADISIONAL JEPANG

Anda pasti sering melihat baju tradisional Jepang yang sering dikenakan di film-film, bukan? Kebanyakan orang-orang hanya memanggil baju-baju tersebut sebagai ‘kimono’. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata Jepang mempunyai 5 jenis baju tradisional yang berbeda? Mungkin saja Anda mengira yukata sebagai kimono dan sebaliknya!

 

1. Kimono

Kimono (着物)secara harafiah berarti sesuatu yang dipakai (ki=memakai, mono=barang). Pakaian ini dikenali oleh semua orang di kancah internasional. Walaupun kimono merupakan pakaian sehari-hari orang Jepang pada zaman dahulu, karena adanya impor pakaian barat pada masa Meiji, kimono tidak lagi digunakan sebagai baju sehari-hari. Kimono kini hanya dipakai dalam acara-acara tertentu seperti pernikahan, upacara teh, acara tradisional formal, maupun upacara pemakaman.

 

Corak dan warna kimono berbeda-beda. Karena kimono khusus laki-laki cenderung sederhana dengan warnanya yang gelap dan monoton, kimono wanita jauh lebih populer. Harga kimono pun bervariasi dari 10,000 yen hingga ratusan ribu yen tergantung dari bahan yang digunakan. Bahan termahal adalah kain sutera, dan termurah terbuat dari polyester. Corak warna-warninya dibuat dengan bordir, lukisan, maupun pewarna tekstil.

Akhir-akhir ini jumlah turis yang menyewa kimono semakin bertambah. Pastikan Anda juga mencoba kimono, ya!

 

2. Yukata

Kebanyakan orang salah mengira yukata sebagai Kimono. Seiring dengan perkembangan dunia fashion, corak yukata semakin bervariasi dan cerah, hampir mirip dengan kimono.

Perbedaan yukata dengan kimono adalah, yukata terbuat dari bahan katun tipis yang mudah menyerap keringat. Walaupun kimono biasanya dipakai dengan pakaian dalam panjang di dalamnya, yukata cenderung lebih kasual.

 

Sebenarnya, yukata (浴衣)dari namanya sendiri berarti ‘pakaian mandi’, digunakan sebagai penutup tubuh sementara seusai mandi. Itu pula alasan mengapa yukata kebanyakan dipakai di daerah onsen. Pada masa kini, yukata juga merupakan pakaian musim panas dan sering dikenakan untuk melihat festival kembang api.

 

3. Hakama

Pakaian tradisional ini diadopsi dari celana panjang kostum imperial China pada jaman dahulu. Hakama pada dasarnya merupakan celana yang diikat di atas kimono, dan mempunyai 7 kerutan sehingga dianggap mewakili samurai dengan 7 asas bushido mereka. Biasa dipakai dalam pertunjukan tradisional seperti Noh, Kabuki, dan pakaian seni bela diri kendo serta upacara kelulusan.

 

4. Jinbei 

Baju ini merupakan pasangan dari yukata (perempuan) yang dipakai saat festival kembang api di musim panas.

Sebenarnya baju ini biasa dipakai oleh laki-laki sebagai baju tidur. Namun, karena popularitasnya yang semakin meningkat, baju ini pun mulai dipakai diluar kamar tidur.

Sama dengan yukata, jinbei terbuat dari bahan katun tipis yang ringan dan kasual.

 

5. Furisode

Walaupun furisode tampaknya pun mirip dengan kimono. Namun, perbedaan yang paling mencolok adalah lengannya.

Jika kita lihat foto kimono, lengan baju tersebut tidak sepanjang furisode. Furisode (振袖)yang secara harafiah berarti ‘lengan berayun’ ini merupakan versi formal dari kimono. Biasa dipakai oleh wanita yang belum menikah, pakaian ini biasa dipakai dalam upacara kedewasaan (成人式). Walaupun pada awalnya furisode dipakai pula oleh laki-laki, semakin lama furisode semakin dikhususkan hanya untuk wanita.

Skip to toolbar